<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">
	
	<channel>
        
        <atom:link href="https://sumut.wahananews.co/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title>Wahana News Sumut - Inspirasi Konsumen Sumatera Utara</title>
        <link>https://sumut.wahananews.co/</link>
        <description>Portal Berita regional Sumatera Utara dari WahanaNews.co dengan tagline Inspirasi Konsumen Sumatera Utara</description>
        <lastBuildDate>Tue, 19 May 2026 16:08:31 +0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

        
        <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
        <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
        <dc:rights>Copyrights 2026 by sumut.wahananews.co</dc:rights>

        <image>
            <url>https://wahananews.co/assets/icon/apple-icon-144x144.png</url>
            <title>Wahana News Sumut - Inspirasi Konsumen Sumatera Utara</title>
            <link>https://sumut.wahananews.co/</link>
            <width>144</width>
            <height>144</height>
        </image>

        
        	
        	<item>
        		<title>Pemkab Toba Gelar Ibadah untuk Pemberangkatan Wallen Hutahaean</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/serbaserbi/pemkab&#45;toba&#45;gelar&#45;ibadah&#45;untuk&#45;pemberangkatan&#45;wallen&#45;hutahaean&#45;i7yS6vl1g9/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/serbaserbi/pemkab&#45;toba&#45;gelar&#45;ibadah&#45;untuk&#45;pemberangkatan&#45;wallen&#45;hutahaean&#45;i7yS6vl1g9/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2026 15:08:18 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Gunawan Hutagaol]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
                <description><![CDATA[DANAUTOBA. WAHANANEWS.Co&#45;Pemerintah Kabupaten Toba menggelar Ibadah sekaligus Doa Pemberangkatan Purna Bhakti Inspektur Kabupaten Toba, Wallen Hutahaean, di Aula Lantai IV Kantor Bupati Toba, Jumat (3/7/2026).]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>DANAUTOBA. WAHANANEWS.Co-</strong>Pemerintah Kabupaten Toba menggelar Ibadah sekaligus Doa Pemberangkatan Purna Bhakti Inspektur Kabupaten Toba, Wallen Hutahaean, di Aula Lantai IV Kantor Bupati Toba, Jumat (3/7/2026).</p><p>Kegiatan ini menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus penghormatan atas pengabdian Wallen Hutahaean selama menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba.</p><p>Ibadah berlangsung dengan khidmat mengusung tema "Tuhan adalah Gembala Penebus Masa Depanku" dengan khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Kristina Sibarani dari HKBP Sianipar.</p><p>Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, Sekretaris Daerah Paber Napitupulu, para staf ahli Bupati, Kepala Badan Kesbangpol Harryzon Hutabarat, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Toba.</p><p>Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan prosesi perpisahan. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyampaikan apresiasi atas dedikasi Wallen Hutahaean selama mengemban amanah sebagai Inspektur Kabupaten Toba.<br>"Atas nama Pemerintah Kabupaten Toba, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Bapak Wallen Hutahaean. Semoga tetap sehat dan terus menjadi berkat di tengah masyarakat," ujar Wakil Bupati.</p><p>Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, turut memberikan penghargaan atas kontribusi yang telah diberikan selama bertugas.<br>"Terima kasih atas kerja sama dan pengabdian yang telah diberikan. Kiranya masa purna bhakti menjadi masa yang penuh sukacita bersama keluarga," kata Paber Napitupulu.</p><p>Sementara itu, Wallen Hutahaean mengaku terharu atas perhatian yang diberikan oleh seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Toba pada momen purna bhaktinya.<br>"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan rekan-rekan ASN atas kebersamaan dan dukungan selama saya mengabdi. Kiranya Tuhan memberkati Kabupaten Toba agar semakin maju," ungkap Wallen Hutahaean.</p><p>Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Toba tidak hanya memberikan penghormatan kepada ASN yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya, tetapi juga menegaskan pentingnya menghargai dedikasi dan loyalitas aparatur sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas.</p><p><strong>[Redaktur: Hadi Kurniawan]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir072026/pemkab-toba-gelar-ibadah-untuk-pemberangkatan-wallen-hutahaean_p4JSLd3qNr.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Skandal Dua Dokter Diduga Selingkuh Guncang Dunia Medis Sumut, Ini Tanggapan IDI Sumut...</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/skandal&#45;dua&#45;dokter&#45;diduga&#45;selingkuh&#45;guncang&#45;dunia&#45;medis&#45;sumut&#45;ini&#45;tanggapan&#45;idi&#45;sumut&#45;fQ9qF9mUlr/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/skandal&#45;dua&#45;dokter&#45;diduga&#45;selingkuh&#45;guncang&#45;dunia&#45;medis&#45;sumut&#45;ini&#45;tanggapan&#45;idi&#45;sumut&#45;fQ9qF9mUlr/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 02 Jul 2026 13:37:43 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Soal kasus dugaan perzinahan yang melibatkan dua oknum tenaga medis dari Tebing Tinggi, Sumatera Utara di sebuah hotel Grand Central Premier di Medan memasuki babak baru, sidang praperadilan yang diajukan dalam perkara hukum yang menjerat mantan Ketua IDI Cabang Tebingtinggi telah diputuskan ditolak oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Medan. Tak hanya itu Ketua Pengurus Daerah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara, Dr dr Ery Suhaymi, menyampaikan sikap resmi organisasi.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Soal kasus dugaan perzinahan yang melibatkan dua oknum tenaga medis dari Tebing Tinggi, Sumatera Utara di sebuah hotel Grand Central Premier di Medan memasuki babak baru, sidang praperadilan yang diajukan dalam perkara hukum yang menjerat mantan Ketua IDI Cabang Tebingtinggi telah diputuskan ditolak oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Medan. Tak hanya itu Ketua Pengurus Daerah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara, Dr dr Ery Suhaymi, menyampaikan sikap resmi organisasi.</p><p>Informasi yang dihimpun MI adalah dokter yang menjabat sebagai Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) cabang Tebingtinggi pada masa bakti 2023-2026. Namun karena menghadapi kasus, MI mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua ID.</p><p>Ketua IDI Sumut Ery Suhaymi membenarkan adanya kasus tersebut setelah menerima laporan dari Pelapor.</p><p>“Iya dari IDI Sumut, kami sudah menerima laporan perkembangan kasus ini, baik dari pihak pelapor maupun melalui surat resmi yang disampaikan kepada kami,” ujar Ery Suhaymi, Selasa (30/6/2026).<br><br>Ia menjelaskan bahwa saat ini kasus tersebut masih berjalan dalam jalur hukum. Sehubungan dengan proses tersebut, dokter yang bersangkutan telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Ketua IDI Cabang Tebingtinggi agar dapat lebih fokus menangani perkara hukum yang dihadapinya.<br><br>“Surat pengunduran dirinya sudah kami terima dan saat ini telah ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua IDI Cabang yang baru untuk menjaga keberlangsungan tugas organisasi. Kami menghormati sepenuhnya setiap tahapan proses hukum yang sedang berlangsung,” tegasnya.<br><br>Ditanya mengenai langkah tindak lanjut yang telah diambil, Ery Suhaymi menyatakan bahwa karena perkara sudah masuk ke ranah hukum, maka pihaknya menunggu kepastian dari lembaga peradilan terlebih dahulu.<br><br>“Saat ini kami belum bisa mengambil keputusan tertentu karena tetap menghormati proses yang sedang berjalan,” jelasnya.<br><br>Saat diminta menjelaskan ketentuan sanksi internal IDI bagi anggota yang terlibat kasus pidana, Ery Suhaymi belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut.</p><p>Sebelumnya diberitakan berdasarkan keterangan yang dihimpun dari akun Threads Hariandirikcy, peristiwa bermula pada Oktober 2025. Saat itu, diduga kedua tersangka tertangkap tangan di Kamar 602 Hotel Grand Central Premier Medan oleh suami dari salah satu pihak, yakni berinisial NUAT (30 tahun). Di lokasi kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain pakaian dalam yang berserakan di sofa kamar, tisu yang diduga mengandung bercak sperma, serta pengakuan langsung dari keduanya bahwa telah melakukan hubungan layaknya suami istri.<br><br>Tersangka utama bernama MI (48 tahun), mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi. Saat ini ia menjabat sebagai Dokter Ahli Muda di UPTD RSUD dr. H. Kumpulan Pane, berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), sekaligus menantu mantan Wali Kota Tebing Tinggi, berinisial AHH. Sementara NUAT juga berprofesi sebagai dokter dan tergabung dalam kepengurusan IDI setempat.<br><br>Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut telah menetapkan status tersangka bagi keduanya sejak 22 Mei 2026. Penetapan dilakukan setelah gelar perkara dan mengantongi lebih dari dua alat bukti sah, ditandatangani oleh Direktur PPA Polda Sumut, Kombes Pol Kristinatara W. Kasus ini dijerat Pasal 284 KUHPidana sebagaimana diubah Pasal 411 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.<br><br>Menanggapi penetapan tersebut, diduga kedua tersangka mengajukan upaya hukum praperadilan yang digelar perdana pada 24 Juni 2026. Langkah ini dinilai sebagian kalangan publik sebagai upaya untuk menggugurkan status tersangka guna menghindari proses hukum lebih lanjut.<br><br>Selain ancaman pidana penjara, keduanya menghadapi sanksi ganda. Sebagai PNS, MI terancam diberhentikan dengan hormat maupun tidak hormat sesuai peraturan disiplin ASN. Dari sisi profesi, perilaku mereka dinilai melanggar kode etik kedokteran, sehingga berisiko dicabut izin praktiknya oleh IDI.<br><br>Masyarakat menuntut penanganan kasus ini secara transparan dan tegas tanpa intervensi kekuasaan atau jabatan. Perhatian publik tertuju pada ketegasan aparat penegak hukum serta langkah tegas yang akan diambil instansi terkait dan organisasi profesi guna menjaga marwah dunia medis.</p><p>Saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi.</p><p><strong>[Redaktur:Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir072026/skandal-dua-dokter-diduga-selingkuh-guncang-dunia-medis-sumut-ini-tanggapan-idi-sumut_YwH4hMY9BO.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Terungkap, Ini Penyebab Terjadinya Anggota DPRD Dairi Rasiden Damanik Diduga Keroyok Lamriah Manullang</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/terungkap&#45;ini&#45;penyebab&#45;terjadinya&#45;anggota&#45;dprd&#45;dairi&#45;rasiden&#45;damanik&#45;diduga&#45;keroyok&#45;lamriah&#45;manullang&#45;fn4E95ShNc/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/terungkap&#45;ini&#45;penyebab&#45;terjadinya&#45;anggota&#45;dprd&#45;dairi&#45;rasiden&#45;damanik&#45;diduga&#45;keroyok&#45;lamriah&#45;manullang&#45;fn4E95ShNc/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 14:21:09 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Rasiden Damanik, anggota DPRD Kabupaten Dairi, menjadi sorotan serius, bukan hanya karena perselisihan tanah, melainkan karena cara penyelesaian yang dinilai tidak pantas dan melanggar hukum, terlebih lagi dilakukan oleh pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan.Berdasarkan keterangan yang disampaikan kuasa hukum korban Abdi Manullang SH, terungkap hubungan khusus antara korban dan keluarga pelaku. Ia membenarkan bahwa korban adalah ibu tiri Rasiden Damanik yang tidak tercatat secara resmi di instansi pencatatan sipil.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Rasiden Damanik, anggota DPRD Kabupaten Dairi, menjadi sorotan serius, bukan hanya karena perselisihan tanah, melainkan karena cara penyelesaian yang dinilai tidak pantas dan melanggar hukum, terlebih lagi dilakukan oleh pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan.<br><br>Berdasarkan keterangan yang disampaikan kuasa hukum korban Abdi Manullang SH, terungkap hubungan khusus antara korban dan keluarga pelaku. Ia membenarkan bahwa korban adalah ibu tiri Rasiden Damanik yang tidak tercatat secara resmi di instansi pencatatan sipil.</p><p>"Benar bang, sampai sekarang belum ada cerai sah bang, karena nikahnya pun kemaren itu ngk tercatat bang," ujarnya beberapa waktu yang lalu.<br><br>Pemicu utama dugaan tindakan kekerasan tersebut adalah sengketa kepemilikan sebidang tanah. Rasiden Damanik mengajukan klaim bahwa tanah itu merupakan hak milik ayahnya. Namun klaim ini dinilai lemah dan tidak berdasar jika dicocokkan dengan fakta yang ada.<br><br>“Masalah intinya adalah objek tanah yang diakui sebagai milik Ibu Boru Manullang. Padahal, tanah tersebut sudah dibeli dan dikuasai secara sah jauh sebelum ikatan pernikahan terjalin,” ungkap Abdi Manullang.<br><br>Jika ditelaah berdasarkan dokumen kepemilikan serta keterangan yang disampaikan, terbukti tanah tersebut telah dimiliki oleh Boru Manullang sebelum pernikahan berlangsung, dan sampai saat ini tidak pernah dijual atau dialihkan haknya kepada pihak mana pun. Secara prinsip hukum yang berlaku di Indonesia, aset yang diperoleh sebelum menikah tetap menjadi hak milik pribadi dan tidak dapat digugat sebagai harta bersama.<br><br>Yang menjadi sorotan utama adalah: sebagai anggota DPRD yang memiliki pengetahuan dan akses terhadap jalur hukum, mengapa Rasiden Damanik justru menyelesaikan perselisihan ini dengan tindakan mengeroyok yang jelas-jelas melanggar aturan pidana? Sikap ini justru mencoreng citra lembaga legislatif dan menunjukkan lemahnya kesadaran hukum dalam bertindak.<br><br>Dipastikan bahwa sebidang tanah yang menjadi sumber perselisihan itulah yang menjadi lokasi terjadinya peristiwa penganiayaan tersebut.</p><p>Hingga berita ini diterbitkan Rasiden Damanik belum memberikan keterangan resmi setelah dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu.</p><p><strong>[Redaktur:Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/terungkap-ini-penyebab-terjadinya-anggota-dprd-dairi-rasiden-damanik-diduga-keroyok-lamriah-manullang_l8m0ga0gpp.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Kasus Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Mengeroyok: Polres Sudah Periksa Terlapor, Cek TKP, dan Siap Panggil Saksi</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/kasus&#45;dugaan&#45;pengeroyokan&#45;anggota&#45;dprd&#45;dairi&#45;polres&#45;sudah&#45;periksa&#45;terlapor&#45;cek&#45;tkp&#45;dan&#45;siap&#45;panggil&#45;saksi&#45;0q5hNgHY85/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/kasus&#45;dugaan&#45;pengeroyokan&#45;anggota&#45;dprd&#45;dairi&#45;polres&#45;sudah&#45;periksa&#45;terlapor&#45;cek&#45;tkp&#45;dan&#45;siap&#45;panggil&#45;saksi&#45;0q5hNgHY85/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 26 Jun 2026 20:36:26 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dairi, Rasiden Damanik, terus memasuki tahap penyelidikan aktif. Polres Dairi telah memanggil dan memeriksa pihak terlapor serta pelapor, serta turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti awal.Hal ini dibenarkan oleh Kuasa Hukum korban, Abdi Manullang, S.H. Menurutnya, Rasiden Damanik beserta istri telah menjalani pemeriksaan di kepolisian.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dairi, Rasiden Damanik, terus memasuki tahap penyelidikan aktif. Polres Dairi telah memanggil dan memeriksa pihak terlapor serta pelapor, serta turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti awal.<br><br>Hal ini dibenarkan oleh Kuasa Hukum korban, Abdi Manullang, S.H. Menurutnya, Rasiden Damanik beserta istri telah menjalani pemeriksaan di kepolisian.</p><p>“Informasi yang kami terima dari Polres Dairi menyatakan bahwa terlapor atas nama Rasiden Damanik dan istrinya sudah diperiksa. Pihak kepolisian juga telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan TKP,” ujar Abdi Manullang.<br><br>Ia menambahkan, pengecekan lokasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan kondisi sebenarnya di lapangan.</p><p>“Pihak kepolisian datang untuk memastikan kondisi tempat kejadian dan menyesuaikan data dalam BAP dengan apa yang terjadi di lokasi,” imbuhnya.<br><br>Ke depannya, polisi berencana memanggil warga sekitar yang menyaksikan peristiwa tersebut untuk dijadikan saksi guna memperkuat bukti penyelidikan.</p><p>“Selanjutnya, rencananya kepolisian akan memanggil sejumlah warga setempat yang melihat kejadian untuk dimintai keterangan secara resmi,” ungkapnya.<br><br>Pernyataan ini dipertegas oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Dairi AKP Wilson Manahan Panjaitan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp beberapa waktu yang lalu. Ia menegaskan proses hukum masih berjalan.</p><p>“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami sudah memanggil dan mewawancarai pelapor serta terlapor. Ke depannya, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) akan disampaikan kepada pelapor secara berkala,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur:Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/kasus-dugaan-pengeroyokan-anggota-dprd-dairi-polres-sudah-periksa-terlapor-cek-tkp-dan-siap-panggil-saksi_19RE4Cvq3p.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Dua Oknum Dokter Digerebek di Kamar Hotel</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/dua&#45;oknum&#45;dokter&#45;digerebek&#45;di&#45;kamar&#45;hotel&#45;E8lqAM8ywl/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/dua&#45;oknum&#45;dokter&#45;digerebek&#45;di&#45;kamar&#45;hotel&#45;E8lqAM8ywl/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 20:42:49 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Kasus dugaan perzinahan yang melibatkan dua oknum tenaga medis dari Tebing Tinggi, Sumatera Utara, kini memasuki tahap sidang di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (25/6/2026). Salah satu dari keduanya diketahui diduga merupakan salah satu pengurus di Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten/Kota Tebing Tinggi. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan sosok dengan latar belakang jabatan.Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari akun Threads Hariandirikcy, peristiwa bermula pada Oktober 2025. Saat itu, diduga kedua tersangka tertangkap tangan di Kamar 602 Hotel Grand Central Premier Medan oleh suami dari salah satu pihak, yakni berinisial NUAT (30 tahun). Di lokasi kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain pakaian dalam yang berserakan di sofa kamar, tisu yang diduga mengandung bercak sperma, serta pengakuan langsung dari keduanya bahwa telah melakukan hubungan layaknya suami istri.Tersangka utama bernama MI (48 tahun), mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi. Saat ini ia menjabat sebagai Dokter Ahli Muda di UPTD RSUD dr. H. Kumpulan Pane, berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), sekaligus menantu mantan Wali Kota Tebing Tinggi, berinisial AHH. Sementara NUAT juga berprofesi sebagai dokter dan tergabung dalam kepengurusan IDI setempat.Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut telah menetapkan status tersangka bagi keduanya sejak 22 Mei 2026. Penetapan dilakukan setelah gelar perkara dan mengantongi lebih dari dua alat bukti sah, ditandatangani oleh Direktur PPA Polda Sumut, Kombes Pol Kristinatara W. Kasus ini dijerat Pasal 284 KUHPidana sebagaimana diubah Pasal 411 Undang&#45;Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang&#45;Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.Menanggapi penetapan tersebut, diduga kedua tersangka mengajukan upaya hukum praperadilan yang digelar perdana pada 24 Juni 2026. Langkah ini dinilai sebagian kalangan publik sebagai upaya untuk menggugurkan status tersangka guna menghindari proses hukum lebih lanjut.Selain ancaman pidana penjara, keduanya menghadapi sanksi ganda. Sebagai PNS, MI terancam diberhentikan dengan hormat maupun tidak hormat sesuai peraturan disiplin ASN. Dari sisi profesi, perilaku mereka dinilai melanggar kode etik kedokteran, sehingga berisiko dicabut izin praktiknya oleh IDI.Masyarakat menuntut penanganan kasus ini secara transparan dan tegas tanpa intervensi kekuasaan atau jabatan. Perhatian publik tertuju pada ketegasan aparat penegak hukum serta langkah tegas yang akan diambil instansi terkait dan organisasi profesi guna menjaga marwah dunia medis.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Kasus dugaan perzinahan yang melibatkan dua oknum tenaga medis dari Tebing Tinggi, Sumatera Utara, kini memasuki tahap sidang di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (25/6/2026). Salah satu dari keduanya diketahui diduga merupakan salah satu pengurus di Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten/Kota Tebing Tinggi. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan sosok dengan latar belakang jabatan.<br><br>Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari akun Threads Hariandirikcy, peristiwa bermula pada Oktober 2025. Saat itu, diduga kedua tersangka tertangkap tangan di Kamar 602 Hotel Grand Central Premier Medan oleh suami dari salah satu pihak, yakni berinisial NUAT (30 tahun). Di lokasi kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain pakaian dalam yang berserakan di sofa kamar, tisu yang diduga mengandung bercak sperma, serta pengakuan langsung dari keduanya bahwa telah melakukan hubungan layaknya suami istri.<br><br>Tersangka utama bernama MI (48 tahun), mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi. Saat ini ia menjabat sebagai Dokter Ahli Muda di UPTD RSUD dr. H. Kumpulan Pane, berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), sekaligus menantu mantan Wali Kota Tebing Tinggi, berinisial AHH. Sementara NUAT juga berprofesi sebagai dokter dan tergabung dalam kepengurusan IDI setempat.<br><br>Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut telah menetapkan status tersangka bagi keduanya sejak 22 Mei 2026. Penetapan dilakukan setelah gelar perkara dan mengantongi lebih dari dua alat bukti sah, ditandatangani oleh Direktur PPA Polda Sumut, Kombes Pol Kristinatara W. Kasus ini dijerat Pasal 284 KUHPidana sebagaimana diubah Pasal 411 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.<br><br>Menanggapi penetapan tersebut, diduga kedua tersangka mengajukan upaya hukum praperadilan yang digelar perdana pada 24 Juni 2026. Langkah ini dinilai sebagian kalangan publik sebagai upaya untuk menggugurkan status tersangka guna menghindari proses hukum lebih lanjut.<br><br>Selain ancaman pidana penjara, keduanya menghadapi sanksi ganda. Sebagai PNS, MI terancam diberhentikan dengan hormat maupun tidak hormat sesuai peraturan disiplin ASN. Dari sisi profesi, perilaku mereka dinilai melanggar kode etik kedokteran, sehingga berisiko dicabut izin praktiknya oleh IDI.<br><br>Masyarakat menuntut penanganan kasus ini secara transparan dan tegas tanpa intervensi kekuasaan atau jabatan. Perhatian publik tertuju pada ketegasan aparat penegak hukum serta langkah tegas yang akan diambil instansi terkait dan organisasi profesi guna menjaga marwah dunia medis.</p><p>Saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi.</p><p><strong>[Redaktur: Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/dua-oknum-dokter-digerebek-di-kamar-hotel_6W2tPS6Qog.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Geofest ke&#45;7 Digelar di Danau Toba, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Geopark Harus Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/geofest&#45;ke&#45;7&#45;digelar&#45;di&#45;danau&#45;toba&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;geopark&#45;harus&#45;jadi&#45;mesin&#45;baru&#45;ekonomi&#45;daerah&#45;sg2Zei000k/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/geofest&#45;ke&#45;7&#45;digelar&#45;di&#45;danau&#45;toba&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;geopark&#45;harus&#45;jadi&#45;mesin&#45;baru&#45;ekonomi&#45;daerah&#45;sg2Zei000k/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 06:00:51 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Sumut.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif terpilihnya Danau Toba sebagai tuan rumah Geotourism Festival atau Geofest ke&#45;7 yang akan berlangsung pada 1 hingga 5 Juli 2026 di kawasan Simalungun, Samosir, dan Karo.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumut.WAHANANEWS.CO -</strong> Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif terpilihnya Danau Toba sebagai tuan rumah Geotourism Festival atau Geofest ke-7 yang akan berlangsung pada 1 hingga 5 Juli 2026 di kawasan Simalungun, Samosir, dan Karo.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba mengatakan, penunjukan Danau Toba sebagai tuan rumah Geofest ke-7 merupakan bukti bahwa Kaldera Toba memiliki daya tarik besar sebagai destinasi geowisata, pusat kebudayaan, dan ruang ekonomi baru bagi masyarakat Sumatera Utara.</p><p>“Geofest ke-7 di Danau Toba harus menjadi momentum besar untuk mengangkat wajah Indonesia di panggung geowisata dunia, sekaligus memperkuat arah pembangunan nasional yang berpihak pada daerah, budaya, lingkungan, dan ekonomi rakyat,” kata Tohom, Rabu (24/06/2026).</p><p>Tohom mengatakan, agenda internasional tersebut sejalan dengan visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memperkuat pembangunan daerah berbasis potensi lokal, konektivitas kawasan, pariwisata berkualitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p><p>Menurut Tohom, Danau Toba tidak hanya memiliki kekuatan panorama alam, tetapi juga menyimpan nilai geologi, sejarah peradaban, kebudayaan Batak, kearifan lokal, dan peluang ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara lebih serius.</p><p>Ia menilai kehadiran Geofest ke-7 harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Toba Caldera UNESCO Global Geopark dalam jaringan geopark dunia melalui kerja sama internasional, penguatan tata kelola, dan promosi destinasi yang lebih terarah.</p><p>“Kaldera Toba jangan hanya dipahami sebagai objek wisata, tetapi harus dibangun sebagai ekosistem pengetahuan, konservasi, kebudayaan, dan ekonomi yang memberi nilai tambah langsung bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.</p><p>Tohom menyebut rencana penambahan sedikitnya 40 geosite baru di kawasan Kaldera Toba dapat memperluas pilihan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, dan membuka ruang usaha baru bagi pelaku UMKM, pemandu wisata, komunitas budaya, serta pelaku ekonomi desa.</p><p>Ia mengatakan, keberhasilan Geofest ke-7 akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah, pengelola geopark, pelaku wisata, komunitas lokal, dan pemerintah pusat membangun sinergi yang rapi sejak tahap persiapan hingga pascakegiatan.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa kawasan Danau Toba perlu dikelola dalam satu cara pandang aglomerasi pariwisata, sehingga Simalungun, Samosir, Karo, Toba, Humbang Hasundutan, Dairi, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Utara dapat bergerak sebagai satu kekuatan destinasi.</p><p>Menurut dia, Geofest ke-7 harus meninggalkan warisan nyata berupa peningkatan kualitas destinasi, kesiapan SDM pariwisata, kebersihan kawasan, akses transportasi, promosi digital, standar layanan, serta perlindungan terhadap geosite dan lingkungan Danau Toba.</p><p>“Festival internasional seperti ini harus menghasilkan dampak panjang, bukan hanya ramai saat acara, tetapi juga memperkuat kunjungan wisata, pendapatan warga, investasi daerah, dan martabat Indonesia sebagai negara besar dengan kekayaan alam serta budaya yang luar biasa,” kata Tohom.</p><p>Sebelumnya, Badan Pengurus Toba Caldera UNESCO Global Geopark menyatakan Danau Toba terpilih menjadi tuan rumah Geofest ke-7 yang puncak kegiatannya akan berlangsung di tiga kabupaten kawasan Danau Toba, yakni Simalungun, Samosir, dan Karo.</p><p>General Manager TCUGGp Azizul Kholis mengatakan Geofest menjadi momentum memperluas jaringan, memperkuat kerja sama antar-geopark, mendorong kunjungan wisata, serta meningkatkan posisi Kaldera Toba dalam jaringan geopark dunia.</p><p>Azizul menjelaskan berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari penandatanganan kerja sama antar-UNESCO Global Geopark, seminar penguatan tata kelola geopark, peresmian geosite baru, hingga forum ilmiah internasional.</p><p>Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumut Adryanta Putra Ginting menyatakan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan Geofest ke-7 karena dinilai berpotensi memberi dampak besar bagi perekonomian lokal dan citra Danau Toba di tingkat global.</p><p><strong>[Redaktur: Sandy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/geofest-ke-7-digelar-di-danau-toba-martabat-prabowo-gibran-geopark-harus-jadi-mesin-baru-ekonomi-daerah_Z7QmOVLZ21.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>LSM GPI: Kalau Judi Disinyalir Milik AK, AI di Pagar Jati Masih Buka, Berarti Polresta Deli Serdang Dan Polda Sumut Diduga Terima Setoran</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/lsm&#45;gpi&#45;kalau&#45;judi&#45;disinyalir&#45;milik&#45;ak&#45;ai&#45;di&#45;pagar&#45;jati&#45;masih&#45;buka&#45;berarti&#45;polresta&#45;deli&#45;serdang&#45;dan&#45;polda&#45;sumut&#45;diduga&#45;terima&#45;setoran&#45;5h2995hJmb/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/lsm&#45;gpi&#45;kalau&#45;judi&#45;disinyalir&#45;milik&#45;ak&#45;ai&#45;di&#45;pagar&#45;jati&#45;masih&#45;buka&#45;berarti&#45;polresta&#45;deli&#45;serdang&#45;dan&#45;polda&#45;sumut&#45;diduga&#45;terima&#45;setoran&#45;5h2995hJmb/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 24 Jun 2026 11:42:33 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Pasca aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) beberapa waktu lalu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Peduli Indonesia, Frisdarwin, angkat bicara. Ia menilai aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang melihat praktik perjudian diduga milik AK dan AI di wilayah Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, kian merajalela dan tak kunjung dibasmi.Menurutnya, lemahnya tindakan tegas dari jajaran Polresta Deli Serdang terhadap para pelaku perjudian telah memicu kemarahan publik. Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan krisis kepercayaan mendalam masyarakat terhadap institusi kepolisian, khususnya Polresta Deli Serdang dan Polda Sumut.Frisdarwin mengingatkan kembali tugas pokok kepolisian yang diatur dalam peraturan perundang&#45;undangan. “Sesuai Pasal 13 Undang&#45;Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, polisi memiliki kewajiban memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada warga,” jelasnya, Rabu (24/6/2026).“Maka sudah seharusnya Polresta Deli Serdang maupun Polda Sumut segera bertindak tegas dan menangkap para bandar judi sebagaimana yang telah disuarakan dalam aksi mahasiswa tersebut,” tegasnya.Ia juga menekankan prinsip dasar penegakan hukum, yaitu “No man above the law” atau tidak ada satu pun pihak yang berada di atas hukum. “Prinsip ini menegaskan tidak ada orang atau kelompok yang berhak mendapatkan perlakuan istimewa atau kebal dari proses hukum,” imbuhnya.Kekaguman dan pertanyaan kritis semakin dilontarkan Frisdarwin, mengingat lokasi dan praktik perjudian tersebut sudah menyebar luas dan menjadi sorotan publik. Ia menyampaikan dugaan keras terkait kelambanan penindakan.“Kita lihat saja perkembangannya beberapa hari ke depan. Jika lokasi perjudian di kawasan Pagar Jati diduga milik AK dan AI itu masih tetap beroperasi, sudah dapat dipastikan ada pembiaran karena disinyalir menerima setoran. Sebaliknya, jika segera ditutup dan bandar&#45;bandarnya ditangkap, berarti kepolisian masih menjalankan tugasnya dengan bersih,” ungkapnya.Ia menutup pernyataannya dengan pertanyaan tajam yang menguji kredibilitas pimpinan kepolisian setempat.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Pasca aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) beberapa waktu lalu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Peduli Indonesia, Frisdarwin, angkat bicara. Ia menilai aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang melihat praktik perjudian diduga milik AK dan AI di wilayah Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, kian merajalela dan tak kunjung dibasmi.<br><br>Menurutnya, lemahnya tindakan tegas dari jajaran Polresta Deli Serdang terhadap para pelaku perjudian telah memicu kemarahan publik. Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan krisis kepercayaan mendalam masyarakat terhadap institusi kepolisian, khususnya Polresta Deli Serdang dan Polda Sumut.<br><br>Frisdarwin mengingatkan kembali tugas pokok kepolisian yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. “Sesuai Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, polisi memiliki kewajiban memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada warga,” jelasnya, Rabu (24/6/2026).<br><br>“Maka sudah seharusnya Polresta Deli Serdang maupun Polda Sumut segera bertindak tegas dan menangkap para bandar judi sebagaimana yang telah disuarakan dalam aksi mahasiswa tersebut,” tegasnya.<br><br>Ia juga menekankan prinsip dasar penegakan hukum, yaitu “No man above the law” atau tidak ada satu pun pihak yang berada di atas hukum. “Prinsip ini menegaskan tidak ada orang atau kelompok yang berhak mendapatkan perlakuan istimewa atau kebal dari proses hukum,” imbuhnya.<br><br>Kekaguman dan pertanyaan kritis semakin dilontarkan Frisdarwin, mengingat lokasi dan praktik perjudian tersebut sudah menyebar luas dan menjadi sorotan publik. Ia menyampaikan dugaan keras terkait kelambanan penindakan.<br><br>“Kita lihat saja perkembangannya beberapa hari ke depan. Jika lokasi perjudian di kawasan Pagar Jati diduga milik AK dan AI itu masih tetap beroperasi, sudah dapat dipastikan ada pembiaran karena disinyalir menerima setoran. Sebaliknya, jika segera ditutup dan bandar-bandarnya ditangkap, berarti kepolisian masih menjalankan tugasnya dengan bersih,” ungkapnya.<br><br>Ia menutup pernyataannya dengan pertanyaan tajam yang menguji kredibilitas pimpinan kepolisian setempat.</p><p>"Sangat sederhana kenyataannya: jika tempat judi itu masih buka, tandanya ada yang melindungi. Jika berani ditutup dan ditindak tegas, barulah terbukti Polresta Deli Serdang dan Polda Sumut bersih dari campur tangan atau imbalan dari para bandar judi,” pungkasnya.</p><p>Sebelumnya diberitakan bisnis perjudian haram yang diduga dipimpin AK dan AI ini disinyalir meraup omzet mencapai miliaran rupiah setiap bulannya. Hal yang menjadi sorotan utama adalah, meski beroperasi secara terang-terangan dan jaringannya sudah meluas, lokasi serta praktik judi tersebut terkesan kebal hukum dan hingga saat ini belum tersentuh tindakan tegas dari aparat kepolisian.<br><br>Massa aksi diterima langsung oleh Kasubdit 4 Bidang Intelijen dan Keamanan Polda Sumut, AKBP Pardamean Hutahaean, serta Perwira Pengawas, AKBP Henri.<br><br>Sekretaris Jenderal BONAR, Henry Pakpahan, S.H., M.H., dalam orasinya menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap kinerja penegakan hukum di lapangan. Ia secara blak-blakan menyentil pimpinan kepolisian yang dinilai abai terhadap keluhan warga.<br><br>“Perjudian yang dikelola AK atau yang dikenal dengan sebutan Aseng Kayu ini telah berpindah lokasi dari Marelan ke Lubuk Pakam dengan omzet miliaran rupiah setiap bulannya. Namun mengapa Kapolda Sumut diam saja dan tidak mengambil tindakan nyata? Begitu juga dengan Kapolresta Deli Serdang, Kasat Intelkam, hingga Kasat Reskrim. Pasti ada hal yang tidak wajar di balik semua ini,” tegas Henry.<br><br>Ia pun melayangkan ultimatum keras kepada jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Sumut untuk segera memberangus praktik judi tersebut.<br><br>“Saya berikan tenggat waktu 3 x 24 jam. Jika dalam masa tersebut belum ada tindakan penindakan maupun penangkapan, kami akan mengerahkan massa dari aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat dalam skala yang jauh lebih besar,” tandasnya.<br><br>Menanggapi tuntutan tersebut, Perwira Pengawas Polda Sumut, AKBP Henri, menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan telah diterima dan akan segera dilaporkan kepada pimpinan tertinggi. Ia juga menjamin bahwa Ditreskrimum Polda Sumut akan segera berkoordinasi dengan Kapolresta Deli Serdang untuk menindaklanjuti laporan dan dugaan aktivitas perjudian tersebut.</p><p><strong>[Redaktur:Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/1782276952_0947bcf690c824815502.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Judi Menggurita dan Aman di Lubuk Pakam, Bukti Polres Deli Serdang dan Poldasu Lalai atau Sengaja Melindungi AK&#45;AI?</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/judi&#45;menggurita&#45;dan&#45;aman&#45;di&#45;lubuk&#45;pakam&#45;bukti&#45;polres&#45;deli&#45;serdang&#45;dan&#45;poldasu&#45;lalai&#45;atau&#45;sengaja&#45;melindungi&#45;ak&#45;ai&#45;Yj2ZzTBrBM/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/judi&#45;menggurita&#45;dan&#45;aman&#45;di&#45;lubuk&#45;pakam&#45;bukti&#45;polres&#45;deli&#45;serdang&#45;dan&#45;poldasu&#45;lalai&#45;atau&#45;sengaja&#45;melindungi&#45;ak&#45;ai&#45;Yj2ZzTBrBM/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:20:15 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO &#45; Kesal dengan adanya lokasi judi di Lubuk Pakam yang terus beroperasi secara terang&#45;terangan dan diduga kebal hukum, puluhan massa yang tergabung dalam Forum Keadilan Sosial Rakyat Indonesia (FRAKSI) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut), Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka secara tegas mendesak Kapolda Sumut segera menangkap dua terduga bandar besar perjudian berinisial AK dan AI yang dinilai semakin meresahkan masyarakat di wilayah Deli Serdang.Bisnis perjudian haram yang diduga dipimpin AK dan AI ini disinyalir meraup omzet mencapai miliaran rupiah setiap bulannya. Hal yang menjadi sorotan utama adalah, meski beroperasi secara terang&#45;terangan dan jaringannya sudah meluas, lokasi serta praktik judi tersebut terkesan kebal hukum dan hingga saat ini belum tersentuh tindakan tegas dari aparat kepolisian.Massa aksi diterima langsung oleh Kasubdit 4 Bidang Intelijen dan Keamanan Polda Sumut, AKBP Pardamean Hutahaean, serta Perwira Pengawas, AKBP Henri.Sekretaris Jenderal BONAR, Henry Pakpahan, S.H., M.H., dalam orasinya menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap kinerja penegakan hukum di lapangan. Ia secara blak&#45;blakan menyentil pimpinan kepolisian yang dinilai abai terhadap keluhan warga.“Perjudian yang dikelola AK atau yang dikenal dengan sebutan Aseng Kayu ini telah berpindah lokasi dari Marelan ke Lubuk Pakam dengan omzet miliaran rupiah setiap bulannya. Namun mengapa Kapolda Sumut diam saja dan tidak mengambil tindakan nyata? Begitu juga dengan Kapolresta Deli Serdang, Kasat Intelkam, hingga Kasat Reskrim. Pasti ada hal yang tidak wajar di balik semua ini,” tegas Henry.Ia pun melayangkan ultimatum keras kepada jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Sumut untuk segera memberangus praktik judi tersebut.“Saya berikan tenggat waktu 3 x 24 jam. Jika dalam masa tersebut belum ada tindakan penindakan maupun penangkapan, kami akan mengerahkan massa dari aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat dalam skala yang jauh lebih besar,” tandasnya.Menanggapi tuntutan tersebut, Perwira Pengawas Polda Sumut, AKBP Henri, menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan telah diterima dan akan segera dilaporkan kepada pimpinan tertinggi. Ia juga menjamin bahwa Ditreskrimum Polda Sumut akan segera berkoordinasi dengan Kapolresta Deli Serdang untuk menindaklanjuti laporan dan dugaan aktivitas perjudian tersebut.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO - </strong>Kesal dengan adanya lokasi judi di Lubuk Pakam yang terus beroperasi secara terang-terangan dan diduga kebal hukum, puluhan massa yang tergabung dalam Forum Keadilan Sosial Rakyat Indonesia (FRAKSI) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut), Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka secara tegas mendesak Kapolda Sumut segera menangkap dua terduga bandar besar perjudian berinisial AK dan AI yang dinilai semakin meresahkan masyarakat di wilayah Deli Serdang.<br><br>Bisnis perjudian haram yang diduga dipimpin AK dan AI ini disinyalir meraup omzet mencapai miliaran rupiah setiap bulannya. Hal yang menjadi sorotan utama adalah, meski beroperasi secara terang-terangan dan jaringannya sudah meluas, lokasi serta praktik judi tersebut terkesan kebal hukum dan hingga saat ini belum tersentuh tindakan tegas dari aparat kepolisian.<br><br>Massa aksi diterima langsung oleh Kasubdit 4 Bidang Intelijen dan Keamanan Polda Sumut, AKBP Pardamean Hutahaean, serta Perwira Pengawas, AKBP Henri.<br><br>Sekretaris Jenderal BONAR, Henry Pakpahan, S.H., M.H., dalam orasinya menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap kinerja penegakan hukum di lapangan. Ia secara blak-blakan menyentil pimpinan kepolisian yang dinilai abai terhadap keluhan warga.<br><br>“Perjudian yang dikelola AK atau yang dikenal dengan sebutan Aseng Kayu ini telah berpindah lokasi dari Marelan ke Lubuk Pakam dengan omzet miliaran rupiah setiap bulannya. Namun mengapa Kapolda Sumut diam saja dan tidak mengambil tindakan nyata? Begitu juga dengan Kapolresta Deli Serdang, Kasat Intelkam, hingga Kasat Reskrim. Pasti ada hal yang tidak wajar di balik semua ini,” tegas Henry.<br><br>Ia pun melayangkan ultimatum keras kepada jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Sumut untuk segera memberangus praktik judi tersebut.<br><br>“Saya berikan tenggat waktu 3 x 24 jam. Jika dalam masa tersebut belum ada tindakan penindakan maupun penangkapan, kami akan mengerahkan massa dari aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat dalam skala yang jauh lebih besar,” tandasnya.<br><br>Menanggapi tuntutan tersebut, Perwira Pengawas Polda Sumut, AKBP Henri, menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan telah diterima dan akan segera dilaporkan kepada pimpinan tertinggi. Ia juga menjamin bahwa Ditreskrimum Polda Sumut akan segera berkoordinasi dengan Kapolresta Deli Serdang untuk menindaklanjuti laporan dan dugaan aktivitas perjudian tersebut.</p><p><strong>[Redaktur:Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/judi-menggurita-dan-aman-di-lubuk-pakam-bukti-polres-deli-serdang-dan-poldasu-lalai-atau-sengaja-melindungi-ak-ai_ChNn84Lcdo.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Soal Kasus Dugaan Pengeroyokan, Polres Dairi Panggil Anggota DPRD Rasiden Damanik Pekan Ini</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/soal&#45;kasus&#45;dugaan&#45;pengeroyokan&#45;polres&#45;dairi&#45;panggil&#45;anggota&#45;dprd&#45;rasiden&#45;damanik&#45;pekan&#45;ini&#45;abK5mJXqet/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/soal&#45;kasus&#45;dugaan&#45;pengeroyokan&#45;polres&#45;dairi&#45;panggil&#45;anggota&#45;dprd&#45;rasiden&#45;damanik&#45;pekan&#45;ini&#45;abK5mJXqet/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 19 Jun 2026 12:52:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO &#45; Soal laporan Lamria Simanullang atas kasus dugaan pengeroyokan, Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Wilson Manahan Panjaitan, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap pihak yang diduga terlibat permasalahan hukum secara objektif dan sesuai prosedur yang berlaku.“Setelah menerima laporan, kami melengkapi berkas pemeriksaan pendahuluan secara administrasi. Selanjutnya, kami telah memanggil pihak korban untuk dilakukan klarifikasi. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan,” ujar AKP Wilson.Ia menjelaskan bahwa mekanisme penanganan berbeda jika pihak yang dipanggil merupakan pejabat. Bagi warga biasa, pemanggilan dapat dilakukan secara langsung, sedangkan untuk pejabat secara prosedur memerlukan surat izin dari Gubernur. Namun, setelah dilakukan koordinasi, pihak yang dilaporkan yakni Rasiden Damanik menyatakan bersedia hadir tanpa menunggu izin resmi tersebut.“Minggu ini kami akan mengirimkan surat panggilan untuk keperluan klarifikasi. Alur prosesnya akan berlanjut: setelah penyelidikan selesai, akan diadakan rapat gelar perkara, kemudian dilanjutkan ke tahap penyidikan. Dari tahap penyidikan, akan ada penilaian ulang untuk menentukan status tersangka,” tambahnya.AKP Wilson menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tebang pilih sama siapapun yang bermasalah dengan hukum. “Kami bekerja mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tetap menjamin hak hukum setiap pihak. Penentuan bersalah atau tidaknya nanti sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan; tugas kepolisian hanya menjalankan proses hukum hingga selesai,” pungkasnya.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO - </strong>Soal laporan Lamria Simanullang atas kasus dugaan pengeroyokan, Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Wilson Manahan Panjaitan, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap pihak yang diduga terlibat permasalahan hukum secara objektif dan sesuai prosedur yang berlaku.<br><br>“Setelah menerima laporan, kami melengkapi berkas pemeriksaan pendahuluan secara administrasi. Selanjutnya, kami telah memanggil pihak korban untuk dilakukan klarifikasi. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan,” ujar AKP Wilson.<br><br>Ia menjelaskan bahwa mekanisme penanganan berbeda jika pihak yang dipanggil merupakan pejabat. Bagi warga biasa, pemanggilan dapat dilakukan secara langsung, sedangkan untuk pejabat secara prosedur memerlukan surat izin dari Gubernur. Namun, setelah dilakukan koordinasi, pihak yang dilaporkan yakni Rasiden Damanik menyatakan bersedia hadir tanpa menunggu izin resmi tersebut.<br><br>“Minggu ini kami akan mengirimkan surat panggilan untuk keperluan klarifikasi. Alur prosesnya akan berlanjut: setelah penyelidikan selesai, akan diadakan rapat gelar perkara, kemudian dilanjutkan ke tahap penyidikan. Dari tahap penyidikan, akan ada penilaian ulang untuk menentukan status tersangka,” tambahnya.<br><br>AKP Wilson menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tebang pilih sama siapapun yang bermasalah dengan hukum. “Kami bekerja mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tetap menjamin hak hukum setiap pihak. Penentuan bersalah atau tidaknya nanti sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan; tugas kepolisian hanya menjalankan proses hukum hingga selesai,” pungkasnya.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/soal-kasus-dugaan-pengeroyokan-polres-dairi-panggil-anggota-dprd-rasiden-damanik-pekan-ini_jdlzgFr0s8.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Gas Bumi Pertagas Dorong Industri Hilir, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: KEK Sei Mangkei Jadi Etalase Ekonomi Produktif</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/gas&#45;bumi&#45;pertagas&#45;dorong&#45;industri&#45;hilir&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;kek&#45;sei&#45;mangkei&#45;jadi&#45;etalase&#45;ekonomi&#45;produktif&#45;YUmD4a43sD/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/gas&#45;bumi&#45;pertagas&#45;dorong&#45;industri&#45;hilir&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;kek&#45;sei&#45;mangkei&#45;jadi&#45;etalase&#45;ekonomi&#45;produktif&#45;YUmD4a43sD/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 19 Jun 2026 05:20:11 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Sumut.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran merespons positif langkah Pertagas Group melalui PT Pertamina Gas dan PT Pertagas Niaga dalam memperkuat penyediaan energi gas bumi bagi pelaku industri di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Sumatra Utara.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumut.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif langkah Pertagas Group melalui PT Pertamina Gas dan PT Pertagas Niaga dalam memperkuat penyediaan energi gas bumi bagi pelaku industri di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Sumatra Utara.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan dukungan energi gas bumi bagi industri hilir merupakan bagian penting dari agenda besar pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.</p><p>“Langkah Pertagas dan PTGN di KEK Sei Mangkei ini harus dilihat sebagai kerja strategis yang mendukung hilirisasi, memperkuat investasi, dan membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih produktif,” ujar Tohom, Kamis (18/6/2026).</p><p>Menurut Tohom, keberhasilan PTGN melaksanakan proses Gas-In dan commissioning untuk PT Guthrie International Sei Mangkei Refinery menjadi sinyal positif bahwa kawasan industri strategis nasional semakin siap bergerak ke tahap produksi yang lebih kuat.</p><p>Ia menilai penyediaan gas bumi dengan volume sesuai kebutuhan pengujian utilitas pabrik menunjukkan bahwa infrastruktur energi tidak hanya hadir sebagai pasokan, tetapi juga sebagai penentu kesiapan operasional industri.</p><p>Tohom mengatakan industri hilir seperti pengolahan dan pemurnian kelapa sawit membutuhkan energi yang stabil, efisien, dan kompetitif agar mampu memberi nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.</p><p>“Gas bumi adalah energi transisi yang sangat relevan untuk kawasan industri karena mampu mendukung efisiensi biaya, menjaga kontinuitas produksi, dan memperkuat daya saing produk hilir Indonesia,” katanya.</p><p>Ia menilai masuknya pelanggan industri baru seperti GISMR di KEK Sei Mangkei memperlihatkan bahwa kawasan tersebut memiliki prospek besar sebagai pusat pertumbuhan industri berbasis sumber daya nasional.</p><p>Menurutnya, pasokan gas bumi kepada PT Evyap Sabun Indonesia yang lebih dulu berjalan juga menjadi bukti bahwa Pertagas Group mampu membangun ekosistem layanan energi yang terintegrasi bagi kebutuhan industri di kawasan tersebut.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan KEK Sei Mangkei harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan aglomerasi ekonomi baru di Sumatra Utara yang menghubungkan energi, industri, tenaga kerja, logistik, dan investasi.</p><p>Ia mengatakan keberadaan pipa interkoneksi yang dibangun Pertagas menuju area operasional GISMR menjadi bentuk nyata bahwa infrastruktur energi harus mengikuti arah pertumbuhan kawasan industri.</p><p>“Pembangunan pipa dan layanan gas bumi yang terintegrasi adalah fondasi penting agar KEK Sei Mangkei tidak hanya menjadi kawasan di atas peta, tetapi benar-benar hidup sebagai pusat produksi dan investasi,” ujar Tohom.</p><p>Menurut Tohom, sinergi Pertagas dan PTGN dalam penyediaan pasokan, pengelolaan komersial, serta penyaluran gas kepada pelanggan industri menunjukkan model kerja BUMN energi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.</p><p>Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintahan Prabowo-Gibran yang ingin memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah komoditas, dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.</p><p>Tohom mengatakan energi yang andal akan menjadi faktor pembeda dalam menarik investor karena pelaku industri membutuhkan kepastian pasokan sebelum menanamkan modal dalam skala besar.</p><p>“Investor tidak hanya melihat lahan dan insentif, tetapi juga menghitung kepastian energi, efisiensi produksi, dan kesiapan infrastruktur pendukung,” katanya.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran menilai keberadaan layanan gas bumi di KEK Sei Mangkei dapat mempercepat transformasi kawasan tersebut menjadi simpul industri hilir yang kompetitif dan berkelanjutan.</p><p>Tohom menambahkan bahwa Pertagas Group perlu terus didukung karena penguatan infrastruktur gas bumi akan memberi dampak luas terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas industri, dan pertumbuhan ekonomi regional.</p><p>“Kalau energi tersedia, industri bergerak, investasi masuk, dan masyarakat merasakan manfaatnya, maka di situlah pembangunan ekonomi benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujar Tohom.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/gas-bumi-pertagas-dorong-industri-hilir-martabat-prabowo-gibran-kek-sei-mangkei-jadi-etalase-ekonomi-produktif_Mq1mtAFGG8.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Polres Dairi Diduga Tak Transparan Tangani dan Abaikan Laporan Lamria, Langgar Konstitusi?</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/polres&#45;dairi&#45;diduga&#45;tak&#45;transparan&#45;tangani&#45;dan&#45;abaikan&#45;laporan&#45;lamria&#45;langgar&#45;konstitusi&#45;awhsR6F32d/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/polres&#45;dairi&#45;diduga&#45;tak&#45;transparan&#45;tangani&#45;dan&#45;abaikan&#45;laporan&#45;lamria&#45;langgar&#45;konstitusi&#45;awhsR6F32d/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 12:09:11 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO &#45; Proses hukum terhadap Rasiden Damanik, anggota DPRD Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam setelah dua laporan polisi yang diajukan justru berjalan tidak jelas. Laporan pertama bernomor LP/B/29/1/2026/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMUT tertanggal 21 Januari 2026 memuat dugaan penghinaan, pengancaman, dan pengerusakan. Hingga lebih dari empat bulan berlalu, laporan ini belum menunjukkan kemajuan proses yang pasti. Bahkan, kepolisian sempat membantah keberadaannya sebelum akhirnya menyatakan akan menelusuri ulang. Sementara itu, laporan kedua yang masuk pada Juni 2026 terkait dugaan pengeroyokan pun masih dalam tahap awal.Menyikapi ketidakjelasan ini, praktisi hukum Dedi Suheri SH menilai kondisi tersebut mencerminkan penanganan yang tidak profesional dan berpotensi melanggar aturan hukum yang berlaku, terutama sejak berlakunya Undang&#45;Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang&#45;Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP Baru).“Penundaan penanganan perkara tanpa alasan yang sah bukan lagi sekadar masalah administrasi. Aturan terbaru memberikan dasar hukum yang kuat bagi korban untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut,” tegas Dedi.Dasar Hukum Pengajuan PraperadilanBerdasarkan Pasal 158 KUHAP Baru, ruang lingkup permohonan praperadilan diperluas dibandingkan aturan lama. Pengadilan Negeri berwenang memeriksa dan memutus hal&#45;hal berikut:&#45; Sah atau tidaknya pelaksanaan upaya paksa&#45; Sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penuntutan&#45; Permintaan ganti rugi dan rehabilitasi&#45; Penyitaan barang yang tidak terkait tindak pidana&#45; Penundaan penanganan perkara tanpa alasan yang sah (huruf e)&#45; Penangguhan pembantaran penahanan“Jika laporan Januari 2026 benar&#45;benar mandek tanpa alasan yang jelas, korban melalui kuasa hukum dapat langsung mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Dairi. Tidak perlu menunggu diterbitkannya Surat Penghentian Penuntutan (SP3) secara formal,” jelasnya.Kesetaraan Hukum Tidak Boleh Tawar&#45;MenawarDedi mengingatkan bahwa kepolisian memiliki tugas mulia sesuai Pasal 13 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, yaitu memelihara keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi dan melayani masyarakat. Namun makna tugas ini hilang jika penerapannya dibedakan berdasarkan status sosial atau jabatan tersangka.Secara konstitusional, asas kesetaraan ditegaskan tegas dalam:&#45; Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945&#45; Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman&#45; Pasal 4 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia&#45; Pasal 26 Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (UU No.12/2005)“Prinsip no man above the law menegaskan tidak ada keistimewaan hukum bagi siapa pun. Status sebagai anggota DPRD tidak boleh membuat proses berjalan lambat. Jika ini terjadi, berarti kita sedang mengingkari konstitusi,” kritiknya.Langkah Hukum Ganda: Wassidik &amp; PraperadilanMenurut Dedi, sekadar meminta klarifikasi tidak cukup. Ada dua jalur hukum yang bisa ditempuh secara bersamaan:1. Laporan ke Fungsi Pengawasan Penyidikan (Wassidik)Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2025 dan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019, Wassidik memiliki kewenangan untuk:&#45; Melakukan pengawasan dan pendampingan teknis&#45; Memerintahkan gelar perkara ulang&#45; Mengaudit penyebab penundaan serta memberi rekomendasi tindak lanjutIsi laporan menegaskan bahwa laporan Januari 2026 belum memiliki status jelas sesuai Pasal 109 ayat (2) KUHAP, sehingga melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas.2. Pengajuan PraperadilanBerfungsi sebagai kontrol eksternal melalui lembaga peradilan, melengkapi pengawasan internal dari Wassidik. Keduanya bisa berjalan beriringan tanpa harus saling menunggu.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO -</strong> Proses hukum terhadap Rasiden Damanik, anggota DPRD Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam setelah dua laporan polisi yang diajukan justru berjalan tidak jelas. Laporan pertama bernomor LP/B/29/1/2026/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMUT tertanggal 21 Januari 2026 memuat dugaan penghinaan, pengancaman, dan pengerusakan. Hingga lebih dari empat bulan berlalu, laporan ini belum menunjukkan kemajuan proses yang pasti. Bahkan, kepolisian sempat membantah keberadaannya sebelum akhirnya menyatakan akan menelusuri ulang. Sementara itu, laporan kedua yang masuk pada Juni 2026 terkait dugaan pengeroyokan pun masih dalam tahap awal.<br><br>Menyikapi ketidakjelasan ini, praktisi hukum Dedi Suheri SH menilai kondisi tersebut mencerminkan penanganan yang tidak profesional dan berpotensi melanggar aturan hukum yang berlaku, terutama sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP Baru).<br><br>“Penundaan penanganan perkara tanpa alasan yang sah bukan lagi sekadar masalah administrasi. Aturan terbaru memberikan dasar hukum yang kuat bagi korban untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut,” tegas Dedi.<br><br>Dasar Hukum Pengajuan Praperadilan<br><br>Berdasarkan Pasal 158 KUHAP Baru, ruang lingkup permohonan praperadilan diperluas dibandingkan aturan lama. Pengadilan Negeri berwenang memeriksa dan memutus hal-hal berikut:<br><br>- Sah atau tidaknya pelaksanaan upaya paksa<br>- Sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penuntutan<br>- Permintaan ganti rugi dan rehabilitasi<br>- Penyitaan barang yang tidak terkait tindak pidana<br>- Penundaan penanganan perkara tanpa alasan yang sah (huruf e)<br>- Penangguhan pembantaran penahanan<br><br>“Jika laporan Januari 2026 benar-benar mandek tanpa alasan yang jelas, korban melalui kuasa hukum dapat langsung mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Dairi. Tidak perlu menunggu diterbitkannya Surat Penghentian Penuntutan (SP3) secara formal,” jelasnya.<br><br>Kesetaraan Hukum Tidak Boleh Tawar-Menawar<br><br>Dedi mengingatkan bahwa kepolisian memiliki tugas mulia sesuai Pasal 13 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, yaitu memelihara keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi dan melayani masyarakat. Namun makna tugas ini hilang jika penerapannya dibedakan berdasarkan status sosial atau jabatan tersangka.<br><br>Secara konstitusional, asas kesetaraan ditegaskan tegas dalam:<br><br>- Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945<br>- Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman<br>- Pasal 4 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia<br>- Pasal 26 Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (UU No.12/2005)<br><br>“Prinsip no man above the law menegaskan tidak ada keistimewaan hukum bagi siapa pun. Status sebagai anggota DPRD tidak boleh membuat proses berjalan lambat. Jika ini terjadi, berarti kita sedang mengingkari konstitusi,” kritiknya.<br><br>Langkah Hukum Ganda: Wassidik & Praperadilan<br><br>Menurut Dedi, sekadar meminta klarifikasi tidak cukup. Ada dua jalur hukum yang bisa ditempuh secara bersamaan:<br><br>1. Laporan ke Fungsi Pengawasan Penyidikan (Wassidik)<br>Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2025 dan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019, Wassidik memiliki kewenangan untuk:<br><br>- Melakukan pengawasan dan pendampingan teknis<br>- Memerintahkan gelar perkara ulang<br>- Mengaudit penyebab penundaan serta memberi rekomendasi tindak lanjut<br><br>Isi laporan menegaskan bahwa laporan Januari 2026 belum memiliki status jelas sesuai Pasal 109 ayat (2) KUHAP, sehingga melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas.<br><br>2. Pengajuan Praperadilan<br>Berfungsi sebagai kontrol eksternal melalui lembaga peradilan, melengkapi pengawasan internal dari Wassidik. Keduanya bisa berjalan beriringan tanpa harus saling menunggu.</p><p><strong>[Redaktur:Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/polres-dairi-diduga-tak-transparan-tangani-dan-abaikan-laporan-lamria-langgar-konstitusi_1gPRXkoI0m.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Ahmad Padang Angkat Bicara Terkait Kasus Anggota DPRD Dairi</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/ahmad&#45;padang&#45;angkat&#45;bicara&#45;terkait&#45;kasus&#45;anggota&#45;dprd&#45;dairi&#45;NlDLNXg6dq/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/ahmad&#45;padang&#45;angkat&#45;bicara&#45;terkait&#45;kasus&#45;anggota&#45;dprd&#45;dairi&#45;NlDLNXg6dq/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 17 Jun 2026 20:51:10 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Dairi menyatakan kekecewaannya yang mendalam terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Rasiden Damanik, anggota DPRD setempat. Ia menilai peristiwa ini sangat disayangkan, mengingat pejabat seharusnya menjadi teladan, bukan justru memberikan contoh buruk bagi masyarakat.“Kami sangat menyayangkan orang yang seharusnya menjadi penyambung aspirasi masyarakat justru diduga melakukan tindakan pidana, bahkan terhadap orang tua. Ini bukan cuma masalah pribadi, tapi bisa menjadi contoh buruk di tengah masyarakat,” ujar tokoh masyarakat tersebut.Ia meminta perhatian serius dari Polres Dairi agar setiap laporan dan pengaduan yang masuk disikapi dengan sungguh&#45;sungguh dan tidak dibiarkan berlarut&#45;larut. Menurutnya, kejelasan proses hukum sangat dibutuhkan agar masyarakat Kabupaten Dairi merasa aman dan nyaman.“Kepada Kapolres, saya minta perhatian penuh agar perkara ini ditangani sesuai jalur hukum yang berlaku. Jangan sampai kepercayaan publik makin menurun hanya karena pelakunya adalah anggota DPRD,” tegasnya.Lebih lanjut, ia juga meminta Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Dairi turun tangan. Lembaga tersebut dinilai wajib mendorong proses hukum berjalan lancar dan memastikan anggotanya tetap menjunjung tinggi nilai konstitusi serta aturan yang berlaku.“Tindakan yang diduga dilakukan Rasiden Damanik sangat merusak citra lembaga legislatif di mata masyarakat. Bagaimana mungkin seorang wakil rakyat justru terlibat perkara pidana, apalagi melibatkan orang tua?” kritiknya.Menyikapi kenyataan bahwa laporan polisi telah masuk sejak Januari 2026 namun belum menunjukkan kemajuan jelas, tokoh masyarakat ini menduga adanya perlakuan istimewa.“Seolah&#45;olah karena dia anggota DPRD, dia kebal atau kebal hukum. Ini tidak boleh dibiarkan. Kalau sudah duduk sebagai wakil rakyat, seharusnya paham betul aturan hukum. Tidak perlu diajari lagi seperti masyarakat awam,” tandasnya.Ia menegaskan agar penegak hukum bertindak tegas dan adil tanpa pandang status jabatan. “Proses harus berjalan sebagaimana mestinya, tidak ada pengecualian bagi siapa pun,” pungkasnya.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Dairi menyatakan kekecewaannya yang mendalam terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Rasiden Damanik, anggota DPRD setempat. Ia menilai peristiwa ini sangat disayangkan, mengingat pejabat seharusnya menjadi teladan, bukan justru memberikan contoh buruk bagi masyarakat.<br><br>“Kami sangat menyayangkan orang yang seharusnya menjadi penyambung aspirasi masyarakat justru diduga melakukan tindakan pidana, bahkan terhadap orang tua. Ini bukan cuma masalah pribadi, tapi bisa menjadi contoh buruk di tengah masyarakat,” ujar tokoh masyarakat tersebut.<br><br>Ia meminta perhatian serius dari Polres Dairi agar setiap laporan dan pengaduan yang masuk disikapi dengan sungguh-sungguh dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, kejelasan proses hukum sangat dibutuhkan agar masyarakat Kabupaten Dairi merasa aman dan nyaman.<br><br>“Kepada Kapolres, saya minta perhatian penuh agar perkara ini ditangani sesuai jalur hukum yang berlaku. Jangan sampai kepercayaan publik makin menurun hanya karena pelakunya adalah anggota DPRD,” tegasnya.<br><br>Lebih lanjut, ia juga meminta Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Dairi turun tangan. Lembaga tersebut dinilai wajib mendorong proses hukum berjalan lancar dan memastikan anggotanya tetap menjunjung tinggi nilai konstitusi serta aturan yang berlaku.<br><br>“Tindakan yang diduga dilakukan Rasiden Damanik sangat merusak citra lembaga legislatif di mata masyarakat. Bagaimana mungkin seorang wakil rakyat justru terlibat perkara pidana, apalagi melibatkan orang tua?” kritiknya.<br><br>Menyikapi kenyataan bahwa laporan polisi telah masuk sejak Januari 2026 namun belum menunjukkan kemajuan jelas, tokoh masyarakat ini menduga adanya perlakuan istimewa.<br><br>“Seolah-olah karena dia anggota DPRD, dia kebal atau kebal hukum. Ini tidak boleh dibiarkan. Kalau sudah duduk sebagai wakil rakyat, seharusnya paham betul aturan hukum. Tidak perlu diajari lagi seperti masyarakat awam,” tandasnya.<br><br>Ia menegaskan agar penegak hukum bertindak tegas dan adil tanpa pandang status jabatan. “Proses harus berjalan sebagaimana mestinya, tidak ada pengecualian bagi siapa pun,” pungkasnya.</p><p>Sebelumnya diberitakan seorang warga bernama Lamria Simanulang melaporkan peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan secara bersama-sama oleh Rasiden Damanik yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Dairi beserta istrinya, Masro Nainggolan. Kejadian berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 sekira pukul 13.00 WIB di Jalan Sidikalang–Dolok Sanggul, Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.<br><br>Menurut keterangan korban, peristiwa bermula sehari sebelumnya, tepatnya Senin 1 Juni 2026. Saat itu, Lamria mendatangi rumahnya dan mendapati tumpukan pakaian serta kayu bakar di area tersebut. Ia lalu bertanya kepada tetangga dan meminta barang-barang itu dipindahkan karena rumah tersebut akan segera ditempati. Tetangga tersebut menyatakan akan mengambil barangnya dalam waktu dekat.<br><br>Namun, keesokan harinya saat kembali ke lokasi, korban terkejut mendapati rumahnya telah digembok. Merasa haknya dilanggar, Lamria berusaha membuka gembok tersebut. Tak lama kemudian, datang Rasiden Damanik dan Masro Nainggolan yang langsung menanyakan tindakan korban. Terjadilah adu mulut, di mana korban menegaskan bahwa rumah itu adalah miliknya.<br><br>"Saya tanya kenapa rumah saya digembok, tapi Rasiden justru langsung menjambak rambut dan mencakar wajah saya. Istrinya juga ikut menjambak. Bahkan ada tetangga bermarga Simbolon yang ikut memegangi saya saat itu sehingga saya sulit bergerak," ungkap Lamria, Rabu (10/6/2026).<br><br>Akibat peristiwa tersebut, korban menderita luka di bagian pelipis sebelah kiri. Ia juga mengaku sempat diancam akan ditabrak kendaraan saat berusaha melepaskan diri. Karena merasa keselamatannya terancam, Lamria kemudian meninggalkan lokasi dan membuat laporan resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Dairi agar kasus ini ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, oknum anggota DPRD Dairi Rasiden Damanik belum memberikan keterangan resmi terkait korban yang melaporkan dirinya, WahanaNews.co telah berupaya mengonfirmasi namun belum memperoleh keterangan lebih lanjut.</p><p><strong>[Redaktur: Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/1781704645_44ad3bd6171257e6ad44.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Soal Laporan Lamria di Polres Dairi, Jangan Tutupi Kasus! Polisi Bisa Terancam Sanksi Pidana</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/soal&#45;lapoan&#45;lamria&#45;di&#45;polres&#45;dairi&#45;jangan&#45;tutupi&#45;kasus&#45;polisi&#45;bisa&#45;terancam&#45;sanksi&#45;pidana&#45;1bLdV9g8c5/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/soal&#45;lapoan&#45;lamria&#45;di&#45;polres&#45;dairi&#45;jangan&#45;tutupi&#45;kasus&#45;polisi&#45;bisa&#45;terancam&#45;sanksi&#45;pidana&#45;1bLdV9g8c5/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 17 Jun 2026 11:47:58 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Kepolisian ditegaskan harus menjalankan tugasnya secara adil, terbuka, dan transparan dalam menerima serta menindaklanjuti setiap laporan maupun pengaduan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dr (C) Eka Putra Zakran, SH MH atau yang akrab disapa EPZA, selaku Ketua Umum Advokat Negarawan Indonesia (ADNI).Menurut EPZA, tugas pokok kepolisian yang tertuang dalam Undang&#45;Undang Kepolisian adalah melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Amanah ini tidak boleh dikorbankan dalam situasi apa pun.“Polisi harus adil, terbuka, dan transparan dalam melayani setiap laporan atau pengaduan yang masuk. Itu sudah menjadi kewajiban konstitusional yang harus dijalankan secara konsisten,” tegasnya, Rabu (17/6/2026).Ia mengingatkan jajaran kepolisian agar tidak “bermain&#45;main” dalam menjalankan fungsi pelayanan hukum. Masalah penanganan laporan masyarakat harus menjadi perhatian penuh, baik bagi pimpinan maupun anggota di lapangan.Lebih lanjut, EPZA memperingatkan agar aparat tidak berusaha menutup&#45;nutupi kasus, menghilangkan data, atau menyembunyikan dokumen laporan pengaduan. Tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai kelalaian berat atau bahkan kesengajaan, yang berisiko menjerat pelakunya.“Jangan coba&#45;coba menutupi kasus atau menghilangkan bukti. Selain berpotensi dikenakan sanksi etik dan disiplin, tindakan tersebut juga bisa masuk ranah pidana jika terbukti melanggar hukum,” peringatannya.Ia menegaskan bahwa setiap perkara harus diproses secara terang&#45;benderang tanpa mengaburkan fakta. Penanganan laporan masyarakat wajib dilakukan dengan serius, benar, serta mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.Jika ditemukan indikasi penyimpangan, masyarakat atau pihak yang merasa dirugikan memiliki jalur pengawasan yang jelas.“Kalau ada indikasi penanganan yang tidak wajar, ada mekanisme pengaduan resmi ke Paminal selaku pengawas administrasi penyidikan, serta Propam yang bertugas mengawasi kode etik dan disiplin anggota kepolisian,” pungkas EPZA.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Kepolisian ditegaskan harus menjalankan tugasnya secara adil, terbuka, dan transparan dalam menerima serta menindaklanjuti setiap laporan maupun pengaduan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dr (C) Eka Putra Zakran, SH MH atau yang akrab disapa EPZA, selaku Ketua Umum Advokat Negarawan Indonesia (ADNI).<br><br>Menurut EPZA, tugas pokok kepolisian yang tertuang dalam Undang-Undang Kepolisian adalah melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Amanah ini tidak boleh dikorbankan dalam situasi apa pun.<br><br>“Polisi harus adil, terbuka, dan transparan dalam melayani setiap laporan atau pengaduan yang masuk. Itu sudah menjadi kewajiban konstitusional yang harus dijalankan secara konsisten,” tegasnya, Rabu (17/6/2026).<br><br>Ia mengingatkan jajaran kepolisian agar tidak “bermain-main” dalam menjalankan fungsi pelayanan hukum. Masalah penanganan laporan masyarakat harus menjadi perhatian penuh, baik bagi pimpinan maupun anggota di lapangan.<br><br>Lebih lanjut, EPZA memperingatkan agar aparat tidak berusaha menutup-nutupi kasus, menghilangkan data, atau menyembunyikan dokumen laporan pengaduan. Tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai kelalaian berat atau bahkan kesengajaan, yang berisiko menjerat pelakunya.<br><br>“Jangan coba-coba menutupi kasus atau menghilangkan bukti. Selain berpotensi dikenakan sanksi etik dan disiplin, tindakan tersebut juga bisa masuk ranah pidana jika terbukti melanggar hukum,” peringatannya.<br><br>Ia menegaskan bahwa setiap perkara harus diproses secara terang-benderang tanpa mengaburkan fakta. Penanganan laporan masyarakat wajib dilakukan dengan serius, benar, serta mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.<br><br>Jika ditemukan indikasi penyimpangan, masyarakat atau pihak yang merasa dirugikan memiliki jalur pengawasan yang jelas.<br><br>“Kalau ada indikasi penanganan yang tidak wajar, ada mekanisme pengaduan resmi ke Paminal selaku pengawas administrasi penyidikan, serta Propam yang bertugas mengawasi kode etik dan disiplin anggota kepolisian,” pungkas EPZA.</p><p>Sebelumnya diberitakan Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, AKP Wilson menegaskan pihaknya hanya mengetahui laporan Lamriah Simanullang hanya sekali yakni di bulan Juni 2026.</p><p>“Yang bulan 6 ada, yang bulan satu bukan dia (Rasiden Damanik) dilapor,” akunya.<br><br>Setelah pihak redaksi menjelaskan adanya catatan laporan sejak Januari 2026, Kasat Reskrim berjanji menelusuri ulang data tersebut.</p><p>“Nanti lah saya cek,” ucapnya, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi tambahan maupun pernyataan perbaikan dari AKP Wilson terkait hal itu.<br><br>Pernyataan tersebut dibantah tegas oleh Abdi Manullang. Ia menegaskan kliennya memang sudah melapor sejak awal tahun dan melampirkan dokumen resmi sebagai pembuktian.<br><br>“Klien saya pernah juga melaporkan Rasiden Damanik pada bulan Januari 2026 yang lalu,” ujar Abdi.<br><br>Selain surat laporan dibulan Juni 2026, salinan surat yang diserahkan memperlihatkan nomor dan tanggal laporan yang jelas: LP/B/29/1/2026/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 21 Januari 2026.<br><br>Fakta ini menimbulkan pertanyaan mendasar bagi publik: apakah ada kelalaian dalam pencatatan administrasi, atau laporan tersebut belum terproses sebagaimana mestinya? Perbedaan keterangan antara pejabat kepolisian dan bukti dokumen resmi menjadi catatan penting terkait transparansi dan ketelitian penanganan perkara di wilayah hukum Dairi. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan kejelasan lebih lanjut.</p><p><strong>[Redaktur:Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/soal-lapoan-lamria-di-polres-dairi-jangan-tutupi-kasus-polisi-bisa-terancam-sanksi-pidana_JdYk09dfzU.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Trail of The Kings Sukses Digelar, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Danau Toba Layak Jadi Panggung Dunia</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/trail&#45;of&#45;the&#45;kings&#45;sukses&#45;digelar&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;danau&#45;toba&#45;layak&#45;jadi&#45;panggung&#45;dunia&#45;p99VbJyJHt/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/trail&#45;of&#45;the&#45;kings&#45;sukses&#45;digelar&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;danau&#45;toba&#45;layak&#45;jadi&#45;panggung&#45;dunia&#45;p99VbJyJHt/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 17 Jun 2026 05:20:51 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Sumut.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Trail of The Kings Lake Toba &#45; Indonesia pada 12–14 Juni 2026 di kawasan Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumut.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Trail of The Kings Lake Toba - Indonesia pada 12–14 Juni 2026 di kawasan Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.</p><p>Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia.</p><p>Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan keberhasilan Sumatera Utara menggelar ajang lari lintas alam internasional tersebut membuktikan bahwa Danau Toba memiliki daya saing global, bukan hanya dari sisi keindahan alam, tetapi juga kesiapan menjadi panggung sport tourism berkelas dunia.</p><p>“Trail of The Kings Lake Toba - Indonesia adalah bukti bahwa Danau Toba bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga arena prestasi, diplomasi budaya, dan penggerak ekonomi rakyat,” ujar Tohom, Selasa (16/6/2026).</p><p>Menurut Tohom, sport tourism merupakan salah satu pintu masuk strategis untuk memperluas dampak ekonomi pariwisata karena mampu menggerakkan hotel, transportasi, UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, pemandu lokal, hingga promosi daerah secara berkelanjutan.</p><p>“Ketika pelari dari berbagai negara datang ke Danau Toba, mereka tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga membawa cerita, pengalaman, foto, video, dan jaringan promosi yang nilainya sangat besar bagi pariwisata Indonesia,” kata Tohom.</p><p>Ia menilai keikutsertaan Trail of The Kings Lake Toba - Indonesia sebagai bagian dari Ultra-Trail du Mont-Blanc 2026 Seri Dunia menjadi sinyal kuat bahwa Danau Toba semakin diakui dalam kalender olahraga internasional.</p><p>“Masuk dalam jejaring event dunia seperti UMTB adalah peluang emas, sehingga pemerintah daerah, pelaku pariwisata, komunitas olahraga, dan masyarakat lokal harus menjaga kualitas penyelenggaraan agar Danau Toba terus dipercaya menjadi tuan rumah event global,” ucapnya.</p><p>Ajang Trail of The Kings Lake Toba - Indonesia digelar di Waterfront City, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dan melombakan enam kategori, yakni 100 kilometer, 60 kilometer, 28 kilometer, 10 kilometer, 5 kilometer, serta kategori anak-anak.</p><p>Dalam kategori 100 kilometer, pelari asal Jepang Hiroyuki Matsuda menjadi juara pertama dengan catatan waktu 12 jam 45 menit 22 detik, disusul pelari Indonesia Sobari Herdiana dengan waktu 13 jam 02 menit 26 detik, dan Priya Rai dengan waktu 13 jam 17 menit 18 detik.</p><p>Untuk kategori 60 kilometer, pelari Indonesia Yusri Nanda menjadi yang tercepat dengan waktu 7 jam 30 menit 17 detik, disusul Hardiman Purba dengan waktu 8 jam 9 menit 32 detik, dan Jiahan Ma dari China dengan waktu 8 jam 46 menit 25 detik.</p><p>Tohom mengatakan keberhasilan atlet Indonesia bersaing di ajang tersebut juga menjadi pesan positif bahwa sport tourism dapat sekaligus menjadi ruang pembinaan prestasi olahraga nasional.</p><p>“Event seperti ini harus dilihat sebagai ekosistem, karena di dalamnya ada pariwisata, olahraga, promosi daerah, pemberdayaan masyarakat, dan kebanggaan nasional,” ujar Tohom.</p><p>Ia menilai testimoni Hiroyuki Matsuda yang mengaku terpukau dengan keindahan Danau Toba dan berencana kembali membawa orang lain untuk mengikuti perlombaan serupa merupakan promosi internasional yang sangat kuat.</p><p>“Pernyataan pelari internasional yang ingin kembali ke Danau Toba adalah promosi organik yang tidak ternilai, karena pengalaman langsung peserta sering kali lebih meyakinkan daripada kampanye promosi biasa,” katanya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan Danau Toba sebagai destinasi sport tourism harus ditopang konektivitas wilayah, penataan kawasan, kebersihan, akses transportasi, kualitas homestay, serta kesiapan layanan publik di sekitar destinasi.</p><p>“Danau Toba harus dikelola dengan visi kawasan, karena wisatawan tidak hanya datang ke satu titik lomba, tetapi bergerak melalui jaringan jalan, pelabuhan, penginapan, ruang publik, desa wisata, dan pusat ekonomi lokal,” ucap Tohom.</p><p>Menurutnya, keberhasilan event internasional tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus dilanjutkan dengan agenda tahunan yang konsisten, kurasi rute yang aman, promosi digital yang agresif, serta pelibatan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.</p><p>“Kalau event ini dirawat dengan standar internasional, Danau Toba bisa menjadi salah satu ikon sport tourism Asia yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Sumatera Utara,” ujar Tohom.</p><p>Ia juga menilai suksesnya penyelenggaraan Trail of The Kings Lake Toba - Indonesia sejalan dengan semangat pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat pemerataan pembangunan, dan mengangkat potensi lokal ke panggung global.</p><p>“MARTABAT Prabowo-Gibran melihat Danau Toba sebagai aset strategis bangsa yang harus terus didorong menjadi pusat pertumbuhan baru berbasis pariwisata, budaya, olahraga, dan ekonomi rakyat,” kata Tohom.</p><p>Tohom berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah kabupaten sekitar Danau Toba, BUMN, swasta, komunitas olahraga, dan masyarakat adat dapat memperkuat kolaborasi agar event internasional serupa semakin banyak digelar di kawasan tersebut.</p><p>“Danau Toba punya lanskap, budaya, sejarah, dan energi masyarakat yang luar biasa, sehingga tugas kita adalah memastikan semua potensi itu dikelola profesional, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.</p><p>Dengan suksesnya Trail of The Kings Lake Toba - Indonesia, MARTABAT Prabowo-Gibran menilai Sumatera Utara telah menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah event internasional sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata olahraga unggulan Indonesia.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/trail-of-the-kings-sukses-digelar-martabat-prabowo-gibran-danau-toba-layak-jadi-panggung-dunia_7iv8C6ePrM.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Dekat Polresta Deli Serdang &amp; Sudah Didemo, Judi Rolet di Jalan Tengku Fahrudin Lubuk Pakam Seolah Kebal Hukum</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/dekat&#45;polresta&#45;deli&#45;serdang&#45;sudah&#45;didemo&#45;judi&#45;rolet&#45;di&#45;jalan&#45;tengku&#45;fahrudin&#45;lubuk&#45;pakam&#45;seolah&#45;kebal&#45;hukum&#45;tNtyZuC54q/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/dekat&#45;polresta&#45;deli&#45;serdang&#45;sudah&#45;didemo&#45;judi&#45;rolet&#45;di&#45;jalan&#45;tengku&#45;fahrudin&#45;lubuk&#45;pakam&#45;seolah&#45;kebal&#45;hukum&#45;tNtyZuC54q/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 17:57:47 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO — Aktivitas perjudian jenis tembak ikan dan rolet di kawasan Jalan Tengku Fahrudin, Kelurahan Tanjung Garbus Satu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, masih berjalan aktif meskipun baru saja menjadi sorotan aksi unjuk rasa mahasiswa beberapa hari lalu. Keanehan makin terasa karena lokasi judi itu hanya berjarak sekitar 7 menit tempuh kendaraan bermotor dari kantor pusat Polresta Deli Serdang.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO —</strong> Aktivitas perjudian jenis tembak ikan dan rolet di kawasan Jalan Tengku Fahrudin, Kelurahan Tanjung Garbus Satu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, masih berjalan aktif meskipun baru saja menjadi sorotan aksi unjuk rasa mahasiswa beberapa hari lalu. Keanehan makin terasa karena lokasi judi itu hanya berjarak sekitar 7 menit tempuh kendaraan bermotor dari kantor pusat Polresta Deli Serdang.</p><p>Informasi yang dihimpun judi tembak ikan dan rolet tersebut dikabarkan milik yang akrab disapa Ahing. Dan sebelum berada di lokasi tersebut, judi tembak ikan dan rolet itu pernah buka di Jalan Bakaran Batu.<br><br>Beberapa hari sebelumnya, kelompok mahasiswa melakukan demonstrasi di depan kantor Polda Sumatera Utara. Dalam tuntutannya, mereka meminta penutupan total lokasi judi tersebut sekaligus mendesak pencopotan Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang.&nbsp;<br><br>Pantauan di lapangan menunjukkan tempat tersebut masih beroperasi pada siang hingga malam hari. Pengunjung datang dan pergi dengan bebas, seolah tidak terpengaruh aksi protes maupun kedekatan letak dengan aparat. Warga sekitar mengaku bingung.</p><p>“Kalau jaraknya cuma 7 menit jika kita lihat dari map google, kenapa sampai ada demo di Polda pun tempat ini belum ditutup? Ini pertanyaan besar soal ketegasan hukum di sini,” ujar salah satu warga yang enggan disebut nama, Senin (15/6/2026).<br><br>Kasus ini memperkuat isu yang sering muncul di Sumut: praktik judi termasuk rolet dan tembak‑ikan sering kali bertahan meskipun sudah dilaporkan atau didemo publik. Sorotan utama kini tertuju pada tindak lanjut dari Polda Sumut dan kepemimpinan Polresta Deli Serdang atas tuntutan mahasiswa serta keberadaan lokasi judi yang sangat dekat pusat komando keamanan.<br><br>Hingga berita diturunkan, belum ada tanggapan resmi tertulis dari Polresta Deli Serdang terkait kelanjutan tuntutan mahasiswa dan penindakan di lokasi tersebut. Masyarakat berharap janji keadilan tidak berhenti di jalan demonstrasi saja.</p><p><strong>[Redaktur:Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/dekat-polresta-deli-serdang-sudah-didemo-judi-rolet-di-jalan-tengku-fahrudin-lubuk-pakam-seolah-kebal-hukum_6BzhfLow1E.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Gawat..Lamria Simanullang Dua Kali Laporkan Rasiden Damanik, Polres Dairi Akui Hanya Sekali</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/gawatlamria&#45;simanullang&#45;dua&#45;kali&#45;laporkan&#45;rasiden&#45;damanik&#45;polres&#45;dairi&#45;akui&#45;hanya&#45;sekali&#45;HQB2oBBW5K/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/gawatlamria&#45;simanullang&#45;dua&#45;kali&#45;laporkan&#45;rasiden&#45;damanik&#45;polres&#45;dairi&#45;akui&#45;hanya&#45;sekali&#45;HQB2oBBW5K/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 11:14:31 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO –Ternyata terjadi ketidaksesuaian informasi terkait jumlah laporan yang diajukan Lamria Simanullang terhadap Rasiden Damanik di Polres Dairi. Kasat Reskrim AKP Wilson M Panjaitan menyatakan hanya ada satu laporan, yakni dugaan pengeroyokan bersama Rasiden Damanik dan Masro Nainggolan pada Juni 2026. Sementara kuasa hukum korban, Abdi Manullang SH, menunjukkan bukti tertulis bahwa laporan sebenarnya sudah masuk dua kali sejak awal tahun.Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, AKP Wilson menegaskan pihaknya hanya mengetahui laporan Lamriah Simanullang hanya sekali yakni di bulan Juni 2026.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong>Ternyata terjadi ketidaksesuaian informasi terkait jumlah laporan yang diajukan Lamria Simanullang terhadap Rasiden Damanik di Polres Dairi. Kasat Reskrim AKP Wilson M Panjaitan menyatakan hanya ada satu laporan, yakni dugaan pengeroyokan bersama Rasiden Damanik dan Masro Nainggolan pada Juni 2026. Sementara kuasa hukum korban, Abdi Manullang SH, menunjukkan bukti tertulis bahwa laporan sebenarnya sudah masuk dua kali sejak awal tahun.<br><br>Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, AKP Wilson menegaskan pihaknya hanya mengetahui laporan Lamriah Simanullang hanya sekali yakni di bulan Juni 2026.</p><p>“Yang bulan 6 ada, yang bulan satu bukan dia (Rasiden Damanik) dilapor,” akunya.<br><br>Setelah pihak redaksi menjelaskan adanya catatan laporan sejak Januari 2026, Kasat Reskrim berjanji menelusuri ulang data tersebut.</p><p>“Nanti lah saya cek,” ucapnya, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi tambahan maupun pernyataan perbaikan dari AKP Wilson terkait hal itu.<br><br>Pernyataan tersebut dibantah tegas oleh Abdi Manullang. Ia menegaskan kliennya memang sudah melapor sejak awal tahun dan melampirkan dokumen resmi sebagai pembuktian.<br><br>“Klien saya pernah juga melaporkan Rasiden Damanik pada bulan Januari 2026 yang lalu,” ujar Abdi.<br><br>Selain surat laporan dibulan Juni 2026, salinan surat yang diserahkan memperlihatkan nomor dan tanggal laporan yang jelas: LP/B/29/1/2026/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 21 Januari 2026.<br><br>Fakta ini menimbulkan pertanyaan mendasar bagi publik: apakah ada kelalaian dalam pencatatan administrasi, atau laporan tersebut belum terproses sebagaimana mestinya? Perbedaan keterangan antara pejabat kepolisian dan bukti dokumen resmi menjadi catatan penting terkait transparansi dan ketelitian penanganan perkara di wilayah hukum Dairi. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan kejelasan lebih lanjut.</p><p><strong>[Redaktur:Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/gawatlamria-simanullang-dua-kali-laporkan-rasiden-damanik-polres-dairi-akui-hanya-sekali_70mMU5D34j.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Kapolres Pelabuhan Belawan Diduga Lindungi Judi GBM99, LSM GPI : Tutup dan Tangkap Bandarnya Atau Mundur dari Jabatan</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/kapolres&#45;pelabuhan&#45;belawan&#45;diduga&#45;lindungi&#45;judi&#45;gbm99&#45;lsm&#45;gpi&#45;tutup&#45;dan&#45;tangkap&#45;bandarnya&#45;atau&#45;mundur&#45;dari&#45;jabatan&#45;x3QN3MGfvK/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/kapolres&#45;pelabuhan&#45;belawan&#45;diduga&#45;lindungi&#45;judi&#45;gbm99&#45;lsm&#45;gpi&#45;tutup&#45;dan&#45;tangkap&#45;bandarnya&#45;atau&#45;mundur&#45;dari&#45;jabatan&#45;x3QN3MGfvK/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 13 Jun 2026 19:23:30 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Viralnya lokasi judi tembak ikan dan rolet GBM99 di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan seolah tak mengganggu ketenangan AKBP Rosef Efendi. Meski sudah luas diberitakan media online dan media sosial, respons kepolisian terasa tak ada. Hal ini memicu pertanyaan tajam: apakah kredibilitas dan profesionals sebagai penegak hukum masih dipegang teguh?Berdasarkan data yang dihimpun, titik operasional GBM99 &amp;nbsp;salah satunya di Jalan M. Basir di Komplek Marelan Point, hingga kini masih bebas beroperasi.Warga pun mulai ragu. Salah satu warga, Bang Wan, menyayangkan ketidaktanggapan pihak berwajib meski kasus sudah viral. Salah satu lokasi yang jelas terlihat, yaitu di Jalan M. Basir, Komplek Marelan Point, masih beroperasi dengan leluasa.“Sudah viral, tapi tak ada tindakan. Bagaimana kami bisa percaya? Polisi katanya pembasmi kejahatan, padahal judi GBM99 jelas tindak pidana. Kondisi ini sungguh memprihatinkan,” ujarnya sinis.Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Peduli Indonesia (GPI) Frisdarwin mengatakan dugaan ada perlindungan terselubung sehingga Judi tembak GBM99 tetap beroperasi.“Fakta bahwa judi GBM99 tetap berjalan meski dibahas luas, menimbulkan dugaan kuat Kapolres Pelabuhan Belawan membekingi kegiatan ini. Keheningan AKBP Rosef Efendi diduga menjadi bukti paling nyata,” tegasnya tajam.Ia menekan agar seluruh tempat judi segera ditutup. “Tutup dan tangkap bandarnya, kalau tidak segera ditindak, dugaan tuduhan melindungi bandar judi makin sulit dibantah,” tambahnya.Jika kondisi tak berubah, Frisdarwin minta Kapolda Sumatera Utara segera mengganti AKBP Rosef Efendi. Menurutnya, ketidakmampuan menutup dan menangkap bandar judi GBM99 telah merusak nama baik kepolisian.“Kami minta Kapoldasu bertindak. Jika Kapolres Pelabuhan Belawan tak mampu mengendalikan wilayahnya, jabatan perlu diperbarui dan diganti Kapolresnya demi harga diri kepolisian, jadi Kapolres harus berani tindak tegas segala kejahatan termasuk perjudian” tuntutnya tegas.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari AKBP Rosef Efendi maupun jajaran Polres Pelabuhan Belawan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Viralnya lokasi judi tembak ikan dan rolet GBM99 di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan seolah tak mengganggu ketenangan AKBP Rosef Efendi. Meski sudah luas diberitakan media online dan media sosial, respons kepolisian terasa tak ada. Hal ini memicu pertanyaan tajam: apakah kredibilitas dan profesionals sebagai penegak hukum masih dipegang teguh?<br><br>Berdasarkan data yang dihimpun, titik operasional GBM99 &nbsp;salah satunya di Jalan M. Basir di Komplek Marelan Point, hingga kini masih bebas beroperasi.<br><br>Warga pun mulai ragu. Salah satu warga, Bang Wan, menyayangkan ketidaktanggapan pihak berwajib meski kasus sudah viral. Salah satu lokasi yang jelas terlihat, yaitu di Jalan M. Basir, Komplek Marelan Point, masih beroperasi dengan leluasa.<br><br>“Sudah viral, tapi tak ada tindakan. Bagaimana kami bisa percaya? Polisi katanya pembasmi kejahatan, padahal judi GBM99 jelas tindak pidana. Kondisi ini sungguh memprihatinkan,” ujarnya sinis.<br><br>Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Peduli Indonesia (GPI) Frisdarwin mengatakan dugaan ada perlindungan terselubung sehingga Judi tembak GBM99 tetap beroperasi.<br><br>“Fakta bahwa judi GBM99 tetap berjalan meski dibahas luas, menimbulkan dugaan kuat Kapolres Pelabuhan Belawan membekingi kegiatan ini. Keheningan AKBP Rosef Efendi diduga menjadi bukti paling nyata,” tegasnya tajam.<br><br>Ia menekan agar seluruh tempat judi segera ditutup. “Tutup dan tangkap bandarnya, kalau tidak segera ditindak, dugaan tuduhan melindungi bandar judi makin sulit dibantah,” tambahnya.<br><br>Jika kondisi tak berubah, Frisdarwin minta Kapolda Sumatera Utara segera mengganti AKBP Rosef Efendi. Menurutnya, ketidakmampuan menutup dan menangkap bandar judi GBM99 telah merusak nama baik kepolisian.<br><br>“Kami minta Kapoldasu bertindak. Jika Kapolres Pelabuhan Belawan tak mampu mengendalikan wilayahnya, jabatan perlu diperbarui dan diganti Kapolresnya demi harga diri kepolisian, jadi Kapolres harus berani tindak tegas segala kejahatan termasuk perjudian” tuntutnya tegas.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari AKBP Rosef Efendi maupun jajaran Polres Pelabuhan Belawan.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/kapolres-pelabuhan-belawan-diduga-lindungi-judi-gbm99-lsm-gpi-tutup-dan-tangkap-bandarnya-atau-mundur-dari-jabatan_12pQYWO40m.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Terungkap, Sebelumnya Lamria Simanullang Pernah Malaporkan Rasiden Damanik ke Polisi, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya!</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/terungkap&#45;sebelumnya&#45;lamria&#45;manullang&#45;pernah&#45;malaporkan&#45;rasiden&#45;damanik&#45;ke&#45;polisi&#45;ini&#45;penjelasan&#45;kuasa&#45;hukumnya&#45;z25dyx07vN/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/terungkap&#45;sebelumnya&#45;lamria&#45;manullang&#45;pernah&#45;malaporkan&#45;rasiden&#45;damanik&#45;ke&#45;polisi&#45;ini&#45;penjelasan&#45;kuasa&#45;hukumnya&#45;z25dyx07vN/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 13 Jun 2026 13:24:38 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Terungkap, kasus yang menimpa Lamria Simanullang yang diduga dilakukan Rasiden Damanik yang diketahui sebagai anggota DPRD Dairi bukanlah kejadian yang pertama, Ternyata sudah berulang kali ia menjadi sasaran dugaan perbuatan buruk yang diduga dilakukan Rasiden Damanik.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Terungkap, kasus yang menimpa Lamria Simanullang yang diduga dilakukan Rasiden Damanik yang diketahui sebagai anggota DPRD Dairi bukanlah kejadian yang pertama, Ternyata sudah berulang kali ia menjadi sasaran dugaan perbuatan buruk yang diduga dilakukan Rasiden Damanik.</p><p>Hingga kini, laporannya masih berjalan lambat, menurut penjelasan Kuasa Hukum korban Abdi Manullang, masalah ini sudah dimulai sejak 21 Januari 2026. Saat itu, Lamria Simanullang telah melaporkan Rasiden Damanik ke kepolisian atas dugaan penghinaan, pengancaman, hingga pengerusakan rumah miliknya. Namun sayangnya, laporan tersebut dinilai masih berjalan di tempat tanpa perkembangan yang jelas hingga saat ini.<br><br>Luka itu pun terasa makin dalam ketika 2 Juni 2026, kliennya kembali mengalami peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan bersama oleh Rasiden Damanik beserta istrinya, kejadian ini pun telah dilaporkan ke Polres Dairi.<br><br>"Kesewenang‑wenangan ini sudah terjadi berkali‑kali. Kami menduga karena yang bersangkutan menjabat sebagai anggota DPRD sekaligus ketua partai, timbul anggapan dirinya kebal hukum. Hal ini nyata terlihat dari laporan pertama yang belum juga bergerak maju," ujar Abdi dengan nada prihatin, Jumat (12/6/2026).<br><br>Pihak pengacara pun meminta Satreskrim Polres Dairi tidak bersikap tebang pilih dalam menangani perkara ini. Penanganan diharapkan dilakukan secara profesional, cepat, dan tegas agar rasa keadilan yang dirasakan korban yang sudah lama menderita tidak semakin terabaikan.</p><p>Saat dikonfirmasi Anggota DPRD Dairi, Rasiden Damanik, Sabtu (13/6/2026) hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi.</p><p><strong>[Redaktur:Roy]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/terungkap-sebelumnya-lamria-manullang-pernah-malaporkan-rasiden-damanik-ke-polisi-ini-penjelasan-kuasa-hukumnya_MPrm8EGsFR.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>AKBP Rosef Efendi Diduga Tak Berkutik: Judi GBM99 Menggurita di Belawan Seolah Legal</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/akbp&#45;rosef&#45;efendi&#45;diduga&#45;tak&#45;berkutik&#45;judi&#45;gbm99&#45;menggurita&#45;di&#45;belawan&#45;seolah&#45;legal&#45;bbpC05ze35/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/akbp&#45;rosef&#45;efendi&#45;diduga&#45;tak&#45;berkutik&#45;judi&#45;gbm99&#45;menggurita&#45;di&#45;belawan&#45;seolah&#45;legal&#45;bbpC05ze35/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 12 Jun 2026 16:23:00 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Judi tembak ikan GBM99 ternyata beroperasi di banyak titik dalam wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Hal ini memicu keterkejutan masyarakat sekaligus menimbulkan krisis kepercayaan terhadap kinerja kepolisian di bawah pimpinan AKBP Rosef Efendi Muali. Publik pun berharap Polda Sumatera Utara turun tangan memberantas perjudian yang marak terjadi di wilayah tersebut.Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi operasional judi tembak ikan GBM99 tersebar di sejumlah titik, antara lain: Jalan Utama Gang Sawit, Helvetia Pasar 8, Jalan Pasar 9, Lahan Garapan, Jalan Beringin, Garapan Pasar 10, Simpang Martubung (Depan SPBU), Jalan Serantai &amp; Jalan Toucit, Jalan Benteng/Terjun Jembatan, Jalan Inspeksi (Pinggir Sungai), Jalan Kapten Rahman Budin, Pasar 5 Marelan, Jalan Tanjung Mulia (Depan RS Mitra Medika), Jalan Simpang Kayu Putih, Jalan Kebon Bunder, Pasar V, Jalan M. Basir, serta Komplek Marelan Point.Salah satu warga, Bardi, menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja Polres Pelabuhan Belawan. Menurutnya, praktik judi tembak ikan GBM99 milik Cici dan HN sudah lama terlihat beroperasi bebas tanpa ada tindakan tegas.“Sudah berkali‑kali kami kecewa melihat kondisi ini. Coba lihat sendiri, berapa banyak lokasi yang ada? Apa tindakan polisi di sini? Seolah diam saja, tidak ada yang diberantas,” ungkapnya, Jumat (12/6/2026).“Terkait judi tembak ikan, apa sebenarnya tugas polisi di sini? Kenapa judi seolah‑olah dianggap sah padahal jelas‑jelas tindak pidana. Kalau begini terus, mending wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan saja resmi jadi kota judi, supaya kami tahu ini bukan kegiatan ilegal,” tambahnya.Keluhan serupa datang dari seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya. Ia mengakui keberadaan tempat judi merusak keharmonisan keluarga. Suaminya sering menghabiskan seluruh penghasilan di lokasi Jalan M. Basir, Komplek Marelan Point.“Hampir setiap hari kami bertengkar. Uang hasil kerja suami ku habis untuk judi tembak ikan. Saya dan anak&#45;anak sampai sering tidak makan, dan nyaris bercerai. Suami seolah buta akan tanggung jawab pada anak‑anak. Tolong polisi terutama bapak Kapolda Sumut agar berantas judi ini, sudah tak mampu lagi Kapolres Pelabuhan Belawan,” pintanya.Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi Muali belum memberikan tanggapan atau keterangan resmi terkait laporan tersebut.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Judi tembak ikan GBM99 ternyata beroperasi di banyak titik dalam wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Hal ini memicu keterkejutan masyarakat sekaligus menimbulkan krisis kepercayaan terhadap kinerja kepolisian di bawah pimpinan AKBP Rosef Efendi Muali. Publik pun berharap Polda Sumatera Utara turun tangan memberantas perjudian yang marak terjadi di wilayah tersebut.<br><br>Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi operasional judi tembak ikan GBM99 tersebar di sejumlah titik, antara lain: Jalan Utama Gang Sawit, Helvetia Pasar 8, Jalan Pasar 9, Lahan Garapan, Jalan Beringin, Garapan Pasar 10, Simpang Martubung (Depan SPBU), Jalan Serantai & Jalan Toucit, Jalan Benteng/Terjun Jembatan, Jalan Inspeksi (Pinggir Sungai), Jalan Kapten Rahman Budin, Pasar 5 Marelan, Jalan Tanjung Mulia (Depan RS Mitra Medika), Jalan Simpang Kayu Putih, Jalan Kebon Bunder, Pasar V, Jalan M. Basir, serta Komplek Marelan Point.<br><br>Salah satu warga, Bardi, menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja Polres Pelabuhan Belawan. Menurutnya, praktik judi tembak ikan GBM99 milik Cici dan HN sudah lama terlihat beroperasi bebas tanpa ada tindakan tegas.<br><br>“Sudah berkali‑kali kami kecewa melihat kondisi ini. Coba lihat sendiri, berapa banyak lokasi yang ada? Apa tindakan polisi di sini? Seolah diam saja, tidak ada yang diberantas,” ungkapnya, Jumat (12/6/2026).<br><br>“Terkait judi tembak ikan, apa sebenarnya tugas polisi di sini? Kenapa judi seolah‑olah dianggap sah padahal jelas‑jelas tindak pidana. Kalau begini terus, mending wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan saja resmi jadi kota judi, supaya kami tahu ini bukan kegiatan ilegal,” tambahnya.<br><br>Keluhan serupa datang dari seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya. Ia mengakui keberadaan tempat judi merusak keharmonisan keluarga. Suaminya sering menghabiskan seluruh penghasilan di lokasi Jalan M. Basir, Komplek Marelan Point.<br><br>“Hampir setiap hari kami bertengkar. Uang hasil kerja suami ku habis untuk judi tembak ikan. Saya dan anak-anak sampai sering tidak makan, dan nyaris bercerai. Suami seolah buta akan tanggung jawab pada anak‑anak. Tolong polisi terutama bapak Kapolda Sumut agar berantas judi ini, sudah tak mampu lagi Kapolres Pelabuhan Belawan,” pintanya.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi Muali belum memberikan tanggapan atau keterangan resmi terkait laporan tersebut.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/akbp-rosef-efendi-diduga-tak-berkutik-judi-gbm99-menggurita-di-belawan-seolah-legal_16dURyj1d4.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Polisi Panggil Korban Pengeroyokan yang Diduga Dilakukan Anggota DPRD Dairi</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/polisi&#45;panggil&#45;korban&#45;pengeroyokan&#45;yang&#45;diduga&#45;dilakukan&#45;anggota&#45;dprd&#45;dairi&#45;8ZAQH8G60f/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/polisi&#45;panggil&#45;korban&#45;pengeroyokan&#45;yang&#45;diduga&#45;dilakukan&#45;anggota&#45;dprd&#45;dairi&#45;8ZAQH8G60f/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 12 Jun 2026 10:18:13 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Soal laporan Lamria Simanulang ke Polisi atas dugaan penganiayaan bersama yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Dairi bersama istri dan tetangga korban, hari ini Jumat (12/6/2026), Polres Dairi akan memanggil korban untuk dimintai keterangan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Soal laporan Lamria Simanulang ke Polisi atas dugaan penganiayaan bersama yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Dairi bersama istri dan tetangga korban, hari ini Jumat (12/6/2026), Polres Dairi akan memanggil korban untuk dimintai keterangan.</p><p>Informasi yang dihimpun Lamriah Simanulang adalah korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum DPRD Dairi bersama istrinya dan tetangga korban sendiri, tak terima atas apa yang dilakukan para pelapor, korban melaporkan nya ke polres Dairi.</p><p>Kasie Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan dan pelapor akan dimintai keterangan.</p><p>"Terkait perkembangan kasus tersebut masih dalam penyelidikan, dan untuk korban Hari jumat akan dilakukan pemeriksaan," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (11/6/2026).</p><p>Hal ini dibenarkan oleh korban, Lamriah Simanulang. Ia menyatakan dirinya akan datang ke Polres Dairi. "Ya bang, saya akan datang ke Polres Dairi," akunya.</p><p>Sebelumnya diberitakan seorang warga bernama Lamria Simanulang melaporkan peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan secara bersama-sama oleh Rasiden Damanik yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Dairi beserta istrinya, Masro Nainggolan. Kejadian berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 sekira pukul 13.00 WIB di Jalan Sidikalang–Dolok Sanggul, Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.<br><br>Menurut keterangan korban, peristiwa bermula sehari sebelumnya, tepatnya Senin 1 Juni 2026. Saat itu, Lamria mendatangi rumahnya dan mendapati tumpukan pakaian serta kayu bakar di area tersebut. Ia lalu bertanya kepada tetangga dan meminta barang-barang itu dipindahkan karena rumah tersebut akan segera ditempati. Tetangga tersebut menyatakan akan mengambil barangnya dalam waktu dekat.<br><br>Namun, keesokan harinya saat kembali ke lokasi, korban terkejut mendapati rumahnya telah digembok. Merasa haknya dilanggar, Lamria berusaha membuka gembok tersebut. Tak lama kemudian, datang Rasiden Damanik dan Masro Nainggolan yang langsung menanyakan tindakan korban. Terjadilah adu mulut, di mana korban menegaskan bahwa rumah itu adalah miliknya.<br><br>"Saya tanya kenapa rumah saya digembok, tapi Rasiden justru langsung menjambak rambut dan mencakar wajah saya. Istrinya juga ikut menjambak. Bahkan ada tetangga yang ikut memegangi saya saat itu sehingga saya sulit bergerak," ungkap Lamria, Rabu (10/6/2026).<br><br>Akibat peristiwa tersebut, korban menderita luka di bagian pelipis sebelah kiri. Ia juga mengaku sempat diancam akan ditabrak kendaraan saat berusaha melepaskan diri. Karena merasa keselamatannya terancam, Lamria kemudian meninggalkan lokasi dan membuat laporan resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Dairi agar kasus ini ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, oknum anggota DPRD Dairi Rasiden Damanik belum memberikan keterangan resmi terkait korban yang melaporkan dirinya, WahanaNews.co telah berupaya mengonfirmasi namun belum memperoleh keterangan lebih lanjut.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/polisi-panggil-korban-pengeroyokan-yang-diduga-dilakukan-anggota-dprd-dairi_fqkEIXacna.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Lakukan Penganiayaan, Lamria Simanulang Lapor Polisi</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/oknum&#45;anggota&#45;dprd&#45;dairi&#45;diduga&#45;lakukan&#45;penganiayaan&#45;lamria&#45;simanulang&#45;lapor&#45;polisi&#45;Q72YpEc9ET/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/oknum&#45;anggota&#45;dprd&#45;dairi&#45;diduga&#45;lakukan&#45;penganiayaan&#45;lamria&#45;simanulang&#45;lapor&#45;polisi&#45;Q72YpEc9ET/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 11 Jun 2026 09:14:02 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Seorang warga bernama Lamria Simanulang melaporkan peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan secara bersama&#45;sama oleh Rasiden Damanik yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Dairi beserta istrinya, Masro Nainggolan. Kejadian berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 sekira pukul 13.00 WIB di Jalan Sidikalang–Dolok Sanggul, Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.Menurut keterangan korban, peristiwa bermula sehari sebelumnya, tepatnya Senin 1 Juni 2026. Saat itu, Lamria mendatangi rumahnya dan mendapati tumpukan pakaian serta kayu bakar di area tersebut. Ia lalu bertanya kepada tetangga dan meminta barang&#45;barang itu dipindahkan karena rumah tersebut akan segera ditempati. Tetangga tersebut menyatakan akan mengambil barangnya dalam waktu dekat.Namun, keesokan harinya saat kembali ke lokasi, korban terkejut mendapati rumahnya telah digembok. Merasa haknya dilanggar, Lamria berusaha membuka gembok tersebut. Tak lama kemudian, datang Rasiden Damanik dan Masro Nainggolan yang langsung menanyakan tindakan korban. Terjadilah adu mulut, di mana korban menegaskan bahwa rumah itu adalah miliknya.&quot;Saya tanya kenapa rumah saya digembok, tapi Rasiden justru langsung menjambak rambut dan mencakar wajah saya. Istrinya juga ikut menjambak. Bahkan ada tetangga yang ikut memegangi saya saat itu sehingga saya sulit bergerak,&quot; ungkap Lamria, Rabu (10/6/2026).Akibat peristiwa tersebut, korban menderita luka di bagian pelipis sebelah kiri. Ia juga mengaku sempat diancam akan ditabrak kendaraan saat berusaha melepaskan diri. Karena merasa keselamatannya terancam, Lamria kemudian meninggalkan lokasi dan membuat laporan resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Dairi agar kasus ini ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.Hingga berita ini diterbitkan, oknum anggota DPRD Dairi Rasiden Damanik belum memberikan keterangan resmi terkait korban yang melaporkan dirinya, WahanaNews.co telah berupaya mengonfirmasi namun belum memperoleh keterangan lebih lanjut.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Seorang warga bernama Lamria Simanulang melaporkan peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan secara bersama-sama oleh Rasiden Damanik yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Dairi beserta istrinya, Masro Nainggolan. Kejadian berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 sekira pukul 13.00 WIB di Jalan Sidikalang–Dolok Sanggul, Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.<br><br>Menurut keterangan korban, peristiwa bermula sehari sebelumnya, tepatnya Senin 1 Juni 2026. Saat itu, Lamria mendatangi rumahnya dan mendapati tumpukan pakaian serta kayu bakar di area tersebut. Ia lalu bertanya kepada tetangga dan meminta barang-barang itu dipindahkan karena rumah tersebut akan segera ditempati. Tetangga tersebut menyatakan akan mengambil barangnya dalam waktu dekat.<br><br>Namun, keesokan harinya saat kembali ke lokasi, korban terkejut mendapati rumahnya telah digembok. Merasa haknya dilanggar, Lamria berusaha membuka gembok tersebut. Tak lama kemudian, datang Rasiden Damanik dan Masro Nainggolan yang langsung menanyakan tindakan korban. Terjadilah adu mulut, di mana korban menegaskan bahwa rumah itu adalah miliknya.<br><br>"Saya tanya kenapa rumah saya digembok, tapi Rasiden justru langsung menjambak rambut dan mencakar wajah saya. Istrinya juga ikut menjambak. Bahkan ada tetangga yang ikut memegangi saya saat itu sehingga saya sulit bergerak," ungkap Lamria, Rabu (10/6/2026).<br><br>Akibat peristiwa tersebut, korban menderita luka di bagian pelipis sebelah kiri. Ia juga mengaku sempat diancam akan ditabrak kendaraan saat berusaha melepaskan diri. Karena merasa keselamatannya terancam, Lamria kemudian meninggalkan lokasi dan membuat laporan resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Dairi agar kasus ini ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, oknum anggota DPRD Dairi Rasiden Damanik belum memberikan keterangan resmi terkait korban yang melaporkan dirinya, WahanaNews.co telah berupaya mengonfirmasi namun belum memperoleh keterangan lebih lanjut.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/oknum-anggota-dprd-dairi-diduga-lakukan-penganiayaan-lamria-simanulang-lapor-polisi_8yG9hzrmiu.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Kunjungan Maruli Simanjuntak ke Toba, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Momentum Perkuat Kawasan Otorita Danau Toba</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/kunjungan&#45;maruli&#45;simanjuntak&#45;ke&#45;toba&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;momentum&#45;perkuat&#45;kawasan&#45;otorita&#45;danau&#45;toba&#45;IdqbmfKoj6/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/kunjungan&#45;maruli&#45;simanjuntak&#45;ke&#45;toba&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;momentum&#45;perkuat&#45;kawasan&#45;otorita&#45;danau&#45;toba&#45;IdqbmfKoj6/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 11 Jun 2026 06:00:31 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Sumut.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ke Bona Pasogit, khususnya karena kegiatan tersebut membawa pesan sosial, budaya, dan pembangunan yang relevan dengan masa depan kawasan Danau Toba.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumut.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ke Bona Pasogit, khususnya karena kegiatan tersebut membawa pesan sosial, budaya, dan pembangunan yang relevan dengan masa depan kawasan Danau Toba.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan kunjungan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ke Desa Hutabulu Mejan, Kabupaten Toba, menjadi simbol kuat bahwa pembangunan nasional harus tetap berpijak pada akar budaya dan kebutuhan nyata masyarakat.</p><p>“Kehadiran Jenderal Maruli di Bona Pasogit bukan hanya kunjungan tokoh nasional ke kampung halaman, tetapi juga pesan moral bahwa pembangunan harus menyentuh air bersih, rumah layak, rumah ibadah, pendidikan, budaya, dan martabat masyarakat,” ujar Tohom, Rabu (10/6/2026).</p><p>Menurut Tohom, rangkaian kegiatan yang meliputi ziarah leluhur, peresmian sumur bor, penyerahan bantuan sosial, dukungan rumah tidak layak huni, serta pembangunan rumah ibadah menunjukkan model kepemimpinan yang menghubungkan nilai budaya dengan kerja nyata.</p><p>“Bona Pasogit tidak boleh dipandang hanya sebagai ruang nostalgia, tetapi harus menjadi pusat inspirasi pembangunan manusia, ekonomi, pariwisata, dan kebudayaan Batak yang terhubung dengan agenda besar kawasan Danau Toba,” katanya.</p><p>Tohom menilai program penyediaan air bersih yang dibawa TNI AD sangat strategis karena air menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penopang kegiatan ekonomi, pertanian, dan pariwisata.</p><p>“Sumur bor di desa-desa kawasan Danau Toba adalah infrastruktur kecil yang dampaknya besar, karena dari air bersih masyarakat bisa lebih sehat, petani bisa lebih produktif, dan kawasan wisata bisa lebih siap menerima pertumbuhan kunjungan,” ucapnya.</p><p>Ia berpandangan bahwa kawasan otorita Danau Toba perlu terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan komunitas adat.</p><p>“Danau Toba sebagai kawasan strategis nasional membutuhkan orkestrasi pembangunan yang rapi, mulai dari infrastruktur dasar, konektivitas, air bersih, sanitasi, UMKM, budaya, hingga kualitas sumber daya manusia,” ujar Tohom.</p><p>Menurutnya, kunjungan KASAD Maruli Simanjuntak juga memberi inspirasi bagi generasi muda Batak untuk percaya bahwa pendidikan, disiplin, dan kerja keras dapat membawa anak daerah menembus posisi penting di tingkat nasional.</p><p>“Jenderal Maruli adalah contoh bahwa orang Batak bisa berkiprah besar di republik ini tanpa kehilangan akar budaya, hormat kepada leluhur, dan kepedulian kepada kampung halaman,” katanya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan kawasan Danau Toba harus dilihat sebagai satu kesatuan aglomerasi sosial, budaya, ekonomi, dan pariwisata yang melibatkan kabupaten-kabupaten di sekitarnya.</p><p>“Danau Toba tidak bisa dibangun secara terpisah-pisah, karena Toba, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Dairi, Karo, Simalungun, dan wilayah sekitarnya harus bergerak dalam satu napas pembangunan kawasan,” ujarnya.</p><p>Ia menilai keberhasilan kawasan otorita Danau Toba tidak hanya diukur dari bertambahnya destinasi wisata, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat lokal.</p><p>“Pariwisata Danau Toba akan kuat jika masyarakatnya ikut naik kelas, desanya tertata, air bersih tersedia, rumah warga lebih layak, budaya hidup, dan anak-anak mudanya memiliki masa depan,” ucapnya.</p><p>Tohom berharap semangat yang dibawa KASAD melalui kegiatan sosial dan budaya di Bona Pasogit dapat menjadi pemantik kolaborasi yang lebih luas untuk mempercepat pembangunan kawasan Danau Toba.</p><p>“MARTABAT Prabowo-Gibran melihat kegiatan ini sebagai bagian dari semangat besar pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menghadirkan negara secara nyata, terutama di daerah yang memiliki nilai strategis bagi kebudayaan dan masa depan ekonomi nasional,” katanya.</p><p>Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di kawasan Danau Toba untuk menjadikan budaya Batak sebagai kekuatan pembangunan, bukan hanya simbol seremonial.</p><p>“Budaya Batak memiliki nilai pendidikan, kerja keras, gotong royong, hormat kepada leluhur, dan tanggung jawab sosial, sehingga nilai-nilai itu harus diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan gerakan pembangunan yang berdampak langsung,” ujar Tohom.</p><p>Dalam kunjungan tersebut, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak hadir di Desa Hutabulu Mejan, Kabupaten Toba, Selasa (9/6/2026), bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak serta sejumlah kepala daerah dan tokoh masyarakat dari kawasan Danau Toba.</p><p>Kegiatan itu diawali dengan ziarah ke Tambak Simanjuntak Sitolu Sada Ina, makam leluhur marga Simanjuntak Oppu Sobosihon Boru Sihotang.</p><p>Pada kesempatan tersebut, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan pentingnya menjaga nilai budaya Batak, terutama semangat menuntut ilmu, kerja keras, dan pewarisan nilai kepada generasi muda.</p><p>Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan apresiasi atas perhatian KASAD kepada masyarakat Bona Pasogit melalui program sumur bor dan berbagai bantuan sosial yang dinilai menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p><p>Ketua Umum Punguan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, Muktar Simanjuntak, menyebut kehadiran KASAD menjadi kebanggaan bagi seluruh pomparan Simanjuntak dan diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/kunjungan-maruli-simanjuntak-ke-toba-martabat-prabowo-gibran-momentum-perkuat-kawasan-otorita-danau-toba_mI3dKX252v.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Anggota DPRD Medan Apresiasi PLN Pulihkan Listrik Sumut Pascakerusakan 12 Tower Transmisi</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/anggota&#45;dprd&#45;medan&#45;apresiasi&#45;pln&#45;pulihkan&#45;listrik&#45;sumut&#45;pascakerusakan&#45;12&#45;tower&#45;transmisi&#45;zIZSFEmQwx/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/anggota&#45;dprd&#45;medan&#45;apresiasi&#45;pln&#45;pulihkan&#45;listrik&#45;sumut&#45;pascakerusakan&#45;12&#45;tower&#45;transmisi&#45;zIZSFEmQwx/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 10 Jun 2026 21:25:51 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Perindo, Binsar Simarmata, menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim PLN Transmisi yang bekerja siang malam di tengah cuaca buruk untuk memulihkan sistem kelistrikan Sumatera Utara, termasuk Kota Medan.&quot;Kami apresiasi kerja keras mereka memulihkan sistem kelistrikan yang terganggu akibat cuaca ekstrem. Meski terus diguyur hujan, mereka tetap bertugas memperbaiki jaringan. Sebanyak 12 tower rusak parah akibat hujan angin beberapa waktu lalu,&quot; tegas Binsar Simarmata, Rabu (10/6/2026), dikutip dari Analisadaily.com.Politisi yang juga menjabat di Komisi II DPRD Medan itu menjelaskan, gangguan terjadi setelah hujan lebat disertai angin kencang merusak 12 tower transmisi utama di wilayah Galang dan Sei Mangkei. Kerusakan ini menurunkan kapasitas penyaluran daya, sehingga PLN harus mengatur pasokan secara bertahap di sejumlah wilayah – termasuk Medan – mengingat jalur tersebut merupakan tulang punggung sistem kelistrikan antardaerah Sumatera.Sejak 5 Juni 2026, PLN telah mengerahkan 154 tenaga teknis dan mitra kerja untuk membangun tiga unit Tower Emergency Restoration System (ERS) atau tower darurat. Puluhan personel pendukung juga dikerahkan siang malam untuk membantu mengangkut peralatan dan logistik ke lokasi yang sulit dijangkau.Untuk mempercepat penanganan, PLN bekerja sama dengan TNI mendatangkan tujuh set tower darurat dari Jakarta, Balikpapan, dan Banjarbaru. Seluruh peralatan tiba di lokasi pada 7 Juni 2026.Pembangunan tiga tower darurat selesai pada 8 Juni 2026, dilanjutkan dengan pemasangan kabel penghantar. Hingga Selasa malam (9/6), dua dari tiga jalur kabel utama telah terpasang. Pada Rabu (10/6), pekerjaan dilanjutkan untuk menyelesaikan jalur terakhir serta memperbaiki struktur pada tower T17 dan T21. Seluruh tahapan dikerjakan dengan mengutamakan keselamatan dan kualitas agar jaringan segera beroperasi optimal.PLN terus memaksimalkan sumber daya dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memulihkan pasokan listrik sepenuhnya. Upaya ini dilakukan guna meminimalkan gangguan bagi aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan perekonomian daerah.&quot;Kami sangat berterima kasih atas dedikasi para petugas yang berjuang memulihkan listrik di daerah kami,&quot; pungkas Binsar.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Perindo, Binsar Simarmata, menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim PLN Transmisi yang bekerja siang malam di tengah cuaca buruk untuk memulihkan sistem kelistrikan Sumatera Utara, termasuk Kota Medan.<br><br>"Kami apresiasi kerja keras mereka memulihkan sistem kelistrikan yang terganggu akibat cuaca ekstrem. Meski terus diguyur hujan, mereka tetap bertugas memperbaiki jaringan. Sebanyak 12 tower rusak parah akibat hujan angin beberapa waktu lalu," tegas Binsar Simarmata, Rabu (10/6/2026), dikutip dari Analisadaily.com.<br><br>Politisi yang juga menjabat di Komisi II DPRD Medan itu menjelaskan, gangguan terjadi setelah hujan lebat disertai angin kencang merusak 12 tower transmisi utama di wilayah Galang dan Sei Mangkei. Kerusakan ini menurunkan kapasitas penyaluran daya, sehingga PLN harus mengatur pasokan secara bertahap di sejumlah wilayah – termasuk Medan – mengingat jalur tersebut merupakan tulang punggung sistem kelistrikan antardaerah Sumatera.<br><br>Sejak 5 Juni 2026, PLN telah mengerahkan 154 tenaga teknis dan mitra kerja untuk membangun tiga unit Tower Emergency Restoration System (ERS) atau tower darurat. Puluhan personel pendukung juga dikerahkan siang malam untuk membantu mengangkut peralatan dan logistik ke lokasi yang sulit dijangkau.<br><br>Untuk mempercepat penanganan, PLN bekerja sama dengan TNI mendatangkan tujuh set tower darurat dari Jakarta, Balikpapan, dan Banjarbaru. Seluruh peralatan tiba di lokasi pada 7 Juni 2026.<br><br>Pembangunan tiga tower darurat selesai pada 8 Juni 2026, dilanjutkan dengan pemasangan kabel penghantar. Hingga Selasa malam (9/6), dua dari tiga jalur kabel utama telah terpasang. Pada Rabu (10/6), pekerjaan dilanjutkan untuk menyelesaikan jalur terakhir serta memperbaiki struktur pada tower T17 dan T21. Seluruh tahapan dikerjakan dengan mengutamakan keselamatan dan kualitas agar jaringan segera beroperasi optimal.<br><br>PLN terus memaksimalkan sumber daya dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memulihkan pasokan listrik sepenuhnya. Upaya ini dilakukan guna meminimalkan gangguan bagi aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan perekonomian daerah.<br><br>"Kami sangat berterima kasih atas dedikasi para petugas yang berjuang memulihkan listrik di daerah kami," pungkas Binsar.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/anggota-dprd-medan-apresiasi-pln-pulihkan-listrik-sumut-pascakerusakan-12-tower-transmisi_0TWxqw0c7T.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Gawat... Judi Tembak Ikan GBM99 bebas Beroperasi, Polres Pelabuhan Belawan Tahu Atau Pura Pura Tidak Tahu?</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/gawat&#45;judi&#45;tembak&#45;ikan&#45;gbm99&#45;bebas&#45;beroperasi&#45;polres&#45;pelabuhan&#45;belawan&#45;tahu&#45;atau&#45;pura&#45;pura&#45;tidak&#45;tahu&#45;KvQ4qQW3k9/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/gawat&#45;judi&#45;tembak&#45;ikan&#45;gbm99&#45;bebas&#45;beroperasi&#45;polres&#45;pelabuhan&#45;belawan&#45;tahu&#45;atau&#45;pura&#45;pura&#45;tidak&#45;tahu&#45;KvQ4qQW3k9/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 10 Jun 2026 17:24:25 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO &#45; Gawat... lokasi judi tembak ikan GBM99 di Komplek Marelan Point Jalan M Basir Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan persisnya dipinggir jalan semakin ramai pengunjungnya. Kali ini kinerja Polres Pelabuhan Belawan dipertanyakan pubik dalam memberantas tindak perjudian, apakah polres pelabuhan Belawan berani menutup nya ataukah menjadi pecundang di wilayah hukum nya?.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO - </strong>Gawat... lokasi judi tembak ikan GBM99 di Komplek Marelan Point Jalan M Basir Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan persisnya dipinggir jalan semakin ramai pengunjungnya. Kali ini kinerja Polres Pelabuhan Belawan dipertanyakan pubik dalam memberantas tindak perjudian, apakah polres pelabuhan Belawan berani menutup nya ataukah menjadi pecundang di wilayah hukum nya?.</p><p>Amatan di lapangan terlihat lokasi judi tembak ikan GBM99 tetap beroperasi tanpa hambatan, dengan suasana yang nyaman para pemain menikmati permainan judi tembak ikan itu.</p><p>Salah satu warga yang akrab dipanggil Dwi membenarkan adanya lokasi judi tembak ikan GBM99 di pinggir Jalan persis nya di Marelan Point Jalan M Basir pasar 5 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan.</p><p>"Ya benar bang, itu kabarnya yang punya sering dipanggil cici gitu lah dan ada lagi berinisial HN," ujarnya.</p><p>"Kalau masalah polisi, Abang lihat sendiri lah ada nggak ditutup lokasi &nbsp;judi tembak ikan nya!, mana mungkin polisi tidak tahu adanya lokasi judi tersebut, kita kan tahu kalau polisi itu mulai dari Bhabinkamtibmas ada, Intel ada, tekab atau tugas luar ada, Polsek ada, polres pelabuhan Belawan ada, sudah lengkap bang, jadi kalau dibilang tidak tahu adanya lokasi judi tembak ikan GBM99, itu mustahil," imbuhnya.</p><p>Ia juga menilai untuk permasalahan judi tembak ikan kinerja Polres Pelabuhan Belawan dipertanyakan, bagaimana kejahatan bisa dibiarkan begitu saja.</p><p>"Bapak polisi di Polres pelabuhan Belawan, bapak itu digaji negara, hargailah baju bapak, ada lokasi judi tembak ikan diduga kok dibiarkan? atau haruskah POMAL turun tangan lagi dalam memberantas kejahatan?," ungkapnya.</p><p>Saat dikonfirmasi Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi hingga berita ini diterbitkan belum membalas.</p><p>Perlu diingat bahwa seluruh bentuk perjudian, termasuk permainan tembak ikan, merupakan tindakan yang dilarang secara tegas di Indonesia berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 303 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Pelaku dapat dikenakan sanksi pidana penjara dan denda yang cukup berat.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/gawat-judi-tembak-ikan-gbm99-bebas-beroperasi-polres-pelabuhan-belawan-tahu-atau-pura-pura-tidak-tahu_C13799wOrI.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Kapolrestabes Medan Diduga &quot;Baik Hati&quot; Togel Merek AJ Dibiarkan Beroperasi</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/kapolrestabes&#45;medan&#45;diduga&#45;baik&#45;hati&#45;togel&#45;merek&#45;aj&#45;dibiarkan&#45;beroperasi&#45;LeNp1d7J2h/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/kapolrestabes&#45;medan&#45;diduga&#45;baik&#45;hati&#45;togel&#45;merek&#45;aj&#45;dibiarkan&#45;beroperasi&#45;LeNp1d7J2h/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 10 Jun 2026 15:45:36 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO &#45; Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak diduga &quot;berbaik hati&quot; membiarkan judi togel merek AJ beroperasi di Wilayah hukum nya seperti di Pancur batu, Kutalimbaru, Sei Mencirim dan Tuntungan, kendati sudah mengetahui Togel AJ beroperasi dengan bebas selama bertahun&#45;tahun namun tidak ada tindakan tegas untuk menangkap bandar judi tersebut.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO -</strong> Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak diduga "berbaik hati" membiarkan judi togel merek AJ beroperasi di Wilayah hukum nya seperti di Pancur batu, Kutalimbaru, Sei Mencirim dan Tuntungan, kendati sudah mengetahui Togel AJ beroperasi dengan bebas selama bertahun-tahun namun tidak ada tindakan tegas untuk menangkap bandar judi tersebut.</p><p>Keheranan publik pun semakin memuncak melihat judi togel merek AJ ini terus beroperasi, diduga "kebal hukum" togel merek AJ pun menjadi perbincangan masyarakat kota Medan. Bagaimana tidak dikatakan sedemikian karena bertahun tahun togel AJ tersebut tersentuh hukum.</p><p>Salah satu warga kota Medan berinisial DR mengatakan tidak usah dibahas hal tersebut, ke empat daerah itu diduga akan dijadikan daerah judi togel. Karena dilihat selama ini bandar judi togel AJ tidak pernah terdengar ditangkap.</p><p>"Sudah lama itu beroperasi, logikanya aja kalau Polrestabes Medan mau bandar togel AJ itu ditangkap sangat mudah sekali, tapi lihat lah sampai sekarang tak ketangkap tangkap bandarnya, berarti diduga Kapolres nya "baik hati" sehingga bandar judi togel itu tak mau ditangkap," ujarnya.</p><p>"Sudah sama sama paham lah kenapa togel tersebut masih beroperasi hingga bertahun tahun, padahal hampir disetiap warung kopi dapat ditemukan orang yang menjual togel AJ itu," imbuhnya.</p><p>Hingga berita ini diturunkan, pihak Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak belum memberikan tanggapan atau pernyataan resmi terkait dugaan aktivitas perjudian tersebut. Media ini telah berupaya mengonfirmasi namun belum memperoleh jawaban.<br><br>Perlu diingat bahwa perjudian dalam bentuk apa pun, termasuk togel, merupakan tindakan yang dilarang berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia sebagaimana diatur dalam KUHP Pasal 303 dan peraturan terkait. Setiap pihak yang terlibat dapat dikenakan sanksi pidana. Masyarakat diimbau untuk tidak terlibat dan melaporkan dugaan aktivitas ilegal melalui saluran resmi kepolisian.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/kapolrestabes-medan-diduga-baik-hati-togel-merek-aj-dibiarkan-beroperasi_sqp15dOpKF.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>PLN&#45;TNI AU Gaspol: 7 Tower Darurat Siap Dipasang</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/pln&#45;tni&#45;au&#45;gaspol&#45;7&#45;tower&#45;darurat&#45;siap&#45;dipasang&#45;IWSy2CqT92/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/pln&#45;tni&#45;au&#45;gaspol&#45;7&#45;tower&#45;darurat&#45;siap&#45;dipasang&#45;IWSy2CqT92/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 07 Jun 2026 20:18:07 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Upaya pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara pasca kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem semakin dipercepat dengan dukungan kuat dari TNI Angkatan Udara. Hingga Minggu (7/6/2026), sinergi kedua institusi ini membuahkan hasil nyata di mana sebanyak tujuh set Tower Emergency (TE) atau menara darurat telah berhasil didaratkan di Pangkalan TNI AU Lanud Soewondo, Medan. Peralatan strategis ini diangkut menggunakan pesawat angkut berat jenis C&#45;130 Hercules dan A&#45;400M guna mendukung penggantian jalur transmisi yang roboh dan rusak parah.Pengiriman tujuh unit menara darurat ini merupakan mobilisasi lintas wilayah yang masif. Rinciannya meliputi 2 set dari Jakarta, 3 set dari Balikpapan, dan 2 set lagi dari Banjarbaru. Segera setelah mendarat di Lanud Soewondo, seluruh material dan peralatan langsung diteruskan menggunakan kendaraan darat menuju lokasi kerusakan untuk segera dipasang oleh tim teknis.Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Soewondo, Marsma TNI Tiopan Hutapea, S.Sos, M.A.P., menyatakan bahwa keterlibatan pihaknya adalah wujud nyata komitmen negara dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dukungan transportasi udara ini bertujuan memangkas waktu pengiriman agar pemulihan bisa berjalan jauh lebih cepat dibandingkan jalur biasa.“Dukungan ini adalah bukti kehadiran TNI AU dalam membantu penanganan kebutuhan strategis nasional, terutama infrastruktur kelistrikan yang menjadi nyawa kegiatan masyarakat. Kami berharap sinergi yang solid ini dapat mempercepat proses normalisasi pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera Utara,” ungkap Marsma Tiopan Hutapea.Proses kedatangan dan pengawalan peralatan ini dipantau langsung oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, guna memastikan seluruh peralatan aman dan segera didistribusikan ke titik pekerjaan. Ia menyampaikan apresiasi setinggi&#45;tingginya atas bantuan yang diberikan TNI AU, yang dinilai sangat krusial dalam tahap percepatan ini.“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar&#45;besarnya kepada jajaran TNI AU. Kolaborasi ini sangat berarti dan sangat membantu mempersingkat waktu mobilisasi peralatan. Berkat dukungan ini, proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara dapat berjalan jauh lebih cepat dari rencana awal,” ujar Mundhakir.Dengan kedatangan seluruh 7 unit Tower Emergency tersebut, kini PLN telah memiliki seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalur transmisi utama. Mundhakir menjelaskan progres pekerjaan di lapangan terus bergerak maju.“Saat ini, seluruh tujuh unit Tower Emergency sudah ada di wilayah Sumatera Utara. Sebelumnya, tiga unit sudah masuk tahap pembangunan konstruksi, dan sisa empat unit lainnya ini segera dimobilisasi ke lokasi agar bisa dikerjakan secara bersamaan. Ini menjadi tonggak penting agar sistem bisa segera kembali normal,” tambahnya.Di lapangan, ratusan personel PLN terus bekerja siang dan malam secara paralel. Mulai dari pengangkutan material, pendirian konstruksi, hingga penguatan sistem operasi dilakukan bersamaan demi mengejar waktu pemulihan.Mundhakir kembali menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan yang masih merasakan dampak dari pengaturan pasokan listrik atau manajemen beban yang masih diterapkan untuk menjaga keamanan sistem.“Kami sangat memahami bahwa listrik adalah kebutuhan utama masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh personel kami bekerja tanpa henti dan mengerahkan segala kemampuan agar pasokan listrik dapat pulih sepenuhnya sesegera mungkin. Kami memohon maaf atas segala ketidaknyamanan dan gangguan yang dirasakan selama proses pemulihan ini berlangsung,” tutup Mundhakir.PLN mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan terbaru serta jadwal pemulihan melalui kanal resmi perusahaan. Informasi terkini dan layanan pengaduan juga dapat diakses kapan saja melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN di nomor 123.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Upaya pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara pasca kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem semakin dipercepat dengan dukungan kuat dari TNI Angkatan Udara. Hingga Minggu (7/6/2026), sinergi kedua institusi ini membuahkan hasil nyata di mana sebanyak tujuh set Tower Emergency (TE) atau menara darurat telah berhasil didaratkan di Pangkalan TNI AU Lanud Soewondo, Medan. Peralatan strategis ini diangkut menggunakan pesawat angkut berat jenis C-130 Hercules dan A-400M guna mendukung penggantian jalur transmisi yang roboh dan rusak parah.<br><br>Pengiriman tujuh unit menara darurat ini merupakan mobilisasi lintas wilayah yang masif. Rinciannya meliputi 2 set dari Jakarta, 3 set dari Balikpapan, dan 2 set lagi dari Banjarbaru. Segera setelah mendarat di Lanud Soewondo, seluruh material dan peralatan langsung diteruskan menggunakan kendaraan darat menuju lokasi kerusakan untuk segera dipasang oleh tim teknis.<br><br>Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Soewondo, Marsma TNI Tiopan Hutapea, S.Sos, M.A.P., menyatakan bahwa keterlibatan pihaknya adalah wujud nyata komitmen negara dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dukungan transportasi udara ini bertujuan memangkas waktu pengiriman agar pemulihan bisa berjalan jauh lebih cepat dibandingkan jalur biasa.<br><br>“Dukungan ini adalah bukti kehadiran TNI AU dalam membantu penanganan kebutuhan strategis nasional, terutama infrastruktur kelistrikan yang menjadi nyawa kegiatan masyarakat. Kami berharap sinergi yang solid ini dapat mempercepat proses normalisasi pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera Utara,” ungkap Marsma Tiopan Hutapea.<br><br>Proses kedatangan dan pengawalan peralatan ini dipantau langsung oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, guna memastikan seluruh peralatan aman dan segera didistribusikan ke titik pekerjaan. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan yang diberikan TNI AU, yang dinilai sangat krusial dalam tahap percepatan ini.<br><br>“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada jajaran TNI AU. Kolaborasi ini sangat berarti dan sangat membantu mempersingkat waktu mobilisasi peralatan. Berkat dukungan ini, proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara dapat berjalan jauh lebih cepat dari rencana awal,” ujar Mundhakir.<br><br>Dengan kedatangan seluruh 7 unit Tower Emergency tersebut, kini PLN telah memiliki seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalur transmisi utama. Mundhakir menjelaskan progres pekerjaan di lapangan terus bergerak maju.<br><br>“Saat ini, seluruh tujuh unit Tower Emergency sudah ada di wilayah Sumatera Utara. Sebelumnya, tiga unit sudah masuk tahap pembangunan konstruksi, dan sisa empat unit lainnya ini segera dimobilisasi ke lokasi agar bisa dikerjakan secara bersamaan. Ini menjadi tonggak penting agar sistem bisa segera kembali normal,” tambahnya.<br><br>Di lapangan, ratusan personel PLN terus bekerja siang dan malam secara paralel. Mulai dari pengangkutan material, pendirian konstruksi, hingga penguatan sistem operasi dilakukan bersamaan demi mengejar waktu pemulihan.<br><br>Mundhakir kembali menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan yang masih merasakan dampak dari pengaturan pasokan listrik atau manajemen beban yang masih diterapkan untuk menjaga keamanan sistem.<br><br>“Kami sangat memahami bahwa listrik adalah kebutuhan utama masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh personel kami bekerja tanpa henti dan mengerahkan segala kemampuan agar pasokan listrik dapat pulih sepenuhnya sesegera mungkin. Kami memohon maaf atas segala ketidaknyamanan dan gangguan yang dirasakan selama proses pemulihan ini berlangsung,” tutup Mundhakir.<br><br>PLN mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan terbaru serta jadwal pemulihan melalui kanal resmi perusahaan. Informasi terkini dan layanan pengaduan juga dapat diakses kapan saja melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN di nomor 123.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/pln-tni-au-gaspol-7-tower-darurat-siap-dipasang_J2U6mNwvp1.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Dedi Suheri (PBH PERADI): 5 Tuntutan Tegas Usai Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/dedi&#45;suheri&#45;pbh&#45;peradi&#45;5&#45;tuntutan&#45;tegas&#45;usai&#45;kajari&#45;serdang&#45;bedagai&#45;diamankan&#45;kejagung&#45;zl8ql442Go/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/dedi&#45;suheri&#45;pbh&#45;peradi&#45;5&#45;tuntutan&#45;tegas&#45;usai&#45;kajari&#45;serdang&#45;bedagai&#45;diamankan&#45;kejagung&#45;zl8ql442Go/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 07 Jun 2026 16:54:53 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Menyusul tindakan pengamanan yang dilakukan Tim Intelijen Kejaksaan Agung terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serdang Bedagai, Amriyata, beserta Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus), Aguinaldo Marbun, pada Jumat (5/6/2026) lalu, Perhimpunan Bantuan Hukum (PBH) PERADI wilayah Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi merilis sikap resmi. Melalui Ketuanya, Dedi Suheri SH, lembaga advokat ini menyampaikan lima poin tuntutan tegas kepada Kejagung terkait dugaan pelanggaran dan transaksi tunai yang melibatkan kedua pejabat kejaksaan tersebut.Berikut adalah pernyataan lengkap 5 sikap dan tuntutan yang disampaikan Dedi Suheri mewakili PBH PERADI:1. Apresiasi Langkah Cepat Kejaksaan Agung&quot;Kami mengapresiasi langkah cepat Kejagung yang berani mengamankan kedua pejabat Kejari Serdang Bedagai yang diduga terlibat pelanggaran dan transaksi tunai di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Tindakan ini membuktikan bahwa mekanisme pengawasan internal kejaksaan tetap berjalan objektif dan berani menindak aparatnya sendiri,&quot; ungkap Dedi Suheri.2. Publikasi Hasil Pemeriksaan demi Efek JeraAgar langkah ini tidak sekadar simbolis, PBH PERADI mendesak Kejagung untuk bersikap transparan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Menyusul tindakan pengamanan yang dilakukan Tim Intelijen Kejaksaan Agung terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serdang Bedagai, Amriyata, beserta Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus), Aguinaldo Marbun, pada Jumat (5/6/2026) lalu, Perhimpunan Bantuan Hukum (PBH) PERADI wilayah Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi merilis sikap resmi. Melalui Ketuanya, Dedi Suheri SH, lembaga advokat ini menyampaikan lima poin tuntutan tegas kepada Kejagung terkait dugaan pelanggaran dan transaksi tunai yang melibatkan kedua pejabat kejaksaan tersebut.<br><br>Berikut adalah pernyataan lengkap 5 sikap dan tuntutan yang disampaikan Dedi Suheri mewakili PBH PERADI:<br><br><strong>1. Apresiasi Langkah Cepat Kejaksaan Agung</strong><br><br>"Kami mengapresiasi langkah cepat Kejagung yang berani mengamankan kedua pejabat Kejari Serdang Bedagai yang diduga terlibat pelanggaran dan transaksi tunai di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Tindakan ini membuktikan bahwa mekanisme pengawasan internal kejaksaan tetap berjalan objektif dan berani menindak aparatnya sendiri," ungkap Dedi Suheri.<br><br><strong>2. Publikasi Hasil Pemeriksaan demi Efek Jera</strong><br><br>Agar langkah ini tidak sekadar simbolis, PBH PERADI mendesak Kejagung untuk bersikap transparan.</p><p>"Kami mendesak Kejagung agar menggelar konferensi pers terbuka, mempublikasikan seluruh hasil pemeriksaan di situs resmi, serta menjadikan kasus ini sebagai materi wajib pelatihan integritas bagi seluruh jaksa. Tanpa transparansi penuh, pengamanan ini hanya akan menjadi simbolisme belaka tanpa efek jera," tegasnya.<br><br><strong>3. Audit Menyeluruh Berkas yang Tidak Diproses</strong><br><br>Pihaknya juga meminta Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-PIDSUS) dan Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM-Was) menelusuri jejak kinerja selama masa kepemimpinan Amriyata dan Aguinaldo Marbun.</p><p>"Kami minta audit menyeluruh terhadap semua berkas perkara dan Pengaduan Masyarakat (Dumas) yang masuk selama mereka menjabat. Selain itu, Plt. Kajari Serdang Bedagai yang baru harus segera membuka kembali Dumas yang mangkrak dan melaporkan hasilnya maksimal dalam 30 hari," tuntut Dedi.<br><br><strong>4. Sorot Kasus Selamet: Korban Penegakan Hukum Pilih Kasih</strong><br><br>Poin keempat menyoroti kasus Selamet, pelaku UMKM pengolah opak ubi, yang dinilai menjadi korban selective prosecution atau penegakan hukum pilih kasih. Meski telah melunasi seluruh kewajiban kredit senilai Rp725,5 juta kepada Bank Sumut Cabang Sei Rampah, Selamet tetap diproses hingga berkekuatan hukum tetap. Padahal, pihak lain yang diduga terlibat dalam proses kredit tersebut lolos dari jerat hukum, yaitu:<br><br>- Notaris/PPAT penerbit akta jaminan.<br>- Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) penilai agunan.<br>- Pejabat Direksi dan Komite Kredit pusat Bank Sumut.<br><br>"Kami menuntut Kejagung melakukan eksaminasi independen atas kasus Selamet, menerbitkan surat perintah penyelidikan baru terhadap pihak-pihak yang kami sebutkan, serta mendukung upaya Peninjauan Kembali (PK) yang sedang ditempuh di Mahkamah Agung," jelas Dedi Suheri.<br><br><strong>5. Sanksi Nyata, Bukan Sekadar Mutasi</strong><br><br>Poin terakhir adalah tuntutan sanksi tegas tanpa kompromi.</p><p>"Jika terbukti bersalah meminta uang, Amriyata dan Aguinaldo Marbun harus diproses pidana korupsi sesuai Pasal 12 huruf e UU Tipikor, bukan sekadar sanksi disiplin. Kami juga menuntut pencopotan jabatan permanen tanpa opsi mutasi atau pensiun dini," ujarnya.<br><br>Selain itu, PBH PERADI meminta agar atasan langsung di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara turut diperiksa tanggung jawabnya, melibatkan PPATK untuk menelusuri aliran dana, serta menjamin keamanan saksi dan pelapor.<br><br>Dedi Suheri kembali mengingatkan pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin, "Jaksa nakal pasti ditindak," dan memberikan peringatan keras.<br><br>"Jika kasus ini tidak diproses secara pidana penuh dan hasilnya tidak diekspos, kami tidak akan diam. Kami akan membawa persoalan ini ke Komisi Kejaksaan RI, Komisi III DPR RI, hingga KPK," tandas Dedi Suheri mengakhiri pernyataan.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/dedi-suheri-pbh-peradi-5-tuntutan-tegas-usai-kajari-serdang-bedagai-diamankan-kejagung_3frmcY8Z7m.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Listrik Bergantian Mati, Ini yang Sudah dan Akan Dilakukan PLN!</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/listrik&#45;bergantian&#45;mati&#45;ini&#45;yang&#45;sudah&#45;dan&#45;akan&#45;dilakukan&#45;pln&#45;iTQNbeh7XB/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/listrik&#45;bergantian&#45;mati&#45;ini&#45;yang&#45;sudah&#45;dan&#45;akan&#45;dilakukan&#45;pln&#45;iTQNbeh7XB/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 18:21:55 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – PT PLN (Persero) terus mempercepat langkah pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara pasca kerusakan parah infrastruktur akibat cuaca ekstrem. Hingga Sabtu (6/6/2026) pukul 17.00 WIB, progres perbaikan menunjukkan capaian signifikan di mana pemasangan fondasi atau base plate untuk tiga unit Tower Emergency (TE) pada jalur transmisi SUTET 275 kV Galang–Simangkok telah berhasil diselesaikan sepenuhnya.Langkah ini menjadi tonggak strategis utama dalam upaya mengembalikan keandalan jaringan listrik wilayah Sumut. Seluruh material dan perlengkapan pendukung pembangunan menara darurat tersebut telah tiba di lokasi kejadian, meskipun harus berhadapan dengan kondisi medan yang cukup sulit dan menantang. Tahap selanjutnya, tim teknis akan segera melaksanakan pendirian struktur menara guna menggantikan fungsi infrastruktur transmisi yang rusak berat, sehingga penyaluran pasokan daya ke masyarakat dapat segera kembali normal.Di tengah keterbatasan akses dan kondisi lapangan yang berat, ratusan personel PLN tetap bersiaga penuh di setiap titik pemasangan. Pekerjaan dilakukan secara intensif, terkoordinasi, dan mengutamakan standar keselamatan kerja sebagai prioritas utama agar pembangunan berjalan aman dan tepat waktu.General Manager PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera (P3BS), Amiruddin, menjelaskan bahwa akselerasi pemulihan ini didukung oleh mobilisasi tenaga kerja lintas wilayah. Personel terbaik dikerahkan dari berbagai unit yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa Bagian Barat, hingga daerah lainnya, bekerja secara bergantian selama 24 jam non&#45;stop.&quot;Saat ini fokus utama kami adalah memastikan seluruh material dan peralatan Tower Emergency terpasang secepat mungkin, agar proses pemulihan sistem berjalan lebih cepat dari jadwal rencana. Seluruh personel terus bergerak sigap menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan, tanpa sedikit pun mengabaikan aspek keselamatan dan kualitas kerja,&quot; tegas Amiruddin.Pihaknya menambahkan, PLN terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki serta mempererat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan instansi terkait demi memperlancar setiap proses di lapangan.&quot;Kami kerahkan seluruh kekuatan dan sumber daya yang ada, serta berkoordinasi erat dengan berbagai pihak, semata&#45;mata untuk memastikan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara bisa selesai lebih cepat dan maksimal,&quot; tambah Amiruddin.PLN kembali menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan, gangguan, dan pemadaman bergantian yang dirasakan pelanggan selama masa perbaikan berlangsung. Sebagai langkah pengamanan agar kerusakan jaringan tidak meluas, kebijakan manajemen beban masih diterapkan secara terukur di sejumlah wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan terkini dan jadwal pemulihan resmi melalui aplikasi PLN Mobile.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> PT PLN (Persero) terus mempercepat langkah pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara pasca kerusakan parah infrastruktur akibat cuaca ekstrem. Hingga Sabtu (6/6/2026) pukul 17.00 WIB, progres perbaikan menunjukkan capaian signifikan di mana pemasangan fondasi atau base plate untuk tiga unit Tower Emergency (TE) pada jalur transmisi SUTET 275 kV Galang–Simangkok telah berhasil diselesaikan sepenuhnya.<br><br>Langkah ini menjadi tonggak strategis utama dalam upaya mengembalikan keandalan jaringan listrik wilayah Sumut. Seluruh material dan perlengkapan pendukung pembangunan menara darurat tersebut telah tiba di lokasi kejadian, meskipun harus berhadapan dengan kondisi medan yang cukup sulit dan menantang. Tahap selanjutnya, tim teknis akan segera melaksanakan pendirian struktur menara guna menggantikan fungsi infrastruktur transmisi yang rusak berat, sehingga penyaluran pasokan daya ke masyarakat dapat segera kembali normal.<br><br>Di tengah keterbatasan akses dan kondisi lapangan yang berat, ratusan personel PLN tetap bersiaga penuh di setiap titik pemasangan. Pekerjaan dilakukan secara intensif, terkoordinasi, dan mengutamakan standar keselamatan kerja sebagai prioritas utama agar pembangunan berjalan aman dan tepat waktu.<br><br>General Manager PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera (P3BS), Amiruddin, menjelaskan bahwa akselerasi pemulihan ini didukung oleh mobilisasi tenaga kerja lintas wilayah. Personel terbaik dikerahkan dari berbagai unit yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa Bagian Barat, hingga daerah lainnya, bekerja secara bergantian selama 24 jam non-stop.<br><br>"Saat ini fokus utama kami adalah memastikan seluruh material dan peralatan Tower Emergency terpasang secepat mungkin, agar proses pemulihan sistem berjalan lebih cepat dari jadwal rencana. Seluruh personel terus bergerak sigap menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan, tanpa sedikit pun mengabaikan aspek keselamatan dan kualitas kerja," tegas Amiruddin.<br><br>Pihaknya menambahkan, PLN terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki serta mempererat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan instansi terkait demi memperlancar setiap proses di lapangan.<br><br>"Kami kerahkan seluruh kekuatan dan sumber daya yang ada, serta berkoordinasi erat dengan berbagai pihak, semata-mata untuk memastikan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara bisa selesai lebih cepat dan maksimal," tambah Amiruddin.<br><br>PLN kembali menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan, gangguan, dan pemadaman bergantian yang dirasakan pelanggan selama masa perbaikan berlangsung. Sebagai langkah pengamanan agar kerusakan jaringan tidak meluas, kebijakan manajemen beban masih diterapkan secara terukur di sejumlah wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan terkini dan jadwal pemulihan resmi melalui aplikasi PLN Mobile.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/listrik-bergantian-mati-ini-yang-sudah-dan-akan-dilakukan-pln_mg3nzo4r1q.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Gawat...Modus Pakai Kartu Nelayan, Diduga Gudang Penimbunan BBM Solar Subsidi Di Desa Regemuk, Ranto Panjang Bebas Beroperasi</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/gawatmodus&#45;pakai&#45;kartu&#45;nelayan&#45;diduga&#45;gudang&#45;penimbunan&#45;bbm&#45;solar&#45;subsidi&#45;di&#45;desa&#45;regemuk&#45;ranto&#45;panjang&#45;bebas&#45;beroperasi&#45;Sd2zzutN9Q/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/gawatmodus&#45;pakai&#45;kartu&#45;nelayan&#45;diduga&#45;gudang&#45;penimbunan&#45;bbm&#45;solar&#45;subsidi&#45;di&#45;desa&#45;regemuk&#45;ranto&#45;panjang&#45;bebas&#45;beroperasi&#45;Sd2zzutN9Q/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 16:40:34 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO &#45; Dugaan gudang penimbunan BBM Subsidi ilegal jenis solar di Jalan Besar Desa Regemuk, Ranto Panjang, Kec Pantai Labu, Deli Serdang, Sumut bebas beroperasi terang &#45; terangan tanpa tersentuh oleh hukum.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO - </strong>Dugaan gudang penimbunan BBM Subsidi ilegal jenis solar di Jalan Besar Desa Regemuk, Ranto Panjang, Kec Pantai Labu, Deli Serdang, Sumut bebas beroperasi terang - terangan tanpa tersentuh oleh hukum.</p><p>Hal tersebut terlihat saat tim awak media turun langsung, Jumat (05/06/2026) Siang disekitaran lokasi dari SPBUN hingga dilangsir masuk kedalam gudang menggunakan becak bermotor dan mobil box Putih serta kreta Pickup merek Viar.</p><p>"Tiap hari bang masuk langsiran ke gudang itu bang, ya abang lihat sendiri itu keluar masuk, bisa abang taksirkan kalau Satu harian dapat berton - ton banyak nya," ucap Ting narasumber yang tinggal tak jauh dari lokasi gudang saat dikonfirmasi tim awak media.</p><p>Diketahui, salah satu mafia yang disebut - sebut warga Inisial "RY" itu melangsir dan mengambil BBM jenis solar bermodus menggunakan kartu kecil dari nelayan.</p><p>"Kartu kecil kami pada diambilin dan dikumpulkan oleh salahsatu warga sini juga bang, iming - imingnya biar pengambilannya mudah tanpa harus ke SPBUN lagi untuk nelayan, jadi diwakilkan sama mereka bang", ucap salahsatu marga Hombing salahsatu Nelayan.</p><p>Hombing juga menjelaskan, dengan adanya kartu kecil buat nelayan pengambilan minyak harga normal dari SPBUN, namun malah lebih tinggi.</p><p>"Kami pikir harga sama kayak di SPBUN yakni Rp.6800 rupiah, ternyata kami membelinya harga Rp.8500 sampek Rp.9000 bang ke mereka", aku dirinya dihadapan tim awak media.</p><p>Dari kegiatan serta aktifitas dugaan penimbunan ilegal tersebut ielas adanya praktik kecurangan dan penyelewengan BBM jenis solar yang dilakukan oleh para mafia untuk para kalangan nelayan.</p><p>Hal tersebut telah diatur oleh Undang - undang Migas</p><p>UU Migas: Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja), dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar.<br>Pasal 56 KUHP: Pihak-pihak yang membantu atau memfasilitasi penyalahgunaan (seperti oknum petugas) dapat dijerat sebagai pembantu kejahatan.</p><p>Sementara diduga pemilik gudang solar subsidi tersebut berinisial RY saat dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan belum membalas.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/gawatmodus-pakai-kartu-nelayan-diduga-gudang-penimbunan-bbm-solar-subsidi-di-desa-regemuk-ranto-panjang-bebas-beroperasi_U0HjMs7Ldn.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Bakaran Batu Ditutup, Judi Hidup Lagi di Bawah Hidung Polres Deli Serdang</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/bakaran&#45;batu&#45;ditutup&#45;judi&#45;hidup&#45;lagi&#45;di&#45;bawah&#45;hidung&#45;polres&#45;deli&#45;serdang&#45;mmGJ80hWXr/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/bakaran&#45;batu&#45;ditutup&#45;judi&#45;hidup&#45;lagi&#45;di&#45;bawah&#45;hidung&#45;polres&#45;deli&#45;serdang&#45;mmGJ80hWXr/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 10:38:21 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Praktik perjudian jenis tembak ikan dan rolet di wilayah Deli Serdang ternyata tidak hilang, melainkan hanya berpindah tempat. Kini, aktivitas haram tersebut diketahui beroperasi leluasa di Jalan Tengku Fachruddin, Lubuk Pakam, persisnya berdekatan dengan kawasan warung Pedagang Kaki Lima (PKL). Keberadaannya yang terbuka ini mempertanyakan keseriusan penegakan hukum, terlebih lokasi baru ini tidak jauh dari Markas Kepolisian Resor Deli Serdang.Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, tempat judi ini merupakan pindahan dari lokasi sebelumnya di Jalan Bakaran Batu yang beberapa bulan lalu sempat digerebek oleh pihak kepolisian. Meski sempat lumpuh sejenak, aktivitas tersebut kini bangkit kembali di bawah pengelolaan seorang berinisial Mul, di atas lahan milik seseorang yang akrab disapa Ahing.“Ini lokasi milik bang Ahing, pindahan dari Jalan Bakaran Batu setelah sana digerebek polisi beberapa bulan lalu. Sekarang pindah ke sini dan dikelola oleh si Mul,” ungkap salah satu warga bernama SR yang tinggal tak jauh dari lokasi, saat ditemui awak media, Jumat (05/06/2026).Pantauan langsung di lapangan memperlihatkan aktivitas di tempat tersebut berjalan sangat terorganisir. Di depan pintu gerbang berwarna hijau, tampak seorang pria kurus mengenakan topi hitam berjaga. Petugas jaga ini bertugas memantau setiap orang yang keluar masuk sekaligus mengatur parkir kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang memenuhi halaman lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa operasi judi ini berjalan leluasa seolah tidak tersentuh hukum.Kehadiran tempat judi ini pun menimbulkan keresahan mendalam bagi warga sekitar. Keluhan bermunculan karena keberadaannya dianggap menjadi sumber masalah sosial, mulai dari pertengkaran rumah tangga hingga meningkatnya angka pencurian.“Bapak lihat sendiri kan betapa banyaknya motor terparkir rapi di dalam sana? Kami sangat resah. Sering terjadi keributan di lingkungan kami gara&#45;gara uang belanja habis untuk judi, bahkan barang&#45;barang di rumah banyak yang hilang dicuri warga demi menutupi kekalahan main di sini,” keluh Lin, warga setempat lainnya.Warga sangat menyayangkan kondisi ini, mengingat jarak lokasi perjudian dengan kantor Polres Deli Serdang tergolong sangat dekat. Hal ini memunculkan dugaan kuat di kalangan masyarakat bahwa pihak kepolisian seolah “menutup mata” dan membiarkan kejahatan tersebut berlangsung terus&#45;menerus di bawah hidung aparat.Sampai berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Pimpinan Kepolisian Resor Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, SIK, M.Si, belum mendapatkan tanggapan. Pihak kepolisian memilih untuk bungkam dan belum memberikan penjelasan apa pun terkait dugaan pembiaran serta keluhan masyarakat atas keberadaan tempat judi tersebut.Masyarakat kini menagih kehadiran dan ketegasan aparat. Diperlukan tindakan nyata dan tegas dari Kapolres Deli Serdang untuk menertibkan lokasi, memproses hukum pemilik maupun pengelola, serta memulihkan rasa aman warga yang selama ini terganggu akibat maraknya aktivitas ilegal tersebut.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Praktik perjudian jenis tembak ikan dan rolet di wilayah Deli Serdang ternyata tidak hilang, melainkan hanya berpindah tempat. Kini, aktivitas haram tersebut diketahui beroperasi leluasa di Jalan Tengku Fachruddin, Lubuk Pakam, persisnya berdekatan dengan kawasan warung Pedagang Kaki Lima (PKL). Keberadaannya yang terbuka ini mempertanyakan keseriusan penegakan hukum, terlebih lokasi baru ini tidak jauh dari Markas Kepolisian Resor Deli Serdang.<br><br>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, tempat judi ini merupakan pindahan dari lokasi sebelumnya di Jalan Bakaran Batu yang beberapa bulan lalu sempat digerebek oleh pihak kepolisian. Meski sempat lumpuh sejenak, aktivitas tersebut kini bangkit kembali di bawah pengelolaan seorang berinisial Mul, di atas lahan milik seseorang yang akrab disapa Ahing.<br><br>“Ini lokasi milik bang Ahing, pindahan dari Jalan Bakaran Batu setelah sana digerebek polisi beberapa bulan lalu. Sekarang pindah ke sini dan dikelola oleh si Mul,” ungkap salah satu warga bernama SR yang tinggal tak jauh dari lokasi, saat ditemui awak media, Jumat (05/06/2026).<br><br>Pantauan langsung di lapangan memperlihatkan aktivitas di tempat tersebut berjalan sangat terorganisir. Di depan pintu gerbang berwarna hijau, tampak seorang pria kurus mengenakan topi hitam berjaga. Petugas jaga ini bertugas memantau setiap orang yang keluar masuk sekaligus mengatur parkir kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang memenuhi halaman lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa operasi judi ini berjalan leluasa seolah tidak tersentuh hukum.<br><br>Kehadiran tempat judi ini pun menimbulkan keresahan mendalam bagi warga sekitar. Keluhan bermunculan karena keberadaannya dianggap menjadi sumber masalah sosial, mulai dari pertengkaran rumah tangga hingga meningkatnya angka pencurian.<br><br>“Bapak lihat sendiri kan betapa banyaknya motor terparkir rapi di dalam sana? Kami sangat resah. Sering terjadi keributan di lingkungan kami gara-gara uang belanja habis untuk judi, bahkan barang-barang di rumah banyak yang hilang dicuri warga demi menutupi kekalahan main di sini,” keluh Lin, warga setempat lainnya.<br><br>Warga sangat menyayangkan kondisi ini, mengingat jarak lokasi perjudian dengan kantor Polres Deli Serdang tergolong sangat dekat. Hal ini memunculkan dugaan kuat di kalangan masyarakat bahwa pihak kepolisian seolah “menutup mata” dan membiarkan kejahatan tersebut berlangsung terus-menerus di bawah hidung aparat.<br><br>Sampai berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Pimpinan Kepolisian Resor Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, SIK, M.Si, belum mendapatkan tanggapan. Pihak kepolisian memilih untuk bungkam dan belum memberikan penjelasan apa pun terkait dugaan pembiaran serta keluhan masyarakat atas keberadaan tempat judi tersebut.<br><br>Masyarakat kini menagih kehadiran dan ketegasan aparat. Diperlukan tindakan nyata dan tegas dari Kapolres Deli Serdang untuk menertibkan lokasi, memproses hukum pemilik maupun pengelola, serta memulihkan rasa aman warga yang selama ini terganggu akibat maraknya aktivitas ilegal tersebut.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/1780717711_d02728f63ee67d6678cb.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Pertalite Subsidi Dikuras Mafia: Kanit Tipidter Polres Deli Serdang Diduga Bacot</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/pertalite&#45;subsidi&#45;dikuras&#45;mafia&#45;kanit&#45;tipidter&#45;polres&#45;deli&#45;serdang&#45;diduga&#45;bacot&#45;xbbs0fc6PZ/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/pertalite&#45;subsidi&#45;dikuras&#45;mafia&#45;kanit&#45;tipidter&#45;polres&#45;deli&#45;serdang&#45;diduga&#45;bacot&#45;xbbs0fc6PZ/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 10:15:01 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Keseriusan Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Deli Serdang, AKP Jesko Siburian, dalam menangani dugaan pelangsiran BBM bersubsidi dipertanyakan publik. Pasalnya, janji tegas yang disampaikan untuk menindaklanjuti informasi penyimpangan penyaluran Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandar Labuhan, Kode 14.2031142, wilayah Tanjung Morawa, hingga kini belum terwujud dalam bentuk tindakan nyata.Sebelumnya, AKP Jesko Siburian diketahui telah menyatakan komitmennya untuk menelusuri dan menindak tegas pihak&#45;pihak yang terlibat dalam praktik pelangsiran tersebut, tepat setelah adanya laporan dan data rinci yang diterima. Masyarakat berharap pernyataan itu segera diikuti langkah investigasi, pemeriksaan, hingga penjatuhan sanksi sesuai hukum, guna memastikan BBM bersubsidi benar&#45;benar dinikmati oleh warga yang berhak, bukan dikuras oleh oknum tertentu.Namun, seiring berjalannya waktu, pemantauan di lapangan serta konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat kepada AKP Jesko Siburian tidak menunjukkan adanya perkembangan berarti. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai status penanganan kasus, kendala yang dihadapi, maupun langkah konkret apa saja yang sudah dijalani sejak janji tersebut diucapkan. Ketiadaan tindak lanjut ini seolah membiarkan praktik ilegal itu terus berlangsung.Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya mengaku kecewa berat. Ia sempat berharap besar setelah membaca berita bahwa aparat akan memberantas pelangsir, namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya. SPBU Bandar Labuhan masih menjadi sasaran empuk pengurasan Pertalite bersubsidi.&quot;Saya pikir benar&#45;benar akan ditindak, ternyata hanya janji saja. Saya jadi pesimis melihat kinerja aparat penegak hukum ini. Pertalite subsidi itu hak rakyat, bukan untuk keuntungan sekelompok orang saja, tapi kenyataannya mereka bebas beroperasi,&quot; ungkap warga tersebut, Jumat (5/6/2026).Keluhan serupa disampaikan seorang warga berinisial D yang kerap harus antre panjang saat mengisi bahan bakar. Menurut pengamatannya, antrean panjang di SPBU tersebut justru didominasi oleh para pelangsir yang beroperasi dengan sangat leluasa.&quot;Setiap siang antrean selalu panjang, dan kebanyakan yang antre itu para pelangsir. Saya lihat mereka bolak&#45;balik datang, tiap 3 sampai 5 menit sekali kendaraan mereka mengisi Pertalite. Sangat merugikan kami warga biasa,&quot; keluhnya.Ketidaktegasan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini memicu kekhawatiran bahwa praktik yang merugikan keuangan negara dan hak masyarakat luas ini sengaja dibiarkan. Perlu diingat, penyalahgunaan, penimbunan, atau pengalihan BBM bersubsidi merupakan tindak pidana berat yang diatur dalam peraturan ketenagalistrikan dan energi, dengan ancaman hukuman penjara hingga denda miliaran rupiah.Publik dan pemangku kepentingan berhak menuntut kepastian hukum. Komitmen lisan saja tidak cukup untuk menciptakan efek jera maupun menjaga integritas penyaluran energi milik negara. Diperlukan transparansi dan akuntabilitas nyata dari aparat penegak hukum agar setiap laporan yang masuk ditangani secara tuntas, profesional, dan tidak berhenti sekadar di janji manis.Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kejelasan resmi dari Kanit Tipidter Polres Deli Serdang terkait nasib penanganan kasus di SPBU Bandar Labuhan. Kecepatan dan ketegasan tindakan yang diambil nantinya akan menjadi penentu kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian dalam mengawal aset negara demi kepentingan rakyat banyak.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Keseriusan Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Deli Serdang, AKP Jesko Siburian, dalam menangani dugaan pelangsiran BBM bersubsidi dipertanyakan publik. Pasalnya, janji tegas yang disampaikan untuk menindaklanjuti informasi penyimpangan penyaluran Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandar Labuhan, Kode 14.2031142, wilayah Tanjung Morawa, hingga kini belum terwujud dalam bentuk tindakan nyata.<br><br>Sebelumnya, AKP Jesko Siburian diketahui telah menyatakan komitmennya untuk menelusuri dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam praktik pelangsiran tersebut, tepat setelah adanya laporan dan data rinci yang diterima. Masyarakat berharap pernyataan itu segera diikuti langkah investigasi, pemeriksaan, hingga penjatuhan sanksi sesuai hukum, guna memastikan BBM bersubsidi benar-benar dinikmati oleh warga yang berhak, bukan dikuras oleh oknum tertentu.<br><br>Namun, seiring berjalannya waktu, pemantauan di lapangan serta konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat kepada AKP Jesko Siburian tidak menunjukkan adanya perkembangan berarti. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai status penanganan kasus, kendala yang dihadapi, maupun langkah konkret apa saja yang sudah dijalani sejak janji tersebut diucapkan. Ketiadaan tindak lanjut ini seolah membiarkan praktik ilegal itu terus berlangsung.<br><br>Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya mengaku kecewa berat. Ia sempat berharap besar setelah membaca berita bahwa aparat akan memberantas pelangsir, namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya. SPBU Bandar Labuhan masih menjadi sasaran empuk pengurasan Pertalite bersubsidi.<br><br>"Saya pikir benar-benar akan ditindak, ternyata hanya janji saja. Saya jadi pesimis melihat kinerja aparat penegak hukum ini. Pertalite subsidi itu hak rakyat, bukan untuk keuntungan sekelompok orang saja, tapi kenyataannya mereka bebas beroperasi," ungkap warga tersebut, Jumat (5/6/2026).<br><br>Keluhan serupa disampaikan seorang warga berinisial D yang kerap harus antre panjang saat mengisi bahan bakar. Menurut pengamatannya, antrean panjang di SPBU tersebut justru didominasi oleh para pelangsir yang beroperasi dengan sangat leluasa.<br><br>"Setiap siang antrean selalu panjang, dan kebanyakan yang antre itu para pelangsir. Saya lihat mereka bolak-balik datang, tiap 3 sampai 5 menit sekali kendaraan mereka mengisi Pertalite. Sangat merugikan kami warga biasa," keluhnya.<br><br>Ketidaktegasan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini memicu kekhawatiran bahwa praktik yang merugikan keuangan negara dan hak masyarakat luas ini sengaja dibiarkan. Perlu diingat, penyalahgunaan, penimbunan, atau pengalihan BBM bersubsidi merupakan tindak pidana berat yang diatur dalam peraturan ketenagalistrikan dan energi, dengan ancaman hukuman penjara hingga denda miliaran rupiah.<br><br>Publik dan pemangku kepentingan berhak menuntut kepastian hukum. Komitmen lisan saja tidak cukup untuk menciptakan efek jera maupun menjaga integritas penyaluran energi milik negara. Diperlukan transparansi dan akuntabilitas nyata dari aparat penegak hukum agar setiap laporan yang masuk ditangani secara tuntas, profesional, dan tidak berhenti sekadar di janji manis.<br><br>Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kejelasan resmi dari Kanit Tipidter Polres Deli Serdang terkait nasib penanganan kasus di SPBU Bandar Labuhan. Kecepatan dan ketegasan tindakan yang diambil nantinya akan menjadi penentu kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian dalam mengawal aset negara demi kepentingan rakyat banyak.</p><p><strong>[REDAKTUR: DEDI]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/pertalite-subsidi-dikuras-mafia-kanit-tipidter-polres-deli-serdang-diduga-bacot_8G8a2CI7e4.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>PLN Kerahkan Hercules &amp; Menara Darurat, Percepat Pulihkan Listrik Sumut</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/pln&#45;kerahkan&#45;hercules&#45;menara&#45;darurat&#45;percepat&#45;pulihkan&#45;listrik&#45;sumut&#45;5L3ocWL4bl/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/pln&#45;kerahkan&#45;hercules&#45;menara&#45;darurat&#45;percepat&#45;pulihkan&#45;listrik&#45;sumut&#45;5L3ocWL4bl/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 09:09:28 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – PT PLN (Persero) terus bergerak cepat dan mengerahkan segala sumber daya untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara. Langkah ini diambil pasca terjadinya kerusakan parah pada infrastruktur transmisi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (4/6) lalu.Berdasarkan data yang tercatat, sebanyak 9 menara transmisi roboh total dan 3 lainnya mengalami kerusakan berat akibat hujan lebat serta angin kencang. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus dan intensif agar pasokan listrik bagi masyarakat Sumut dapat segera kembali normal.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>PT PLN (Persero) terus bergerak cepat dan mengerahkan segala sumber daya untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara. Langkah ini diambil pasca terjadinya kerusakan parah pada infrastruktur transmisi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (4/6) lalu.<br><br>Berdasarkan data yang tercatat, sebanyak 9 menara transmisi roboh total dan 3 lainnya mengalami kerusakan berat akibat hujan lebat serta angin kencang. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus dan intensif agar pasokan listrik bagi masyarakat Sumut dapat segera kembali normal.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1780711958_37dcb68d277d2ab621b1.jpg"></figure><p><br><br>Sebagai langkah strategis percepatan perbaikan, PLN mendatangkan 4 set Tower Emergency (TE) atau menara darurat yang dikirimkan dari berbagai wilayah di Indonesia. Rinciannya meliputi 1 set dari Aceh, 1 set dari Sumatera Selatan, dan 2 set lagi dikirimkan langsung dari Jakarta.<br><br>Demi mempersingkat waktu pengiriman, dua unit Tower Emergency yang berasal dari Jakarta diangkut menggunakan pesawat Hercules. Peralatan tersebut telah tiba di wilayah Sumatera Utara hari ini, guna segera dimobilisasi ke lokasi kerusakan dan mendukung pekerjaan tim teknis di lapangan.<br><br>Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera, Yenti Elfina, menjelaskan bahwa mobilisasi peralatan dan tenaga kerja lintas wilayah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan jaringan yang terdampak.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1780712009_1eae9b33e523ca0dfacf.jpg"></figure><p><br><br>“Kami bergerak sangat cepat dengan mengerahkan personel lintas unit serta seluruh sumber daya yang dibutuhkan. Hari ini pesawat Hercules pengangkut dua set Tower Emergency dari Jakarta sudah mendarat di Sumut. Dukungan peralatan ini sangat krusial agar pembangunan menara darurat dan pemulihan jalur transmisi bisa segera terlaksana,” ujar Yenti Elfina.<br><br>Saat ini, fokus utama tim PLN adalah mendirikan Tower Emergency pada jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV. Ratusan tenaga ahli dan teknisi telah bersiaga penuh di lokasi untuk memastikan proses pengangkutan material, konstruksi, hingga pengamanan lokasi berjalan lancar, dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.<br><br>Berdasarkan rencana teknis yang telah disusun, pembangunan menara darurat ini ditargetkan rampung pada 14 Juni 2026, dengan catatan kondisi cuaca mendukung dan akses lokasi pekerjaan dapat dilalui dengan baik.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1780712024_eac6c10052d8e16f3c1e.jpg"></figure><p><br><br>“Seluruh personel bekerja maksimal selama 24 jam non-stop dengan mengedepankan standar keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis target penyelesaian dapat tercapai, sehingga normalisasi sistem kelistrikan berjalan lebih cepat dan keandalan listrik bagi masyarakat segera pulih sepenuhnya,” tambah Yenti.<br><br>Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat, Pemerintah Daerah, serta pihak TNI/Polri yang telah membantu kelancaran proses ini. Yenti pun kembali memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga akibat gangguan ini.<br><br>“Kami memohon maaf atas gangguan yang terjadi. Saat ini kebijakan manajemen beban atau pengaturan pasokan listrik masih diterapkan secara terukur di sejumlah wilayah demi menjaga kestabilan sistem secara keseluruhan. Terima kasih atas pengertian dan dukungan semua pihak,” tutupnya.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1780712037_954af6f1c54dc59f0ef2.jpg"></figure><p><br><br>PLN mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memantau perkembangan terkini dan informasi resmi mengenai pemulihan listrik Sumut melalui aplikasi PLN Mobile atau kanal komunikasi resmi PLN lainnya.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/pln-kerahkan-hercules-menara-darurat-percepat-pulihkan-listrik-sumut_bnQb7jdiGh.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Ternyata...Ini Penyebab Listrik Bergantian Mati di Sumut!</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/ternyataini&#45;penyebab&#45;listrik&#45;bergantian&#45;mati&#45;di&#45;sumut&#45;5orNX6i4d3/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/ternyataini&#45;penyebab&#45;listrik&#45;bergantian&#45;mati&#45;di&#45;sumut&#45;5orNX6i4d3/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 06 Jun 2026 08:53:13 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – PT PLN (Persero) bergerak cepat mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Provinsi Sumatera Utara, pasca terjadinya kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem. Peristiwa robohnya menara transmisi terjadi pada Kamis (4/6) pukul 20.03 WIB, dipicu oleh hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut.Akibat insiden tersebut, penyaluran pasokan daya menjadi terbatas dan berdampak pada ketersediaan listrik di berbagai daerah. Guna menjaga keandalan jaringan serta mencegah gangguan yang meluas hingga menyebabkan pemadaman total, PLN menerapkan kebijakan manajemen beban secara terukur dan bergantian bagi sebagian pelanggan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>PT PLN (Persero) bergerak cepat mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Provinsi Sumatera Utara, pasca terjadinya kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem. Peristiwa robohnya menara transmisi terjadi pada Kamis (4/6) pukul 20.03 WIB, dipicu oleh hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut.<br><br>Akibat insiden tersebut, penyaluran pasokan daya menjadi terbatas dan berdampak pada ketersediaan listrik di berbagai daerah. Guna menjaga keandalan jaringan serta mencegah gangguan yang meluas hingga menyebabkan pemadaman total, PLN menerapkan kebijakan manajemen beban secara terukur dan bergantian bagi sebagian pelanggan.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1780710928_94b09f16f0d7929f954f.jpg"></figure><p><br><br>Pengaturan pemakaian daya ini berlaku untuk wilayah Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Langkat. Selama masa perbaikan berlangsung, pelanggan di daerah terdampak berpotensi mengalami pemadaman listrik sementara sebanyak 1 hingga 2 kali sehari, dengan durasi sekitar 3 jam pada setiap sesi pengaturan.<br><br>Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sumatera Utara, Efron Lumban Gaol, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk pengamanan sistem kelistrikan yang paling tepat dilakukan saat ini.<br><br>“Pengaturan pasokan listrik dilakukan secara terukur dan bergantian demi menjaga kestabilan sistem secara keseluruhan. Tim kami terus memantau kondisi jaringan secara real-time dan berupaya semaksimal mungkin agar dampak ketidaknyamanan bagi pelanggan dapat diminimalkan,” jelas Efron.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1780710940_0bcfa5192b808681bada.jpg"></figure><p><br><br>Sebagai upaya percepatan pemulihan, tim teknis lintas unit dari PLN sedang bekerja keras memperbaiki jalur transmisi yang rusak. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah pembangunan menara darurat (tower emergency) agar pasokan daya dapat segera dikembalikan ke kondisi normal secepatnya.<br><br>“Kami mewakili seluruh jajaran PLN menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas gangguan dan ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Seluruh personel telah dikerahkan dan bekerja siaga penuh agar pemulihan sistem kelistrikan Sumatera Utara dapat selesai lebih cepat dari perkiraan,” ungkap Efron Lumban Gaol.<br><br>Selain fokus pada perbaikan, PLN juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan, terutama saat cuaca buruk masih berlangsung. Masyarakat dapat memantau perkembangan terkini kondisi kelistrikan serta melaporkan gangguan yang terjadi melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN di nomor 123.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/ternyataini-penyebab-listrik-bergantian-mati-di-sumut_grDtx218yN.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>PORDI Gelar Turnamen Domino Sumut 2026: Anggota Brimob, Ipda Agus Gunawan Keluar Sebagai Juara</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/turnamen&#45;domino&#45;sumut&#45;2026&#45;anggota&#45;brimob&#45;ipda&#45;agus&#45;gunawan&#45;keluar&#45;sebagai&#45;juara&#45;IWEtm13Ml0/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/turnamen&#45;domino&#45;sumut&#45;2026&#45;anggota&#45;brimob&#45;ipda&#45;agus&#45;gunawan&#45;keluar&#45;sebagai&#45;juara&#45;IWEtm13Ml0/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 01 Jun 2026 10:13:48 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Permainan domino telah lama dikenal sebagai salah satu hiburan populer di tengah masyarakat Indonesia sejak pertama kali diperkenalkan pada rentang tahun 1950 hingga 1960&#45;an. Seiring berjalannya waktu, permainan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi dalam acara keluarga, festival, maupun pertemuan komunitas, tetapi juga diakui sebagai aktivitas yang menuntut ketajaman logika, strategi matang, dan pemikiran filosofis yang mendalam.Momen bersejarah bagi perkembangan domino di wilayah Sumatera Utara tercatat pada akhir pekan lalu, saat Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sumut menggelar Turnamen Eksebisi Domino Tunggal Putra Antar Pengurus Se&#45;Sumut. Kompetisi bertajuk Sumut Domino Tournament 2026 ini berlangsung meriah di Jalan Haji Anif, Medan, pada tanggal 30 hingga 31 Mei 2026, dan menjadi kolaborasi perdana berskala besar antara PORDI dengan Higgs Games Island (HGI).Ketua PORDI Sumut, Zulhidayat, dalam keterangannya usai acara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang strategis dalam memajukan domino sebagai cabang olahraga berprestasi.“Turnamen ini adalah momen penting yang patut kita rayakan, menandai kolaborasi besar pertama antara PORDI dan Higgs Games Island. Kompetisi ini menggunakan format gabungan antara sistem daring (online) dan luring (offline). Ke depannya, PORDI bersama mitra strategis kami, HGI, akan terus menyelenggarakan lebih banyak turnamen domino. Tujuannya tidak hanya untuk menyatukan para pemain di Sumatera Utara, tetapi juga untuk membawa olahraga ini ke panggung nasional hingga internasional,” tegas Zulhidayat.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Permainan domino telah lama dikenal sebagai salah satu hiburan populer di tengah masyarakat Indonesia sejak pertama kali diperkenalkan pada rentang tahun 1950 hingga 1960-an. Seiring berjalannya waktu, permainan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi dalam acara keluarga, festival, maupun pertemuan komunitas, tetapi juga diakui sebagai aktivitas yang menuntut ketajaman logika, strategi matang, dan pemikiran filosofis yang mendalam.<br><br>Momen bersejarah bagi perkembangan domino di wilayah Sumatera Utara tercatat pada akhir pekan lalu, saat Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sumut menggelar Turnamen Eksebisi Domino Tunggal Putra Antar Pengurus Se-Sumut. Kompetisi bertajuk Sumut Domino Tournament 2026 ini berlangsung meriah di Jalan Haji Anif, Medan, pada tanggal 30 hingga 31 Mei 2026, dan menjadi kolaborasi perdana berskala besar antara PORDI dengan Higgs Games Island (HGI).<br><br>Ketua PORDI Sumut, Zulhidayat, dalam keterangannya usai acara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang strategis dalam memajukan domino sebagai cabang olahraga berprestasi.<br><br>“Turnamen ini adalah momen penting yang patut kita rayakan, menandai kolaborasi besar pertama antara PORDI dan Higgs Games Island. Kompetisi ini menggunakan format gabungan antara sistem daring (online) dan luring (offline). Ke depannya, PORDI bersama mitra strategis kami, HGI, akan terus menyelenggarakan lebih banyak turnamen domino. Tujuannya tidak hanya untuk menyatukan para pemain di Sumatera Utara, tetapi juga untuk membawa olahraga ini ke panggung nasional hingga internasional,” tegas Zulhidayat.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1780284004_67a3cdf476037b0686b1.jpg"></figure><p><br><br>Selama dua hari pelaksanaan, suasana di lokasi pertandingan terasa sangat hidup dan kompetitif. Area arena tidak pernah sepi dari pengunjung, mulai dari pagi hingga malam hari. Meja-meja pertandingan terus terisi oleh para peserta yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Utara, sementara penonton memadati sisi arena untuk menyaksikan aksi para pemain.<br><br>Antusiasme semakin memuncak saat babak-babak penentuan berlangsung. Sorak sorai penonton terdengar riuh setiap kali terjadi momen krusial di atas meja permainan. Di sinilah terlihat bahwa domino kini telah bergeser persepsi masyarakatnya: bukan lagi sekadar permainan santai, melainkan sebuah cabang olahraga yang membutuhkan konsentrasi tinggi, kemampuan membaca pola permainan lawan, serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.<br><br>Penyelenggaraan turnamen ini berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Keberhasilan acara ini juga berkat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Satuan Narkoba Polrestabes Medan dan Kasat Narkoba Polres Labuhan Batu, yang turut berperan dalam kelancaran kegiatan persahabatan antar pengurus PORDI se-Sumatera Utara tersebut. Zulhidayat juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, panitia pelaksana, serta para sponsor yang telah berkontribusi.<br><br>Salah satu momen puncak acara adalah penyerahan hadiah dan piagam penghargaan kepada para pemenang. Untuk kategori Juara Umum 1, gelar berhasil diraih oleh Ipda Agus Gunawan dari satuan Brimob Polda Sumatera Utara yang menunjukkan performa luar biasa sepanjang kompetisi.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1780284025_2a5a6bd6a2fae84f0a1e.jpg"></figure><p><br><br>Tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen, PORDI Sumut telah menyiapkan langkah strategis jangka panjang. Dalam waktu dekat, organisasi ini akan menyusun program pembinaan atlet secara berjenjang dan terstruktur. PORDI Sumut berkomitmen untuk menjangkau hingga ke 33 kabupaten/kota di wilayah Sumatera Utara demi menggali dan menemukan bibit-bibit atlet muda berpotensi.<br><br>“Ke depan, PORDI dan HGI berkomitmen mendorong domino sebagai cabang olahraga berprestasi yang sesungguhnya. Kami tengah menyusun program pembinaan atlet berbasis peningkatan strategi, kekuatan mental, dan pencarian bakat dari seluruh pelosok daerah. Jaringan turnamen juga akan kami perluas mulai dari tingkat lokal, daerah, hingga nasional. Target kami sangat jelas: membawa nama olahraga domino Indonesia bersinar di kancah internasional secara profesional,” pungkas Zulhidayat dengan penuh optimis.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/turnamen-domino-sumut-2026-anggota-brimob-ipda-agus-gunawan-keluar-sebagai-juara_sPKuzzCO52.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Pelaku Usaha KEK Sei Mangkei Dapat Pendampingan Pajak, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Digitalisasi Perpajakan Perlu Terus Dikawal</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/pelaku&#45;usaha&#45;kek&#45;sei&#45;mangkei&#45;dapat&#45;pendampingan&#45;pajak&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;digitalisasi&#45;perpajakan&#45;perlu&#45;terus&#45;dikawal&#45;luR0rc5oht/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/pelaku&#45;usaha&#45;kek&#45;sei&#45;mangkei&#45;dapat&#45;pendampingan&#45;pajak&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;digitalisasi&#45;perpajakan&#45;perlu&#45;terus&#45;dikawal&#45;luR0rc5oht/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 31 May 2026 06:30:14 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Sumut.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif langkah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara II yang memberikan asistensi pelaporan pajak kepada para pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumut.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara II yang memberikan asistensi pelaporan pajak kepada para pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.&nbsp;</p><p>Kegiatan tersebut dinilai sebagai upaya penting dalam memperkuat kepatuhan perpajakan sekaligus mendukung percepatan transformasi layanan perpajakan berbasis digital di kawasan industri strategis nasional.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan asistensi yang dilakukan DJP menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pelaku usaha mampu beradaptasi dengan sistem perpajakan modern melalui pemanfaatan Coretax.</p><p>“Pendekatan pendampingan seperti ini sangat dibutuhkan karena transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan sistem baru. Pelaku usaha juga perlu mendapatkan edukasi dan asistensi agar mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal,” ujar Tohom, Senin (1/6/2026).</p><p>Menurutnya, keberhasilan implementasi Coretax tidak hanya akan meningkatkan kualitas administrasi perpajakan, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.</p><p>Tohom menilai KEK Sei Mangkei memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat hilirisasi industri nasional sehingga penguatan kepatuhan perpajakan di kawasan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.</p><p>“Ketika pelaku usaha memahami kewajiban perpajakannya dengan baik, maka kepastian usaha akan semakin kuat. Pada akhirnya hal ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat daya saing kawasan industri Indonesia di tingkat global,” katanya.</p><p>Ia berpandangan bahwa digitalisasi perpajakan melalui Coretax merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang akan menghasilkan basis data ekonomi yang lebih terintegrasi dan berkualitas.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan keberhasilan implementasi sistem perpajakan digital akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan kawasan-kawasan ekonomi baru yang saat ini menjadi fokus pembangunan nasional.</p><p>“Ke depan, kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus membutuhkan tata kelola yang semakin modern. Sistem perpajakan yang terintegrasi secara digital akan membantu menciptakan efisiensi, mempercepat layanan, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha,” ujarnya.</p><p>Menurut Tohom, kegiatan asistensi seperti yang dilakukan DJP Sumatera Utara II juga menunjukkan bahwa transformasi digital harus selalu diiringi pendekatan humanis melalui pendampingan langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha.</p><p>Ia berharap program edukasi dan asistensi perpajakan dapat terus diperluas ke berbagai kawasan industri, sentra UMKM, dan wilayah pengembangan ekonomi lainnya agar manfaat digitalisasi perpajakan dapat dirasakan secara merata.</p><p>Sebelumnya, Kanwil DJP Sumatera Utara II memberikan asistensi pelaporan pajak kepada para pelaku usaha di KEK Sei Mangkei.&nbsp;</p><p>Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pendampingan terkait tata cara pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui sistem Coretax serta kesempatan untuk berkonsultasi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pelaporan pajak.</p><p>Penyuluh Kanwil DJP Sumatera Utara II menyampaikan bahwa kegiatan asistensi tersebut diharapkan dapat membantu para pelaku usaha memahami proses pelaporan SPT Tahunan dengan lebih baik serta memanfaatkan layanan Coretax secara optimal.&nbsp;</p><p>Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen DJP dalam memberikan edukasi dan pelayanan kepada wajib pajak guna mendukung kemudahan pelaporan pajak secara digital.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir062026/pelaku-usaha-kek-sei-mangkei-dapat-pendampingan-pajak-martabat-prabowo-gibran-digitalisasi-perpajakan-perlu-terus-dikawal_oyJBOKRjXG.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Highpass Bantah Tudingan Negatif: Semua Berjalan Sesuai Ketentuan</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/highpass&#45;bantah&#45;tudingan&#45;negatif&#45;semua&#45;berjalan&#45;sesuai&#45;ketentuan&#45;7lFJolitmB/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/highpass&#45;bantah&#45;tudingan&#45;negatif&#45;semua&#45;berjalan&#45;sesuai&#45;ketentuan&#45;7lFJolitmB/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 30 May 2026 21:48:05 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Manajemen Tempat Hiburan Malam (THM) Highpass akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya berbagai tudingan serta poster penolakan dari sejumlah pihak. Tuduhan yang berkembang menyebutkan bahwa keberadaan dan operasional tempat hiburan tersebut dinilai meresahkan masyarakat serta dianggap mencederai moral lingkungan sekitar.Menanggapi isu yang berkembang tersebut, pihak manajemen Highpass dengan tegas membantah segala tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Mereka menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang berjalan di lokasi usahanya telah berlangsung sesuai dengan ketentuan, peraturan perundang&#45;undangan, dan norma yang berlaku. Hal ini mencakup aspek perizinan usaha yang sah, kepatuhan terhadap jam operasional yang ditetapkan, hingga penerapan sistem pengawasan internal yang ketat terhadap seluruh pengunjung yang datang.&quot;Kami menghormati aspirasi masyarakat, namun kami juga berharap informasi yang beredar tidak menggiring opini yang belum tentu benar. Highpass beroperasi secara legal dan selalu mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah,&quot; ujar perwakilan manajemen Highpass saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).Salah satu isu yang sempat mengemuka dan menjadi sorotan adalah adanya informasi mengenai pengunjung yang didapati positif menggunakan narkoba saat dilakukannya razia oleh aparat penegak hukum. Terkait hal ini, pihak manajemen memberikan penjelasan tegas bahwa kasus tersebut murni merupakan tindakan dari oknum individu atau perseorangan, dan sama sekali tidak mencerminkan kebijakan, dukungan, maupun aktivitas yang difasilitasi oleh pengelola tempat hiburan.Bahkan, pihak Highpass mengaku justru selama ini menjadi mitra yang mendukung penuh langkah aparat kepolisian dalam upaya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Mereka menegaskan selalu bersikap kooperatif dan terbuka setiap kali dilakukan pemeriksaan, pengawasan, maupun operasi razia di lokasi.&quot;Kami mendukung penuh upaya aparat dalam menciptakan lingkungan hiburan yang aman dan bersih dari narkoba. Jika ada pengunjung yang terbukti melanggar hukum, tentu itu menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan, dan kami tidak akan melindungi pihak yang salah,&quot; jelasnya.Selain isu narkoba, tudingan lain yang dibantah keras adalah anggapan bahwa keberadaan lokasi hiburan tersebut mengganggu rumah ibadah atau meresahkan ketertiban umum warga sekitar. Manajemen mengaku senantiasa menjaga komunikasi yang baik dengan warga lingkungan dan berupaya menjalankan usaha secara kondusif agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi sekitar.&quot;Kami tetap menghargai norma sosial dan lingkungan sekitar. Selama ini kami juga berupaya menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban, termasuk pengendalian suara agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat yang beraktivitas maupun beristirahat,&quot; tambahnya.Di akhir pernyataannya, manajemen berharap masyarakat dapat menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik dengan bijak, kritis, dan objektif. Publik diimbau untuk tidak langsung menyimpulkan sesuatu atau menghakimi tanpa didasari fakta yang jelas serta keputusan resmi dari pihak berwenang.&quot;Kami terbuka terhadap evaluasi dan masukan yang membangun. Namun kami juga berharap tidak ada penyebaran informasi yang bersifat menuduh atau dapat merugikan nama baik usaha kami tanpa dasar dan bukti yang jelas,&quot; tutup pihak manajemen Highpass.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Manajemen Tempat Hiburan Malam (THM) Highpass akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya berbagai tudingan serta poster penolakan dari sejumlah pihak. Tuduhan yang berkembang menyebutkan bahwa keberadaan dan operasional tempat hiburan tersebut dinilai meresahkan masyarakat serta dianggap mencederai moral lingkungan sekitar.<br><br>Menanggapi isu yang berkembang tersebut, pihak manajemen Highpass dengan tegas membantah segala tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Mereka menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang berjalan di lokasi usahanya telah berlangsung sesuai dengan ketentuan, peraturan perundang-undangan, dan norma yang berlaku. Hal ini mencakup aspek perizinan usaha yang sah, kepatuhan terhadap jam operasional yang ditetapkan, hingga penerapan sistem pengawasan internal yang ketat terhadap seluruh pengunjung yang datang.<br><br>"Kami menghormati aspirasi masyarakat, namun kami juga berharap informasi yang beredar tidak menggiring opini yang belum tentu benar. Highpass beroperasi secara legal dan selalu mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah," ujar perwakilan manajemen Highpass saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).<br><br>Salah satu isu yang sempat mengemuka dan menjadi sorotan adalah adanya informasi mengenai pengunjung yang didapati positif menggunakan narkoba saat dilakukannya razia oleh aparat penegak hukum. Terkait hal ini, pihak manajemen memberikan penjelasan tegas bahwa kasus tersebut murni merupakan tindakan dari oknum individu atau perseorangan, dan sama sekali tidak mencerminkan kebijakan, dukungan, maupun aktivitas yang difasilitasi oleh pengelola tempat hiburan.<br><br>Bahkan, pihak Highpass mengaku justru selama ini menjadi mitra yang mendukung penuh langkah aparat kepolisian dalam upaya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Mereka menegaskan selalu bersikap kooperatif dan terbuka setiap kali dilakukan pemeriksaan, pengawasan, maupun operasi razia di lokasi.<br><br>"Kami mendukung penuh upaya aparat dalam menciptakan lingkungan hiburan yang aman dan bersih dari narkoba. Jika ada pengunjung yang terbukti melanggar hukum, tentu itu menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan, dan kami tidak akan melindungi pihak yang salah," jelasnya.<br><br>Selain isu narkoba, tudingan lain yang dibantah keras adalah anggapan bahwa keberadaan lokasi hiburan tersebut mengganggu rumah ibadah atau meresahkan ketertiban umum warga sekitar. Manajemen mengaku senantiasa menjaga komunikasi yang baik dengan warga lingkungan dan berupaya menjalankan usaha secara kondusif agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi sekitar.<br><br>"Kami tetap menghargai norma sosial dan lingkungan sekitar. Selama ini kami juga berupaya menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban, termasuk pengendalian suara agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat yang beraktivitas maupun beristirahat," tambahnya.<br><br>Di akhir pernyataannya, manajemen berharap masyarakat dapat menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik dengan bijak, kritis, dan objektif. Publik diimbau untuk tidak langsung menyimpulkan sesuatu atau menghakimi tanpa didasari fakta yang jelas serta keputusan resmi dari pihak berwenang.<br><br>"Kami terbuka terhadap evaluasi dan masukan yang membangun. Namun kami juga berharap tidak ada penyebaran informasi yang bersifat menuduh atau dapat merugikan nama baik usaha kami tanpa dasar dan bukti yang jelas," tutup pihak manajemen Highpass.</p><p><strong>[Redaktur: Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/highpass-bantah-tudingan-negatif-semua-berjalan-sesuai-ketentuan_zQ5Sk2iI0o.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>SPBU Bandar Labuhan Diduga Dikuasai Mafia: Kapolsek Tak Mampu, Kanit Tipidter Turun Tangan</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/spbu&#45;bandar&#45;labuhan&#45;diduga&#45;dikuasai&#45;mafia&#45;kapolsek&#45;tak&#45;mampu&#45;kanit&#45;tipidter&#45;turun&#45;tangan&#45;w7dQgfOmnr/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/spbu&#45;bandar&#45;labuhan&#45;diduga&#45;dikuasai&#45;mafia&#45;kapolsek&#45;tak&#45;mampu&#45;kanit&#45;tipidter&#45;turun&#45;tangan&#45;w7dQgfOmnr/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 30 May 2026 15:32:46 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Viralnya praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandar Labuhan, Tanjung Morawa dengan kode nomor 14.2031142, akhirnya mendapat tanggapan resmi dari pihak kepolisian. Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Deli Serdang, AKP Jesko Siburian, berjanji akan menindaklanjuti informasi yang beredar luas di masyarakat tersebut.Seperti diketahui, praktik yang merugikan negara ini dilakukan oleh para pelangsir yang beroperasi di SPBU tersebut. Mereka diketahui menguras pasokan Pertalite yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat umum, lalu mengumpulkannya di beberapa titik penampungan tersembunyi. BBM bersubsidi yang telah dikumpulkan itu kemudian didistribusikan kembali dengan harga yang lebih tinggi semata&#45;mata demi keuntungan pribadi dan kelompok, yang jelas&#45;jelas melanggar aturan penyaluran energi bersubsidi.Kasus ini sebenarnya sudah disinggung dan dikonfirmasi sebelumnya kepada Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik. Saat itu, ia dengan tegas menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan berjanji akan mengoordinasikan penanganan kasus ini bersama unit ekonomi dan Tipidter. Namun, janji tegas tersebut ternyata hanya menjadi kata&#45;kata manis yang tak berbekas.Saat pihak awak media berusaha melakukan konfirmasi kembali untuk menanyakan perkembangan tindak lanjut yang dijanjikan, pemimpin kepolisian di wilayah hukum Tanjung Morawa itu justru tiba&#45;tiba bungkam dan tidak memberikan penjelasan apa pun. Sikap diam ini pun memicu pertanyaan besar di publik: apakah janji penindakan yang disampaikan sebelumnya hanya sekadar basa&#45;basi untuk meredam isu, atau memang ada hal lain yang membuat penegakan hukum terhenti di tengah jalan?Kini, harapan masyarakat kembali tertuju pada Kanit Tipidter Polres Deli Serdang, AKP Jesko Siburian. Menanggapi kabar yang mengemuka, ia menegaskan keseriusannya untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.&quot;Makasih infonya bang, akan kita tindak lanjut info tsb,&quot; tegas AKP Jesko Siburian singkat namun tegas saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026) lalu.Masyarakat kini menunggu pembuktian nyata dari pihak Polres Deli Serdang. Publik berharap kali ini janji penindakan tidak lagi berakhir menjadi angin lalu seperti yang terjadi sebelumnya, namun benar&#45;benar ditindak tegas hingga ke akar masalah demi menghentikan kebocoran dan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan hajat hidup orang banyak.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Viralnya praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandar Labuhan, Tanjung Morawa dengan kode nomor 14.2031142, akhirnya mendapat tanggapan resmi dari pihak kepolisian. Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Deli Serdang, AKP Jesko Siburian, berjanji akan menindaklanjuti informasi yang beredar luas di masyarakat tersebut.<br><br>Seperti diketahui, praktik yang merugikan negara ini dilakukan oleh para pelangsir yang beroperasi di SPBU tersebut. Mereka diketahui menguras pasokan Pertalite yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat umum, lalu mengumpulkannya di beberapa titik penampungan tersembunyi. BBM bersubsidi yang telah dikumpulkan itu kemudian didistribusikan kembali dengan harga yang lebih tinggi semata-mata demi keuntungan pribadi dan kelompok, yang jelas-jelas melanggar aturan penyaluran energi bersubsidi.<br><br>Kasus ini sebenarnya sudah disinggung dan dikonfirmasi sebelumnya kepada Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik. Saat itu, ia dengan tegas menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan berjanji akan mengoordinasikan penanganan kasus ini bersama unit ekonomi dan Tipidter. Namun, janji tegas tersebut ternyata hanya menjadi kata-kata manis yang tak berbekas.<br><br>Saat pihak awak media berusaha melakukan konfirmasi kembali untuk menanyakan perkembangan tindak lanjut yang dijanjikan, pemimpin kepolisian di wilayah hukum Tanjung Morawa itu justru tiba-tiba bungkam dan tidak memberikan penjelasan apa pun. Sikap diam ini pun memicu pertanyaan besar di publik: apakah janji penindakan yang disampaikan sebelumnya hanya sekadar basa-basi untuk meredam isu, atau memang ada hal lain yang membuat penegakan hukum terhenti di tengah jalan?<br><br>Kini, harapan masyarakat kembali tertuju pada Kanit Tipidter Polres Deli Serdang, AKP Jesko Siburian. Menanggapi kabar yang mengemuka, ia menegaskan keseriusannya untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.<br><br>"Makasih infonya bang, akan kita tindak lanjut info tsb," tegas AKP Jesko Siburian singkat namun tegas saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026) lalu.<br><br>Masyarakat kini menunggu pembuktian nyata dari pihak Polres Deli Serdang. Publik berharap kali ini janji penindakan tidak lagi berakhir menjadi angin lalu seperti yang terjadi sebelumnya, namun benar-benar ditindak tegas hingga ke akar masalah demi menghentikan kebocoran dan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan hajat hidup orang banyak.</p><p><strong>[Redaktur: Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/spbu-bandar-labuhan-diduga-dikuasai-mafia-kapolsek-tak-mampu-kanit-tipidter-turun-tangan_0H8pHz1I53.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Bupati Dairi Genjot Infrastruktur dan Penataan Aset, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Sejalan dengan Visi KEK Kardaiba</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/bupati&#45;dairi&#45;genjot&#45;infrastruktur&#45;dan&#45;penataan&#45;aset&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;sejalan&#45;dengan&#45;visi&#45;kek&#45;kardaiba&#45;uXPWF0Yned/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/bupati&#45;dairi&#45;genjot&#45;infrastruktur&#45;dan&#45;penataan&#45;aset&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;sejalan&#45;dengan&#45;visi&#45;kek&#45;kardaiba&#45;uXPWF0Yned/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 30 May 2026 06:00:24 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWS.CO, Jakarta &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Dairi yang langsung melakukan konsolidasi pembangunan daerah setelah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>WAHANANEWS.CO, Jakarta - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Dairi yang langsung melakukan konsolidasi pembangunan daerah setelah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).&nbsp;</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran menilai percepatan pembangunan infrastruktur, penataan aset daerah, serta penguatan budaya gotong royong merupakan fondasi penting dalam meningkatkan daya saing Kabupaten Dairi.</p><p>Menurut organisasi tersebut, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah saat ini akan menentukan kesiapan Dairi dalam menghadapi berbagai peluang investasi dan pengembangan ekonomi pada masa mendatang.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran juga menilai upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Dairi sebagai salah satu wilayah strategis dalam pengembangan KEK Kardaiba atau Kawasan Ekonomi Khusus Karo-Dairi-Pakpak Bharat yang sedang diperjuangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan capaian WTP selama 12 kali berturut-turut harus menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.</p><p>"Keberhasilan memperoleh WTP tentu patut diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana tata kelola pemerintahan yang baik itu diterjemahkan menjadi pembangunan nyata yang dirasakan masyarakat. Langkah cepat Bupati Dairi menggelar rapat kerja dan mengevaluasi pembangunan menunjukkan adanya komitmen untuk bergerak lebih cepat," kata Tohom, belum lama ini.</p><p>Menurutnya, program gotong royong yang melibatkan masyarakat dalam perbaikan jalan, drainase, jembatan, dan lingkungan memiliki nilai strategis karena mampu memperkuat partisipasi publik sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur dasar di pedesaan.</p><p>"Semangat gotong royong adalah kekuatan besar masyarakat Dairi. Ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, biaya pembangunan bisa lebih efisien dan hasilnya akan lebih cepat dirasakan oleh warga," ujarnya.</p><p>Tohom menilai percepatan pembangunan fisik yang ditargetkan mulai berkontrak pada Juni 2026 menjadi langkah penting untuk meningkatkan konektivitas kawasan.&nbsp;</p><p>Menurutnya, infrastruktur yang baik merupakan syarat utama apabila Dairi ingin menjadi bagian dari pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan dataran tinggi Sumatera Utara.</p><p>"Ke depan, daya saing daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas infrastruktur, konektivitas logistik, kemudahan investasi, dan kesiapan sumber daya manusianya," katanya.</p><p>Ia menilai upaya Bupati Dairi melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan aset daerah juga merupakan langkah yang tepat.&nbsp;</p><p>Aset pemerintah yang selama ini kurang produktif harus dioptimalkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.</p><p>"Daerah yang ingin tumbuh cepat harus mampu mengelola seluruh asetnya secara produktif. Aset yang menganggur harus diubah menjadi aset yang menghasilkan nilai ekonomi, mendukung investasi, dan membuka peluang usaha baru," ujarnya.</p><p>Tohom mengatakan Kabupaten Dairi memiliki posisi strategis dalam gagasan pembentukan KEK Kardaiba yang mengintegrasikan potensi pertanian modern, industri pengolahan, pariwisata, serta perdagangan regional di kawasan Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.</p><p>"KEK Kardaiba memiliki prospek besar karena kawasan ini memiliki kekuatan pada sektor pertanian, komoditas hortikultura, pariwisata alam, serta kedekatan dengan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara. Karena itu persiapan infrastruktur dan tata kelola daerah harus dimulai sejak sekarang," katanya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan konsep pengembangan kawasan terpadu seperti KEK Kardaiba sangat sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar wilayah metropolitan besar.</p><p>"Yang dibangun bukan hanya satu kabupaten, melainkan sebuah ekosistem ekonomi regional yang saling terhubung. Ketika Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat mampu terintegrasi dalam satu kawasan ekonomi, maka daya tarik investasi, peluang kerja, dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat secara signifikan," ujarnya.</p><p>Menurut Tohom, langkah Pemerintah Kabupaten Dairi yang mulai fokus pada percepatan pembangunan fisik, penataan aset, serta penguatan partisipasi masyarakat dapat menjadi modal awal yang kuat dalam mendukung terwujudnya KEK Kardaiba di masa mendatang.</p><p>"Jika konsistensi pembangunan ini terus dijaga, Dairi berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara yang mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," kata Tohom.</p><p>Sebelumnya, Bupati Dairi Vickner Sinaga menggelar rapat kerja bersama jajaran pemerintah daerah setelah Kabupaten Dairi kembali meraih opini WTP dari BPK Perwakilan Sumatera Utara.</p><p>Rapat tersebut membahas percepatan pembangunan daerah, evaluasi program gotong royong masyarakat, penanganan infrastruktur, serta optimalisasi aset daerah.&nbsp;</p><p>Pemerintah Kabupaten Dairi juga menargetkan seluruh proyek fisik tahun anggaran 2026 dapat segera memasuki tahap kontrak kerja mulai Juni mendatang.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/bupati-dairi-genjot-infrastruktur-dan-penataan-aset-martabat-prabowo-gibran-sejalan-dengan-visi-kek-kardaiba_LbSZln4Pyb.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Togel AJ Berkuasa Bertahun&#45;Tahun di 4 Kecamatan, Polrestabes Medan Tak Mampu Atau Tak Mau Bertindak?</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/togel&#45;aj&#45;berkuasa&#45;bertahun&#45;tahun&#45;di&#45;4&#45;kecamatan&#45;polrestabes&#45;medan&#45;tak&#45;mampu&#45;atau&#45;tak&#45;mau&#45;bertindak&#45;sH4gschpN0/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/togel&#45;aj&#45;berkuasa&#45;bertahun&#45;tahun&#45;di&#45;4&#45;kecamatan&#45;polrestabes&#45;medan&#45;tak&#45;mampu&#45;atau&#45;tak&#45;mau&#45;bertindak&#45;sH4gschpN0/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 29 May 2026 12:27:59 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Fakta mengejutkan terungkap ke permukaan: sebuah jaringan judi togel bermerek AJ ternyata menjadi salah satu operasi perjudian terbesar di wilayah hukum Polrestabes Medan. Jaringan ini diketahui telah menguasai dan mendominasi aktivitas di empat kecamatan strategis, yakni Pancur Batu, Kutalimbaru, Tuntungan, dan Sunggal, termasuk kawasan Sei Mencirim. Yang paling memprihatinkan, praktik ilegal ini berjalan bebas dan tak tersentuh hukum selama bertahun&#45;tahun, seolah mendapatkan perlindungan tak tertulis.Keberadaan judi togel AJ ini bukanlah rahasia lagi bagi masyarakat setempat. Bahkan, lokasi operasinya sangat terbuka dan mudah ditemukan hampir setiap warung kopi di wilayah tersebut dijadikan basis kegiatan perjudian. Keterbukaan ini memicu gelombang pertanyaan keras dan kekecewaan publik terhadap kinerja dan efektivitas penegakan hukum yang dijalankan oleh Polrestabes Medan. Bagaimana mungkin kejahatan yang terang&#45;terangan ini dibiarkan tumbuh subur tanpa adanya tindakan tegas?Berdasarkan informasi yang dihimpun, jaringan besar ini dikendalikan oleh seorang tokoh yang dikenal luas dengan panggilan inisial &quot;King&quot; atau &quot;Raja&quot;. Di bawah kendalinya, aktivitas judi togel ini menyebar bak jamur di musim hujan, menancapkan pengaruhnya di hampir setiap sudut warung kopi di keempat kecamatan tersebut. Keberadaannya begitu nyata hingga dianggap sebagai bagian dari pemandangan sehari&#45;hari, sesuatu yang sangat ironis di tengah upaya pemberantasan kejahatan.Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan kekesalannya. Menurutnya, judi togel AJ ini sudah beroperasi bertahun&#45;tahun dengan rasa aman yang berlebihan, seolah keberadaan aparat penegak hukum tidak ada artinya bagi mereka.“Mereka beroperasi dengan sangat bebas, tidak ada rasa takut sedikit pun. Kalau Abang datang ke warung kopi mana saja di keempat kecamatan itu, pasti akan sangat mudah menemukan tempat perjudiannya. Tidak sulit sama sekali untuk menemukannya, itu sudah seperti tempat umum,” ungkap warga tersebut dengan nada kecewa, Jumat (29/5/2026).Sistem operasi yang diterapkan pun sangat sederhana, terbuka, dan terorganisir dengan baik. Perjudian ini berjalan setiap hari tanpa henti. Masyarakat yang ingin ikut serta hanya perlu datang, memilih nomor keberuntungan, dan menyerahkan uang taruhan kepada petugas penulis angka yang sudah bersiap di setiap lokasi. Jika menang, pemasang cukup kembali ke tempat yang sama untuk mengambil uang kemenangan.“Caranya sangat gampang. Datang saja, sudah ada penulisnya yang siap menunggu. Cukup sebutkan nomor yang mau dibeli, serahkan uangnya, dan selesai. Kalau beruntung menang, kita ambil uangnya di tempat yang sama,” tambahnya.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Fakta mengejutkan terungkap ke permukaan: sebuah jaringan judi togel bermerek AJ ternyata menjadi salah satu operasi perjudian terbesar di wilayah hukum Polrestabes Medan. Jaringan ini diketahui telah menguasai dan mendominasi aktivitas di empat kecamatan strategis, yakni Pancur Batu, Kutalimbaru, Tuntungan, dan Sunggal, termasuk kawasan Sei Mencirim. Yang paling memprihatinkan, praktik ilegal ini berjalan bebas dan tak tersentuh hukum selama bertahun-tahun, seolah mendapatkan perlindungan tak tertulis.<br><br>Keberadaan judi togel AJ ini bukanlah rahasia lagi bagi masyarakat setempat. Bahkan, lokasi operasinya sangat terbuka dan mudah ditemukan hampir setiap warung kopi di wilayah tersebut dijadikan basis kegiatan perjudian. Keterbukaan ini memicu gelombang pertanyaan keras dan kekecewaan publik terhadap kinerja dan efektivitas penegakan hukum yang dijalankan oleh Polrestabes Medan. Bagaimana mungkin kejahatan yang terang-terangan ini dibiarkan tumbuh subur tanpa adanya tindakan tegas?<br><br>Berdasarkan informasi yang dihimpun, jaringan besar ini dikendalikan oleh seorang tokoh yang dikenal luas dengan panggilan inisial "King" atau "Raja". Di bawah kendalinya, aktivitas judi togel ini menyebar bak jamur di musim hujan, menancapkan pengaruhnya di hampir setiap sudut warung kopi di keempat kecamatan tersebut. Keberadaannya begitu nyata hingga dianggap sebagai bagian dari pemandangan sehari-hari, sesuatu yang sangat ironis di tengah upaya pemberantasan kejahatan.<br><br>Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan kekesalannya. Menurutnya, judi togel AJ ini sudah beroperasi bertahun-tahun dengan rasa aman yang berlebihan, seolah keberadaan aparat penegak hukum tidak ada artinya bagi mereka.<br><br>“Mereka beroperasi dengan sangat bebas, tidak ada rasa takut sedikit pun. Kalau Abang datang ke warung kopi mana saja di keempat kecamatan itu, pasti akan sangat mudah menemukan tempat perjudiannya. Tidak sulit sama sekali untuk menemukannya, itu sudah seperti tempat umum,” ungkap warga tersebut dengan nada kecewa, Jumat (29/5/2026).<br><br>Sistem operasi yang diterapkan pun sangat sederhana, terbuka, dan terorganisir dengan baik. Perjudian ini berjalan setiap hari tanpa henti. Masyarakat yang ingin ikut serta hanya perlu datang, memilih nomor keberuntungan, dan menyerahkan uang taruhan kepada petugas penulis angka yang sudah bersiap di setiap lokasi. Jika menang, pemasang cukup kembali ke tempat yang sama untuk mengambil uang kemenangan.<br><br>“Caranya sangat gampang. Datang saja, sudah ada penulisnya yang siap menunggu. Cukup sebutkan nomor yang mau dibeli, serahkan uangnya, dan selesai. Kalau beruntung menang, kita ambil uangnya di tempat yang sama,” tambahnya.</p><p>Saat dikonfirmasi via WhatsApp Kapolrestabes Medan, Kombes pol Jean Calvijn Simanjuntak hingga berita ini diterbitkan belum membalas.<br><br>Kondisi ini menjadi cermin pahit bagi kinerja kepolisian setempat. Ketika kejahatan terorganisir beroperasi secara terang-benderang, mudah ditemukan, dan berlangsung bertahun-tahun tanpa gangguan, maka timbul pertanyaan mendasar: di manakah fungsi pengawasan dan penegakan hukum? Apakah ini tanda ketidakmampuan, kelalaian, atau hal lain yang lebih buruk lagi?<br><br>Masyarakat berhak menuntut kejelasan dan tindakan nyata. Keberadaan judi togel AJ yang menguasai 4 kecamatan ini bukan sekadar masalah keamanan, melainkan soal wibawa hukum yang sedang dipertaruhkan. Publik menantikan langkah tegas Polrestabes Medan untuk membuktikan bahwa hukum tetap berlaku sama bagi semua, tanpa terkecuali, dan membebani wilayah hukumnya dari jerat kejahatan yang merugikan masyarakat ini.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/togel-aj-berkuasa-bertahun-tahun-di-4-kecamatan-polrestabes-medan-tak-mampu-atau-tak-mau-bertindak_6Ti1EgBTnL.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Jelang Idul Adha, Listrik Sumut Dijamin Aman</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/jelang&#45;idul&#45;adha&#45;listrik&#45;sumut&#45;dijamin&#45;aman&#45;23nWbcIjy3/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/jelang&#45;idul&#45;adha&#45;listrik&#45;sumut&#45;dijamin&#45;aman&#45;23nWbcIjy3/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 28 May 2026 10:23:36 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara memastikan seluruh sistem kelistrikan di wilayah Sumut berada dalam kondisi aman, andal, dan terkendali. Kesiapan ini disampaikan langsung kepada Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam pertemuan resmi di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (26/5/2026).General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir Salman, didampingi jajaran manajemen, melaporkan kondisi kelistrikan pasca gangguan sistem yang sempat terjadi pada Jumat (22/5/2026) lalu. Ia menegaskan bahwa berbagai langkah pemulihan, evaluasi mendalam, hingga penguatan jaringan telah dilakukan secara menyeluruh. Hal ini dilakukan demi menjamin keandalan layanan, terutama saat momen hari besar keagamaan dan agenda strategis daerah.“Kami laporkan, alhamdulillah kondisi kelistrikan Sumatera Utara saat ini sudah aman dan stabil. PLN memastikan pasokan listrik untuk mendukung pelaksanaan Idul Adha sudah dalam kondisi siap. Seluruh personel telah disiagakan, posko siaga sudah aktif beroperasi, dan titik&#45;titik krusial mendapatkan perhatian khusus,” ujar Mundhakir Salman di hadapan Gubernur.Menurutnya, pasokan listrik bukan sekadar soal teknis, melainkan infrastruktur vital yang menunjang rasa aman masyarakat, kenyamanan beribadah, kelancaran aktivitas ekonomi, serta pelayanan publik.Untuk mengamankan pasokan listrik selama perayaan Idul Adha, PLN UID Sumatera Utara telah menyiagakan total 3.318 personel yang tersebar di 384 posko siaga di seluruh kabupaten dan kota. Tak hanya itu, pengamanan berlapis juga diterapkan pada 321 masjid dan lokasi ibadah prioritas, lengkap dengan penempatan genset sebagai langkah antisipasi agar ibadah kurban dan shalat Ied dapat berjalan lancar tanpa gangguan.“Personel dan peralatan kami sudah siap siaga. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk,” tambahnya.Selain kesiapan menghadapi Idul Adha, PLN juga melaporkan kesiapan penuh dalam mendukung penyelenggaraan ASEAN U&#45;19 Boys’ Championship 2026. Turnamen sepak bola tingkat internasional ini akan berlangsung di Sumatera Utara pada 1 hingga 13 Juni 2026, dengan pertandingan berpusat di Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan, dan Stadion Madya 1.PLN telah menyiapkan skema pengamanan kelistrikan khusus di setiap lokasi pertandingan, termasuk penyediaan peralatan pendukung seperti Genset dan UPS (Uninterruptible Power Supply). Tujuannya agar seluruh rangkaian pertandingan, seremoni pembukaan/penutupan, hingga penyiaran televisi dapat berjalan tanpa hambatan.“Bagi PLN, keandalan listrik adalah bagian dari wajah pelayanan daerah. Saat Sumatera Utara menjadi tuan rumah agenda internasional, kami hadir memastikan energi yang menopang kegiatan tersebut tersedia andal dan stabil,” tegas Mundhakir.Merespons laporan tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menekankan agar insiden gangguan sistem yang terjadi beberapa hari lalu menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat mitigasi dan langkah antisipasi ke depan. Ia mengingatkan, kebutuhan masyarakat terhadap energi listrik terus meningkat, sehingga keandalan sistem menjadi syarat mutlak.“Kejadian kemarin harus menjadi pelajaran penting. Kami berharap hal serupa tidak terulang kembali. Pemerintah Provinsi terus mendukung langkah PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan, karena listrik yang andal adalah fondasi utama pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bobby.Di akhir pertemuan, PLN UID Sumatera Utara menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemprov Sumut, aparat keamanan, pengelola rumah ibadah, panitia acara, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kerja sama tersebut, PLN optimis perayaan Idul Adha 1447 H dan penyelenggaraan agenda olahraga internasional akan berjalan aman, lancar, dan membawa manfaat bagi masyarakat Sumatera Utara.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara memastikan seluruh sistem kelistrikan di wilayah Sumut berada dalam kondisi aman, andal, dan terkendali. Kesiapan ini disampaikan langsung kepada Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam pertemuan resmi di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (26/5/2026).<br><br>General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir Salman, didampingi jajaran manajemen, melaporkan kondisi kelistrikan pasca gangguan sistem yang sempat terjadi pada Jumat (22/5/2026) lalu. Ia menegaskan bahwa berbagai langkah pemulihan, evaluasi mendalam, hingga penguatan jaringan telah dilakukan secara menyeluruh. Hal ini dilakukan demi menjamin keandalan layanan, terutama saat momen hari besar keagamaan dan agenda strategis daerah.<br><br>“Kami laporkan, alhamdulillah kondisi kelistrikan Sumatera Utara saat ini sudah aman dan stabil. PLN memastikan pasokan listrik untuk mendukung pelaksanaan Idul Adha sudah dalam kondisi siap. Seluruh personel telah disiagakan, posko siaga sudah aktif beroperasi, dan titik-titik krusial mendapatkan perhatian khusus,” ujar Mundhakir Salman di hadapan Gubernur.<br><br>Menurutnya, pasokan listrik bukan sekadar soal teknis, melainkan infrastruktur vital yang menunjang rasa aman masyarakat, kenyamanan beribadah, kelancaran aktivitas ekonomi, serta pelayanan publik.<br><br>Untuk mengamankan pasokan listrik selama perayaan Idul Adha, PLN UID Sumatera Utara telah menyiagakan total 3.318 personel yang tersebar di 384 posko siaga di seluruh kabupaten dan kota. Tak hanya itu, pengamanan berlapis juga diterapkan pada 321 masjid dan lokasi ibadah prioritas, lengkap dengan penempatan genset sebagai langkah antisipasi agar ibadah kurban dan shalat Ied dapat berjalan lancar tanpa gangguan.<br><br>“Personel dan peralatan kami sudah siap siaga. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk,” tambahnya.<br><br>Selain kesiapan menghadapi Idul Adha, PLN juga melaporkan kesiapan penuh dalam mendukung penyelenggaraan ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026. Turnamen sepak bola tingkat internasional ini akan berlangsung di Sumatera Utara pada 1 hingga 13 Juni 2026, dengan pertandingan berpusat di Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan, dan Stadion Madya 1.<br><br>PLN telah menyiapkan skema pengamanan kelistrikan khusus di setiap lokasi pertandingan, termasuk penyediaan peralatan pendukung seperti Genset dan UPS (Uninterruptible Power Supply). Tujuannya agar seluruh rangkaian pertandingan, seremoni pembukaan/penutupan, hingga penyiaran televisi dapat berjalan tanpa hambatan.<br><br>“Bagi PLN, keandalan listrik adalah bagian dari wajah pelayanan daerah. Saat Sumatera Utara menjadi tuan rumah agenda internasional, kami hadir memastikan energi yang menopang kegiatan tersebut tersedia andal dan stabil,” tegas Mundhakir.<br><br>Merespons laporan tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menekankan agar insiden gangguan sistem yang terjadi beberapa hari lalu menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat mitigasi dan langkah antisipasi ke depan. Ia mengingatkan, kebutuhan masyarakat terhadap energi listrik terus meningkat, sehingga keandalan sistem menjadi syarat mutlak.<br><br>“Kejadian kemarin harus menjadi pelajaran penting. Kami berharap hal serupa tidak terulang kembali. Pemerintah Provinsi terus mendukung langkah PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan, karena listrik yang andal adalah fondasi utama pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bobby.<br><br>Di akhir pertemuan, PLN UID Sumatera Utara menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemprov Sumut, aparat keamanan, pengelola rumah ibadah, panitia acara, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kerja sama tersebut, PLN optimis perayaan Idul Adha 1447 H dan penyelenggaraan agenda olahraga internasional akan berjalan aman, lancar, dan membawa manfaat bagi masyarakat Sumatera Utara.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/jelang-idul-adha-listrik-sumut-dijamin-aman_07hjdSSk8L.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Janji Tegas Tinggal Janji, Diduga Tak Bernyali: Kapolsek Tanjung Morawa Biarkan Pertalite di SPBU 14.2031142 Dikuras Mafia</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/janji&#45;tegas&#45;tinggal&#45;janji&#45;diduga&#45;tak&#45;bernyali&#45;kapolsek&#45;tanjung&#45;morawa&#45;biarkan&#45;pertalite&#45;di&#45;spbu&#45;142031142&#45;dikuras&#45;mafia&#45;xtpb1PyOEq/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/janji&#45;tegas&#45;tinggal&#45;janji&#45;diduga&#45;tak&#45;bernyali&#45;kapolsek&#45;tanjung&#45;morawa&#45;biarkan&#45;pertalite&#45;di&#45;spbu&#45;142031142&#45;dikuras&#45;mafia&#45;xtpb1PyOEq/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 28 May 2026 09:41:48 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Gawat, pernyataan tegas Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik terkait rencana penindakan terhadap dugaan penyelewengan BBM bersubsidi di salah satu SPBU kawasan Bandar Labuhan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, justru kini dipertanyakan. Pasalnya, setelah beberapa hari lalu berjanji akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Unit Ekonomi Badan Tipiter Polresta Deli Serdang, pihak kepolisian setempat kini justru diam seribu bahasa. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran terhadap praktik penyelewengan Pertalite yang terjadi secara terang&#45;terangan.SPBU yang menjadi sorotan publik tersebut memiliki kode 14.2031142 dan berlokasi di kawasan Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas penyelewengan ini berlangsung sangat mencolok, di mana terlihat belasan pelangsir beroperasi menggunakan kendaraan dengan tangki berkapasitas besar seperti sepeda motor jenis Verza, Thunder, hingga becak bermotor. Para pelangsir ini terlihat bolak&#45;balik membeli dan mengumpulkan BBM bersubsidi tersebut di beberapa lokasi gudang yang telah ditentukan.Fakta ini sempat dilaporkan dan dikonfirmasi kepada pihak kepolisian setempat, namun respons yang diberikan tidak sesuai harapan. Sempat &amp;nbsp;berjanji namun saat dimintai keterangan kembali terkait janji menindaklanjuti keberadaan para pelangsir yang mengumpulkan Pertalite subsidi di sejumlah titik gudang, Kapolsek Tanjung Morawa sama sekali tidak memberikan jawaban. Sikap ini semakin memperkuat indikasi adanya pembiaran dari pihak berwenang terhadap praktik ilegal yang merugikan negara ini.Salah satu warga sekitar yang enggan identitasnya dipublikasikan mengungkapkan bahwa aktivitas pengurasan Pertalite di SPBU kode 14.2031142 berlangsung sepanjang hari, mulai pagi hingga malam. Menurutnya, jadwal operasi para pelangsir ini sudah teratur dan diketahui banyak warga, namun dibiarkan saja.&quot;Mereka mulai mengisi bensin dari jam 09.00 WIB pagi sampai pukul 16.00 WIB, lalu dilanjutkan lagi sekitar pukul 19.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Jadi saat jam sibuk, seperti pagi hari orang mau berangkat kerja atau sore setelah pulang kerja, mereka justru berhenti beroperasi,&quot; ungkap warga tersebut, Kamis (28/5/2026).Warga itu pun mengaku heran, mengapa pihak pengelola SPBU membiarkan praktik tersebut terus berlanjut tanpa ada upaya pembatasan. Pasalnya, para pelangsir terlihat sangat sering melakukan pengisian ulang dalam waktu yang sangat singkat.&quot;Aku heran kenapa dikasih izin ya para pelangsir itu. Paling lama mereka kembali lagi ke SPBU untuk isi bensin itu cuma selang 5 menit sekali. Kalau Abang datang dan duduk sebentar di sana, pasti akan melihat mereka hilir mudik mengisi Pertalite pakai motor besar seperti Thunder, Verza, dan sejenisnya yang tangkinya besar&#45;besar,&quot; tambahnya.Ia juga menilai, sebetulnya sangat mudah bagi pihak kepolisian untuk memberantas praktik ini, karena pola dan lokasi operasi para pelangsir sudah sangat jelas dan terbuka. Namun, jika hal ini tidak segera ditindak, maka dugaan adanya pembiaran demi kepentingan tertentu sulit untuk dibantah.&quot;Kalau mau diberantas, polisi pasti sangat mudah menangkap mereka karena mereka berulang kali lewat dan mengisi di SPBU itu. Lain ceritanya kalau memang ada pembiaran di balik semua ini,&quot; tegas warga tersebut.Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari Kapolsek Tanjung Morawa maupun pihak manajemen SPBU terkait dugaan penyelewengan dan pembiaran yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat ini.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO </strong>– Gawat, pernyataan tegas Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik terkait rencana penindakan terhadap dugaan penyelewengan BBM bersubsidi di salah satu SPBU kawasan Bandar Labuhan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, justru kini dipertanyakan. Pasalnya, setelah beberapa hari lalu berjanji akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Unit Ekonomi Badan Tipiter Polresta Deli Serdang, pihak kepolisian setempat kini justru diam seribu bahasa. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran terhadap praktik penyelewengan Pertalite yang terjadi secara terang-terangan.<br><br>SPBU yang menjadi sorotan publik tersebut memiliki kode 14.2031142 dan berlokasi di kawasan Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas penyelewengan ini berlangsung sangat mencolok, di mana terlihat belasan pelangsir beroperasi menggunakan kendaraan dengan tangki berkapasitas besar seperti sepeda motor jenis Verza, Thunder, hingga becak bermotor. Para pelangsir ini terlihat bolak-balik membeli dan mengumpulkan BBM bersubsidi tersebut di beberapa lokasi gudang yang telah ditentukan.<br><br>Fakta ini sempat dilaporkan dan dikonfirmasi kepada pihak kepolisian setempat, namun respons yang diberikan tidak sesuai harapan. Sempat &nbsp;berjanji namun saat dimintai keterangan kembali terkait janji menindaklanjuti keberadaan para pelangsir yang mengumpulkan Pertalite subsidi di sejumlah titik gudang, Kapolsek Tanjung Morawa sama sekali tidak memberikan jawaban. Sikap ini semakin memperkuat indikasi adanya pembiaran dari pihak berwenang terhadap praktik ilegal yang merugikan negara ini.<br><br>Salah satu warga sekitar yang enggan identitasnya dipublikasikan mengungkapkan bahwa aktivitas pengurasan Pertalite di SPBU kode 14.2031142 berlangsung sepanjang hari, mulai pagi hingga malam. Menurutnya, jadwal operasi para pelangsir ini sudah teratur dan diketahui banyak warga, namun dibiarkan saja.<br><br>"Mereka mulai mengisi bensin dari jam 09.00 WIB pagi sampai pukul 16.00 WIB, lalu dilanjutkan lagi sekitar pukul 19.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Jadi saat jam sibuk, seperti pagi hari orang mau berangkat kerja atau sore setelah pulang kerja, mereka justru berhenti beroperasi," ungkap warga tersebut, Kamis (28/5/2026).<br><br>Warga itu pun mengaku heran, mengapa pihak pengelola SPBU membiarkan praktik tersebut terus berlanjut tanpa ada upaya pembatasan. Pasalnya, para pelangsir terlihat sangat sering melakukan pengisian ulang dalam waktu yang sangat singkat.<br><br>"Aku heran kenapa dikasih izin ya para pelangsir itu. Paling lama mereka kembali lagi ke SPBU untuk isi bensin itu cuma selang 5 menit sekali. Kalau Abang datang dan duduk sebentar di sana, pasti akan melihat mereka hilir mudik mengisi Pertalite pakai motor besar seperti Thunder, Verza, dan sejenisnya yang tangkinya besar-besar," tambahnya.<br><br>Ia juga menilai, sebetulnya sangat mudah bagi pihak kepolisian untuk memberantas praktik ini, karena pola dan lokasi operasi para pelangsir sudah sangat jelas dan terbuka. Namun, jika hal ini tidak segera ditindak, maka dugaan adanya pembiaran demi kepentingan tertentu sulit untuk dibantah.<br><br>"Kalau mau diberantas, polisi pasti sangat mudah menangkap mereka karena mereka berulang kali lewat dan mengisi di SPBU itu. Lain ceritanya kalau memang ada pembiaran di balik semua ini," tegas warga tersebut.<br><br>Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari Kapolsek Tanjung Morawa maupun pihak manajemen SPBU terkait dugaan penyelewengan dan pembiaran yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat ini.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/janji-tegas-tinggal-janji-diduga-tak-bernyali-kapolsek-tanjung-morawa-biarkan-pertalite-di-spbu-142031142-dikuras-mafia_t7RLir3944.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>KEK Sei Mangkei Pacu Industri Oleofood dan Biodiesel, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Hilirisasi Harus Jadi Mesin Ekonomi Rakyat</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/kek&#45;sei&#45;mangkei&#45;pacu&#45;industri&#45;oleofood&#45;dan&#45;biodiesel&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;hilirisasi&#45;harus&#45;jadi&#45;mesin&#45;ekonomi&#45;rakyat&#45;qdbnseursn/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/kek&#45;sei&#45;mangkei&#45;pacu&#45;industri&#45;oleofood&#45;dan&#45;biodiesel&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;hilirisasi&#45;harus&#45;jadi&#45;mesin&#45;ekonomi&#45;rakyat&#45;qdbnseursn/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 28 May 2026 07:05:24 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Sumut.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran menyambut positif percepatan proyek hilirisasi dan industrialisasi yang tengah didorong pemerintah, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Sei Mangkei sebagai pusat hilirisasi industri kelapa sawit dan karet yang terintegrasi.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumut.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif percepatan proyek hilirisasi dan industrialisasi yang tengah didorong pemerintah, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Sei Mangkei sebagai pusat hilirisasi industri kelapa sawit dan karet yang terintegrasi.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan penguatan KEK Sei Mangkei merupakan langkah strategis untuk membawa Indonesia keluar dari pola lama sebagai pemasok bahan mentah menuju negara industri yang mampu menciptakan nilai tambah besar di dalam negeri.</p><p>“Hilirisasi sawit di KEK Sei Mangkei adalah kabar baik bagi masa depan ekonomi nasional. Ini bukan hanya proyek kawasan industri, tetapi bagian dari transformasi besar agar Indonesia mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri, menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan daya saing global,” ujar Tohom, Rabu (27/5/2026).</p><p>Menurut Tohom, pengembangan pabrik Oleofood untuk memproduksi margarin dan shortening dengan kapasitas 35.000 ton per tahun menjadi bukti bahwa komoditas sawit sebaiknya tidak berhenti jadi Crude Palm Oil atau CPO mentah saja.</p><p>Ia mengatakan, semakin jauh rantai pengolahan dilakukan di dalam negeri, semakin besar manfaat ekonomi yang bisa dirasakan negara, pelaku industri, pekerja, petani, dan masyarakat sekitar kawasan.</p><p>“Selama ini Indonesia memiliki kekuatan besar pada bahan baku. Tantangan berikutnya adalah bagaimana bahan baku itu diubah menjadi produk bernilai tinggi. Di situlah hilirisasi menjadi kunci. Nilai tambah harus tinggal di Indonesia, bukan terus dinikmati negara lain,” katanya.</p><p>Tohom menilai pengembangan biodiesel berkapasitas 450 ribu ton per tahun di KEK Sei Mangkei juga memiliki makna strategis dalam agenda ketahanan energi nasional.</p><p>Menurutnya, hilirisasi sawit tidak hanya berbicara tentang industri makanan dan produk turunannya, tetapi juga berkaitan langsung dengan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil serta penguatan bauran energi nasional.</p><p>“Biodiesel adalah jembatan penting menuju kemandirian energi. Jika sawit dikelola dengan tata kelola yang baik, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan nasional, maka Indonesia punya modal besar untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus memperluas basis industri hijau,” ujar Tohom.</p><p>Ia mengatakan arah kebijakan hilirisasi yang didorong pemerintahan Prabowo-Gibran harus dipahami sebagai strategi besar pembangunan nasional, bukan hanya proyek sektoral.</p><p>Melalui hilirisasi, kata dia, pemerintah dapat memperkuat industri, memperluas penerimaan negara, membuka lapangan kerja berkualitas, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.</p><p>“Program hilirisasi ini sejalan dengan semangat besar Prabowo-Gibran untuk membangun ekonomi yang lebih mandiri, produktif, dan berdaulat. MARTABAT Prabowo-Gibran melihat KEK Sei Mangkei sebagai salah satu simpul penting untuk membuktikan bahwa industrialisasi Indonesia bisa tumbuh dari kekuatan daerah,” tuturnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan KEK Sei Mangkei perlu ditempatkan dalam desain konektivitas kawasan yang lebih luas.</p><p>Menurutnya, kawasan industri tidak akan tumbuh optimal tanpa dukungan infrastruktur logistik, pelabuhan, transportasi, energi, air, permukiman pekerja, dan integrasi dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.</p><p>“KEK Sei Mangkei harus dilihat sebagai mesin aglomerasi ekonomi di Sumatera Utara. Jika kawasan ini terkoneksi kuat dengan pelabuhan, jaringan jalan, pusat produksi sawit, kawasan permukiman, dan rantai logistik nasional, maka dampaknya akan jauh lebih besar bagi pertumbuhan wilayah,” kata Tohom.</p><p>Ia menilai industrialisasi berbasis kawasan seperti KEK Sei Mangkei dapat menjadi model pembangunan baru yang tidak lagi terlalu terpusat di Jawa.</p><p>Dengan penguatan kawasan ekonomi khusus di luar Jawa, pemerataan pembangunan dapat bergerak lebih nyata dan memberi ruang lebih luas bagi daerah untuk menjadi pusat pertumbuhan baru.</p><p>“Indonesia membutuhkan pusat-pusat industri baru yang kuat di berbagai wilayah. KEK Sei Mangkei punya peluang besar menjadi etalase hilirisasi sawit nasional, sekaligus contoh bagaimana daerah bisa naik kelas melalui industrialisasi yang terencana,” ujarnya.</p><p>Tohom juga mengingatkan pentingnya tata kelola hilirisasi yang transparan, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal.</p><p>Ia mengatakan, keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari kapasitas produksi, tetapi juga dari serapan tenaga kerja, kemitraan dengan UMKM, keterlibatan petani, dampak terhadap ekonomi daerah, dan komitmen terhadap lingkungan.</p><p>“Hilirisasi harus menghadirkan keadilan ekonomi. Industri besar harus tumbuh bersama petani, pekerja, UMKM, dan masyarakat sekitar. Dengan begitu, KEK Sei Mangkei tidak hanya menjadi kawasan produksi, tetapi juga pusat pertumbuhan kesejahteraan,” ucapnya.</p><p>Sebelumnya, Direktur Utama PT Kawasan Industri Nusantara atau KEK Sei Mangkei, Arif Budiman mengatakan proyek hilirisasi melalui Danantara juga menyentuh KEK Sei Mangkei.</p><p>Melalui PTPN IV PalmCo, kawasan tersebut membangun pabrik Oleofood untuk memproduksi margarin dan shortening berkapasitas 35.000 ton per tahun sebagai bagian dari hilirisasi sawit atau CPO, serta pengembangan biodiesel 450 ribu ton per tahun.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/kek-sei-mangkei-pacu-industri-oleofood-dan-biodiesel-martabat-prabowo-gibran-hilirisasi-harus-jadi-mesin-ekonomi-rakyat_P7KqLyZtg6.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Ancaman Kematian Massal Ikan di Danau Toba, MARTABAT Prabowo&#45;Gibran: Butuh Sistem Peringatan Dini Modern</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/ancaman&#45;kematian&#45;massal&#45;ikan&#45;di&#45;danau&#45;toba&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;butuh&#45;sistem&#45;peringatan&#45;dini&#45;modern&#45;u18hOdC5l1/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/ancaman&#45;kematian&#45;massal&#45;ikan&#45;di&#45;danau&#45;toba&#45;martabat&#45;prabowo&#45;gibran&#45;butuh&#45;sistem&#45;peringatan&#45;dini&#45;modern&#45;u18hOdC5l1/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 27 May 2026 06:31:46 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Sumut.WAHANANEWS.CO &#45; Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo&#45;Gibran meminta pemerintah pusat bergerak cepat menghadapi ancaman penyusutan muka air Danau Toba yang dinilai dapat berdampak luas terhadap sektor perikanan budi daya dan lingkungan hidup.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumut.WAHANANEWS.CO - </strong>Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran meminta pemerintah pusat bergerak cepat menghadapi ancaman penyusutan muka air Danau Toba yang dinilai dapat berdampak luas terhadap sektor perikanan budi daya dan lingkungan hidup.</p><p>MARTABAT Prabowo-Gibran juga mendorong pemerintah daerah bersama pengelola kawasan otorita Danau Toba memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi krisis ekologis di kawasan tersebut.</p><p>Organisasi relawan nasional itu menilai penyusutan muka air danau dapat memengaruhi sektor pariwisata serta stabilitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas di sekitar Danau Toba.</p><p>Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan penurunan muka air Danau Toba tidak boleh dipandang sebagai persoalan musiman biasa, melainkan sinyal serius yang harus direspons melalui langkah mitigasi terpadu berbasis sains dan teknologi.</p><p>“Danau Toba adalah aset strategis nasional dan wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Jika ancaman ekologinya diabaikan, dampaknya tidak hanya dirasakan nelayan KJA, tetapi juga masyarakat, pelaku wisata, hingga keberlangsungan ekonomi kawasan,” kata Tohom Purba, Selasa (26/5/2026).</p><p>Menurut Tohom, potensi penurunan muka air hingga dua meter sebagaimana diperingatkan para ahli harus menjadi momentum mempercepat tata kelola kawasan otorita Danau Toba yang lebih modern dan adaptif terhadap perubahan iklim global.</p><p>“Perubahan iklim sekarang bergerak lebih agresif. Negara harus hadir dengan sistem monitoring berbasis satelit, peringatan dini cuaca ekstrem, hingga pemetaan kualitas air secara real time agar masyarakat tidak selalu terlambat menghadapi bencana ekologis,” ujarnya.</p><p>Ia menilai ancaman kematian massal ikan di keramba jaring apung dapat memukul rantai ekonomi masyarakat sekitar danau apabila tidak diantisipasi sejak dini.&nbsp;</p><p>Karena itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat koordinasi lintas sektor mulai dari lingkungan hidup, perikanan, BMKG, hingga pengelola kawasan otorita Danau Toba.</p><p>“Danau Toba tidak boleh hanya dibangun dari sisi infrastruktur pariwisatanya saja, tetapi juga ketahanan ekologinya. Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan keberlangsungan hidup masyarakat lokal,” katanya.</p><p>Tohom mengatakan penumpukan limbah organik dan rumah tangga di dasar danau juga menjadi persoalan serius yang perlu ditangani melalui pendekatan jangka panjang.&nbsp;</p><p>Menurutnya, revitalisasi lingkungan Danau Toba harus menjadi gerakan bersama agar kualitas air tetap terjaga.</p><p>“Kalau kualitas air terus menurun, maka ancaman terhadap perikanan, wisata, dan kesehatan lingkungan akan semakin besar. Ini menyangkut masa depan kawasan strategis nasional,” ucapnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan pengembangan kawasan otorita Danau Toba harus diarahkan menjadi model pembangunan berkelanjutan berbasis ekologi dan teknologi modern.</p><p>“Danau Toba punya nilai geopolitik, ekonomi, budaya, dan lingkungan yang sangat besar. Kawasan ini bisa menjadi contoh bagaimana Indonesia membangun kawasan aglomerasi wisata yang tetap menjaga daya dukung alamnya,” katanya.</p><p>Ia juga meminta agar pemerintah memperkuat edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha KJA terkait mitigasi cuaca ekstrem dan pola pengelolaan lingkungan perairan yang sehat.</p><p>“Kesadaran kolektif masyarakat menjadi faktor penting. Jika semua pihak bergerak bersama, Danau Toba tetap bisa menjadi kebanggaan nasional sekaligus sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujar Tohom.</p><p>Sebelumnya, Ahli Penginderaan Jauh Satelit IPB University Prof Jonson Lumban Gaol mengungkapkan muka air Danau Toba terus mengalami penurunan sejak Juni 2025 hingga Maret 2026.</p><p>Penurunan ini berpotensi menyusut hingga dua meter apabila musim kemarau berkepanjangan akibat kombinasi El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif terus terjadi pada 2026.</p><p><strong>[Redaktur: Rinrin Khaltarina]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/ancaman-kematian-massal-ikan-di-danau-toba-martabat-prabowo-gibran-butuh-sistem-peringatan-dini-modern_9A7r16Q1Jr.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Lapor Pak Kapolda, Di Tembung Judi Togel Dekat Pos Polisi dan Masjid Buka Lagi: Polsek Medan Tembung Tak Berani Tindak</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/lapor&#45;pak&#45;kapolda&#45;di&#45;tembung&#45;judi&#45;togel&#45;dekat&#45;pos&#45;polisi&#45;dan&#45;masjid&#45;buka&#45;lagi&#45;polsek&#45;medan&#45;tembung&#45;tak&#45;berani&#45;tindak&#45;dk204qGKnS/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/lapor&#45;pak&#45;kapolda&#45;di&#45;tembung&#45;judi&#45;togel&#45;dekat&#45;pos&#45;polisi&#45;dan&#45;masjid&#45;buka&#45;lagi&#45;polsek&#45;medan&#45;tembung&#45;tak&#45;berani&#45;tindak&#45;dk204qGKnS/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 26 May 2026 11:38:32 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Praktik perjudian jenis togel yang beroperasi secara terbuka di kawasan Jalan Medan&#45;batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, kembali beraktivitas. Kondisi ini memicu kekecewaan sekaligus pertanyaan besar di kalangan masyarakat, mengingat lokasi tersebut sempat bersih dari aktivitas ilegal ini beberapa waktu lalu.Warga setempat mengaku terkejut dan mempertanyakan kinerja aparat kepolisian, khususnya jajaran Polsek Medan Tembung. Pasalnya, praktik yang sempat tutup sementara itu kini kembali berjalan lancar seolah tidak pernah ada tindakan penertiban. Masyarakat menilai hal ini menjadi indikasi kuat bahwa penindakan terhadap praktik perjudian di wilayah tersebut tidak berjalan konsisten, bahkan muncul dugaan aparat tidak berani bertindak tegas.Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan keluhannya, bahwa lokasi perjudian ini beroperasi di sebuah warung kopi, persis di pinggir jalan utama kawasan tersebut.&quot;Judi togel itu pernah tutup beberapa hari saja, tapi sekarang sudah buka kembali. Entah bagaimana ceritanya, padahal sudah diketahui warga, kok bisa kembali beroperasi dengan leluasa,&quot; ungkap warga tersebut dengan nada kecewa, Selasa (26/5/2026).Kritik warga semakin tajam mengingat lokasi tempat perjudian itu beroperasi berada di titik yang sangat strategis dan terbuka. Bahkan, jaraknya tidak jauh dari Pos Pengamanan Polisi yang berada di persimpangan Jalan Bustamam – Jalan arah Medan&#45;Batangkuis. Selain itu, lokasi tersebut juga berdekatan dengan Masjid, seharusnya menjadi wilayah yang bebas dari aktivitas melanggar hukum.&quot;Coba lihat sendiri, lokasi judi itu tak jauh dari pos polisi di simpang Bustamam ke arah Batangkuis. Jaraknya juga dekat sekali dengan Masjid. Saya dan warga lain heran, kenapa aktivitas ini dibiarkan buka kembali? Ke mana peran dan pengawasan polisi di sini? Apakah tidak ada petugas yang berpatroli atau sengaja dibiarkan saja?,&quot; tegasnya, mempertanyakan efektivitas pengamanan wilayah.Kehadiran kembali praktik judi togel ini dinilai masyarakat sebagai bukti lemahnya penegakan hukum di wilayah hukum Polsek Medan Tembung. Warga khawatir jika hal ini terus dibiarkan, maka praktik perjudian akan semakin merajalela dan sulit diberantas, serta merusak tatanan sosial dan keamanan lingkungan.Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi telah berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, untuk meminta penjelasan dan klarifikasi terkait dugaannya ketidaktegasan aparat maupun langkah penindakan yang akan diambil. Namun, hingga batas waktu penerbitan berita, pihak yang bersangkutan belum memberikan jawaban atau tanggapan apa pun atas pertanyaan yang disampaikan.Masyarakat berharap pihak kepolisian segera bertindak tegas, menutup permanen lokasi tersebut, dan menindak pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku agar rasa aman dan tertib hukum di wilayah Tembung dapat kembali terwujud.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Praktik perjudian jenis togel yang beroperasi secara terbuka di kawasan Jalan Medan-batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, kembali beraktivitas. Kondisi ini memicu kekecewaan sekaligus pertanyaan besar di kalangan masyarakat, mengingat lokasi tersebut sempat bersih dari aktivitas ilegal ini beberapa waktu lalu.<br><br>Warga setempat mengaku terkejut dan mempertanyakan kinerja aparat kepolisian, khususnya jajaran Polsek Medan Tembung. Pasalnya, praktik yang sempat tutup sementara itu kini kembali berjalan lancar seolah tidak pernah ada tindakan penertiban. Masyarakat menilai hal ini menjadi indikasi kuat bahwa penindakan terhadap praktik perjudian di wilayah tersebut tidak berjalan konsisten, bahkan muncul dugaan aparat tidak berani bertindak tegas.<br><br>Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan keluhannya, bahwa lokasi perjudian ini beroperasi di sebuah warung kopi, persis di pinggir jalan utama kawasan tersebut.<br><br>"Judi togel itu pernah tutup beberapa hari saja, tapi sekarang sudah buka kembali. Entah bagaimana ceritanya, padahal sudah diketahui warga, kok bisa kembali beroperasi dengan leluasa," ungkap warga tersebut dengan nada kecewa, Selasa (26/5/2026).<br><br>Kritik warga semakin tajam mengingat lokasi tempat perjudian itu beroperasi berada di titik yang sangat strategis dan terbuka. Bahkan, jaraknya tidak jauh dari Pos Pengamanan Polisi yang berada di persimpangan Jalan Bustamam – Jalan arah Medan-Batangkuis. Selain itu, lokasi tersebut juga berdekatan dengan Masjid, seharusnya menjadi wilayah yang bebas dari aktivitas melanggar hukum.<br><br>"Coba lihat sendiri, lokasi judi itu tak jauh dari pos polisi di simpang Bustamam ke arah Batangkuis. Jaraknya juga dekat sekali dengan Masjid. Saya dan warga lain heran, kenapa aktivitas ini dibiarkan buka kembali? Ke mana peran dan pengawasan polisi di sini? Apakah tidak ada petugas yang berpatroli atau sengaja dibiarkan saja?," tegasnya, mempertanyakan efektivitas pengamanan wilayah.<br><br>Kehadiran kembali praktik judi togel ini dinilai masyarakat sebagai bukti lemahnya penegakan hukum di wilayah hukum Polsek Medan Tembung. Warga khawatir jika hal ini terus dibiarkan, maka praktik perjudian akan semakin merajalela dan sulit diberantas, serta merusak tatanan sosial dan keamanan lingkungan.<br><br>Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi telah berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, untuk meminta penjelasan dan klarifikasi terkait dugaannya ketidaktegasan aparat maupun langkah penindakan yang akan diambil. Namun, hingga batas waktu penerbitan berita, pihak yang bersangkutan belum memberikan jawaban atau tanggapan apa pun atas pertanyaan yang disampaikan.<br><br>Masyarakat berharap pihak kepolisian segera bertindak tegas, menutup permanen lokasi tersebut, dan menindak pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku agar rasa aman dan tertib hukum di wilayah Tembung dapat kembali terwujud.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/lapor-pak-kapolda-di-tembung-judi-togel-dekat-pos-polisi-dan-masjid-buka-lagi-polsek-medan-tembung-tak-berani-tindak_97v8tR7847.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Ratusan Umat Buddha Rayakan Waisak 2570 TB di Candi Bahal I Padang Lawas Utara, Polisi Perketat Pengamanan</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/ratusan&#45;umat&#45;buddha&#45;rayakan&#45;waisak&#45;2570&#45;tb&#45;di&#45;candi&#45;bahal&#45;i&#45;padang&#45;lawas&#45;utara&#45;polisi&#45;perketat&#45;pengamanan&#45;wA58byoklP/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/ratusan&#45;umat&#45;buddha&#45;rayakan&#45;waisak&#45;2570&#45;tb&#45;di&#45;candi&#45;bahal&#45;i&#45;padang&#45;lawas&#45;utara&#45;polisi&#45;perketat&#45;pengamanan&#45;wA58byoklP/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 25 May 2026 19:03:22 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Abdul Malik Rotonga]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Sebanyak ratusan umat Buddha yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Utara berkumpul untuk merayakan peringatan Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhisme (TB) Tahun 2026. Perayaan sakral ini dilaksanakan di kawasan Candi Bahal I, Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, pada Minggu (24/5/2026).Guna menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan seluruh rangkaian acara keagamaan tersebut, pihak kepolisian menerjunkan personel dari Polres Tapanuli Selatan untuk melakukan pengamanan ketat di lokasi. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pintu masuk kawasan candi hingga ke titik&#45;titik pusat aktivitas umat yang sedang beribadah.Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim, menjelaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian merupakan bentuk pelayanan publik dan tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan jauh dari gangguan.&quot;Kami hadir di lokasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada saudara&#45;saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah. Ini adalah tugas kami dalam menjaga ketertiban umum,&quot; ujar AKP Abdul Hakim di sela&#45;sela pemantauan.Menurut keterangannya, personel kepolisian telah bersiaga penuh sejak pagi hari. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, mulai dari gangguan keamanan hingga mengatur kepadatan arus pengunjung yang memadati kawasan situs bersejarah tersebut.Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan pendekatan yang humanis dan santun. Hal ini dilakukan agar keberadaan petugas tidak mengganggu kekhusyukan serta ketenangan umat Buddha yang mengikuti seluruh rangkaian prosesi ibadah.&quot;Pengamanan kami lakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Kami ingin keamanan terjaga, namun kekhusyukan ibadah umat tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh terganggu,&quot; tegasnya.Selain bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, petugas kepolisian juga turut membantu melancarkan arus masuk peserta serta memantau setiap aktivitas yang berlangsung di sekitar kawasan candi. Tujuannya agar situasi lingkungan tetap aman, tertib, dan terkendali sepanjang acara berlangsung.Dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak kali ini, Bhante Bhadrasagara Sthavira menyampaikan pesan mendalam terkait makna peringatan Waisak. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menanamkan nilai&#45;nilai cinta kasih, kedamaian, serta keseimbangan batin dalam menjalani kehidupan bermasyarakat sehari&#45;hari.AKP Abdul Hakim juga menilai bahwa perayaan Waisak di Candi Bahal I ini memiliki makna yang sangat luas. Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi momentum berharga untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara.&quot;Kami melihat kegiatan ini bukan hanya sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga momentum yang sangat baik untuk memperkuat kebersamaan dan toleransi antarwarga. Hal ini sangat positif bagi kerukunan kita semua,&quot; tambahnya.Berjalan hingga selesai, seluruh rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 TB di Candi Bahal I berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi setinggi&#45;tingginya atas kerja sama yang baik dari panitia penyelenggara, seluruh umat Buddha, masyarakat sekitar, serta dukungan pemerintah daerah yang turut andil menjaga kondusivitas selama acara berlangsung.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Sebanyak ratusan umat Buddha yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Utara berkumpul untuk merayakan peringatan Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhisme (TB) Tahun 2026. Perayaan sakral ini dilaksanakan di kawasan Candi Bahal I, Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, pada Minggu (24/5/2026).<br><br>Guna menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan seluruh rangkaian acara keagamaan tersebut, pihak kepolisian menerjunkan personel dari Polres Tapanuli Selatan untuk melakukan pengamanan ketat di lokasi. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pintu masuk kawasan candi hingga ke titik-titik pusat aktivitas umat yang sedang beribadah.<br><br>Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim, menjelaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian merupakan bentuk pelayanan publik dan tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan jauh dari gangguan.<br><br>"Kami hadir di lokasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah. Ini adalah tugas kami dalam menjaga ketertiban umum," ujar AKP Abdul Hakim di sela-sela pemantauan.<br><br>Menurut keterangannya, personel kepolisian telah bersiaga penuh sejak pagi hari. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, mulai dari gangguan keamanan hingga mengatur kepadatan arus pengunjung yang memadati kawasan situs bersejarah tersebut.<br><br>Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan pendekatan yang humanis dan santun. Hal ini dilakukan agar keberadaan petugas tidak mengganggu kekhusyukan serta ketenangan umat Buddha yang mengikuti seluruh rangkaian prosesi ibadah.<br><br>"Pengamanan kami lakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Kami ingin keamanan terjaga, namun kekhusyukan ibadah umat tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh terganggu," tegasnya.<br><br>Selain bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, petugas kepolisian juga turut membantu melancarkan arus masuk peserta serta memantau setiap aktivitas yang berlangsung di sekitar kawasan candi. Tujuannya agar situasi lingkungan tetap aman, tertib, dan terkendali sepanjang acara berlangsung.<br><br>Dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak kali ini, Bhante Bhadrasagara Sthavira menyampaikan pesan mendalam terkait makna peringatan Waisak. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai cinta kasih, kedamaian, serta keseimbangan batin dalam menjalani kehidupan bermasyarakat sehari-hari.<br><br>AKP Abdul Hakim juga menilai bahwa perayaan Waisak di Candi Bahal I ini memiliki makna yang sangat luas. Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi momentum berharga untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara.<br><br>"Kami melihat kegiatan ini bukan hanya sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga momentum yang sangat baik untuk memperkuat kebersamaan dan toleransi antarwarga. Hal ini sangat positif bagi kerukunan kita semua," tambahnya.<br><br>Berjalan hingga selesai, seluruh rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 TB di Candi Bahal I berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama yang baik dari panitia penyelenggara, seluruh umat Buddha, masyarakat sekitar, serta dukungan pemerintah daerah yang turut andil menjaga kondusivitas selama acara berlangsung.</p><p><strong>[Redaktur:Hadi Kurniawan]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/ratusan-umat-buddha-rayakan-waisak-2570-tb-di-candi-bahal-i-padang-lawas-utara-polisi-perketat-pengamanan_pxZbnl61Zg.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Polisi Tangkap Terduga Penyalahguna Sabu di Halongonan, Lima Paket Sabu Disita</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/polisi&#45;tangkap&#45;terduga&#45;penyalahguna&#45;sabu&#45;di&#45;halongonan&#45;lima&#45;paket&#45;sabu&#45;disita&#45;jJtKQOGsKh/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/polisi&#45;tangkap&#45;terduga&#45;penyalahguna&#45;sabu&#45;di&#45;halongonan&#45;lima&#45;paket&#45;sabu&#45;disita&#45;jJtKQOGsKh/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 25 May 2026 17:30:44 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Abdul Malik Rotonga]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Selatan berhasil menangkap seorang pria berinisial AAH (36), yang diduga kuat terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penangkapan ini dilakukan di wilayah Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara.Operasi penangkapan berlangsung pada Selasa malam, 19 Mei 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, tepatnya di pinggir jalan Kecamatan Halongonan. Langkah tegas ini diambil setelah pihak kepolisian menerima laporan dan informasi dari masyarakat mengenai maraknya peredaran barang haram di wilayah Desa Sipaho.Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, melalui Kasat Reserse Narkoba, AKP Philip Antonio Purba, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil tindak lanjut yang cermat atas laporan warga, yang kemudian diperdalam melalui penyelidikan langsung di lapangan.&quot;Kita mengamankan seorang laki&#45;laki yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika tersebut,&quot; ungkap AKP Philip Antonio Purba kepada wartawan pada Minggu, 24 Mei 2026.Saat proses penggeledahan dilakukan, petugas kepolisian menemukan satu kotak rokok yang berisi lima bungkus plastik klip kecil. Isi bungkusan tersebut diduga kuat berupa sabu yang dibalut menggunakan kertas timah rokok, dan barang tersebut disembunyikan di dalam saku celana depan sebelah kanan milik terduga pelaku.Dari penimbangan awal, total barang bukti berupa sabu yang disita memiliki berat sekitar 0,50 gram. Selain narkotika jenis sabu, tim penyidik juga turut mengamankan barang bukti pendukung lainnya, antara lain:&#45; Beberapa plastik klip kosong;&#45; Uang tunai sebesar Rp120.000;&#45; Satu unit telepon genggam berwarna biru;&#45; Satu sendok sabu yang terbuat dari pipet.Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, AAH mengakui seluruh barang bukti berupa sabu tersebut adalah miliknya sendiri. Di hadapan penyidik, ia mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang yang identitasnya saat ini masih sedang didalami, dengan harga pembelian sebesar Rp200.000.&quot;Informasi mengenai siapa penyedia barang tersebut masih sedang kami dalami. Penyidik juga terus melakukan pengembangan kasus ini untuk mengungkap jaringan maupun sumber asal barang haram tersebut,&quot; tegas Philip Antonio Purba.Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku AAH telah diamankan di Markas Polres Tapanuli Selatan untuk menjalani serangkaian proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga menegaskan akan terus melakukan pengembangan kasus guna membongkar kemungkinan adanya jaringan besar peredaran narkotika yang beroperasi di wilayah Halongonan dan sekitarnya.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Selatan berhasil menangkap seorang pria berinisial AAH (36), yang diduga kuat terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penangkapan ini dilakukan di wilayah Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara.<br><br>Operasi penangkapan berlangsung pada Selasa malam, 19 Mei 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, tepatnya di pinggir jalan Kecamatan Halongonan. Langkah tegas ini diambil setelah pihak kepolisian menerima laporan dan informasi dari masyarakat mengenai maraknya peredaran barang haram di wilayah Desa Sipaho.<br><br>Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, melalui Kasat Reserse Narkoba, AKP Philip Antonio Purba, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil tindak lanjut yang cermat atas laporan warga, yang kemudian diperdalam melalui penyelidikan langsung di lapangan.<br><br>"Kita mengamankan seorang laki-laki yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika tersebut," ungkap AKP Philip Antonio Purba kepada wartawan pada Minggu, 24 Mei 2026.<br><br>Saat proses penggeledahan dilakukan, petugas kepolisian menemukan satu kotak rokok yang berisi lima bungkus plastik klip kecil. Isi bungkusan tersebut diduga kuat berupa sabu yang dibalut menggunakan kertas timah rokok, dan barang tersebut disembunyikan di dalam saku celana depan sebelah kanan milik terduga pelaku.<br><br>Dari penimbangan awal, total barang bukti berupa sabu yang disita memiliki berat sekitar 0,50 gram. Selain narkotika jenis sabu, tim penyidik juga turut mengamankan barang bukti pendukung lainnya, antara lain:<br><br>- Beberapa plastik klip kosong;<br>- Uang tunai sebesar Rp120.000;<br>- Satu unit telepon genggam berwarna biru;<br>- Satu sendok sabu yang terbuat dari pipet.<br><br>Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, AAH mengakui seluruh barang bukti berupa sabu tersebut adalah miliknya sendiri. Di hadapan penyidik, ia mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang yang identitasnya saat ini masih sedang didalami, dengan harga pembelian sebesar Rp200.000.<br><br>"Informasi mengenai siapa penyedia barang tersebut masih sedang kami dalami. Penyidik juga terus melakukan pengembangan kasus ini untuk mengungkap jaringan maupun sumber asal barang haram tersebut," tegas Philip Antonio Purba.<br><br>Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku AAH telah diamankan di Markas Polres Tapanuli Selatan untuk menjalani serangkaian proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga menegaskan akan terus melakukan pengembangan kasus guna membongkar kemungkinan adanya jaringan besar peredaran narkotika yang beroperasi di wilayah Halongonan dan sekitarnya.</p><p><strong>[Redaktur: Hadi Kurniawan]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/polisi-tangkap-terduga-penyalahguna-sabu-di-halongonan-lima-paket-sabu-disita_hv3Pg63a17.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>PLN Bergerak Cepat Pulihkan Listrik Sumatera, ALPERKLINAS Imbau Warga Jaga Kondusivitas</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/pln&#45;bergerak&#45;cepat&#45;pulihkan&#45;listrik&#45;sumatera&#45;alperklinas&#45;imbau&#45;warga&#45;jaga&#45;kondusivitas&#45;kpBUzm9zL8/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/pln&#45;bergerak&#45;cepat&#45;pulihkan&#45;listrik&#45;sumatera&#45;alperklinas&#45;imbau&#45;warga&#45;jaga&#45;kondusivitas&#45;kpBUzm9zL8/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 22 May 2026 21:15:21 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elsya Tri Ahaddini]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Sumut.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengajak masyarakat tetap tenang dan menjaga suasana kondusif menyusul gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera seperti Medan, Pekanbaru, dan beberapa daerah lainnya.&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumut.WAHANANEWS.CO –</strong> Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengajak masyarakat tetap tenang dan menjaga suasana kondusif menyusul gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera seperti Medan, Pekanbaru, dan beberapa daerah lainnya.&nbsp;</p><p>ALPERKLINAS menilai situasi tersebut harus dipandang sebagai tantangan teknis besar yang sedang direspons serius oleh PT PLN (Persero) melalui pengerahan tim pemulihan di lapangan.</p><p>Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa PLN tidak pernah menginginkan terjadinya pemadaman listrik karena kondisi tersebut juga menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan maupun pelayanan publik secara nasional.</p><p>“PLN adalah tulang punggung energi nasional. Ketika terjadi gangguan sistem, seluruh sumber daya teknis mereka langsung bergerak untuk memulihkan keadaan. Jadi masyarakat jangan mudah terpancing emosi lalu menyerang atau mencaci maki PLN di media sosial,” ujar Tohom Purba, Jumat (22/5/2026).</p><p>Menurutnya, gangguan sistem kelistrikan berskala besar dapat terjadi di negara mana pun, termasuk negara maju, karena jaringan kelistrikan modern merupakan sistem yang saling terhubung dan sangat kompleks.</p><p>“Yang paling penting bukan mencari siapa yang salah saat ini, tetapi bagaimana seluruh elemen bangsa mendukung percepatan pemulihan agar pasokan listrik kembali stabil dan aktivitas masyarakat bisa normal kembali,” katanya.</p><p>Tohom menilai langkah PLN yang langsung melakukan pemeriksaan sistem serta mengerahkan tim teknis ke wilayah terdampak menunjukkan keseriusan perusahaan negara tersebut dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional.</p><p>Ia juga mengapresiasi keterbukaan informasi yang dilakukan PLN melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan Contact Center PLN 123 sebagai bagian dari komunikasi publik yang dinilai penting di tengah situasi gangguan kelistrikan.</p><p>“Ke depan, Indonesia membutuhkan sistem energi yang semakin adaptif, cerdas, dan resilien. Momentum ini harus menjadi penguatan untuk modernisasi jaringan kelistrikan nasional agar lebih tangguh menghadapi berbagai potensi gangguan,” ucapnya.</p><p>Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan, masyarakat perlu memberi ruang kepada para teknisi PLN yang saat ini bekerja di lapangan siang dan malam demi mempercepat pemulihan sistem.</p><p>“Mari kita ciptakan kekondusifan bersama sampai seluruh tenaga yang dikerahkan PLN berhasil memulihkan listrik dan memastikan pasokan kembali stabil. Mereka bekerja bukan hanya untuk perusahaan, tetapi untuk menjaga denyut ekonomi dan kehidupan masyarakat,” katanya.</p><p>Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas sektor ketenagalistrikan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional karena berkaitan langsung dengan industri, pelayanan publik, komunikasi digital, hingga aktivitas rumah tangga masyarakat.</p><p>Sebelumnya, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan PLN saat ini tengah melakukan pemeriksaan atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi pada sejumlah wilayah di Sumatera.</p><p>PLN juga telah menerjunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan pada sistem kelistrikan yang terdampak dan terus melakukan upaya pemulihan secara bertahap.</p><p>Gregorius mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu informasi resmi yang akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile maupun layanan Contact Center PLN 123.</p><p><strong>[Redaktur: Sobar Bahtiar]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/pln-bergerak-cepat-pulihkan-listrik-sumatera-alperklinas-imbau-warga-jaga-kondusivitas_ogrgnKxeDo.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Marak Pelangsiran Pertalite di SPBU Bandar Labuhan Tanjung Morawa, Kapolsek: Kami Akan Tindaklanjuti dan Koordinasi</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/marak&#45;pelangsiran&#45;pertalite&#45;di&#45;spbu&#45;bandar&#45;labuhan&#45;tanjung&#45;morawa&#45;kapolsek&#45;kami&#45;akan&#45;tindaklanjuti&#45;dan&#45;koordinasi&#45;5lOGM19bFZ/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/marak&#45;pelangsiran&#45;pertalite&#45;di&#45;spbu&#45;bandar&#45;labuhan&#45;tanjung&#45;morawa&#45;kapolsek&#45;kami&#45;akan&#45;tindaklanjuti&#45;dan&#45;koordinasi&#45;5lOGM19bFZ/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 22 May 2026 18:06:53 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – Praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga masih berlangsung secara masif dan terorganisir. Modus operandi yang digunakan pun dinilai semakin memprihatinkan karena memanfaatkan sepeda motor hingga becak motor untuk mengangkut BBM subsidi tersebut ke tempat penampungan ilegal.Fenomena ini menjadi sorotan tajam publik setelah beredar luas di media sosial dan mengundang kritik keras, mengingat Pertalite merupakan barang bersubsidi yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat umum dan pengguna kendaraan kecil, bukan untuk diperdagangkan kembali diduga secara ilegal demi keuntungan pribadi.Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, terlihat jelas aktivitas yang sangat mencurigakan. Puluhan pengendara sepeda motor dengan jenis besar seperti Honda Thunder, Honda Verza, dan sejumlah jenis motor lainnya, serta pengemudi becak motor, terlihat sangat gesit dan berulang kali bolak&#45;balik mengambil pasokan Pertalite di SPBU tersebut. Alih&#45;alih digunakan untuk kebutuhan pribadi, BBM yang dibeli dalam jumlah besar itu langsung dibawa ke lokasi penampungan yang tidak diketahui izin usahanya, yang diduga kuat akan dijual kembali dengan harga lebih tinggi.Praktik ini dinilai sangat merugikan keuangan negara dan sekaligus mencekik masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan akses BBM bersubsidi karena stok habis diserok oleh para pelangsir. Publik pun mempertanyakan penegakan hukum di lapangan, mengapa praktik yang terang&#45;terangan terjadi ini dibiarkan berlangsung lama tanpa ada tindakan tegas yang berarti.Merespons kegelisahan dan laporan masyarakat yang terus bergema, Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik, akhirnya buka suara. Saat dikonfirmasi terkait maraknya pelangsiran yang telah menjadi berita viral ini, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.&quot;Terima kasih informasinya Pak, kami tindaklanjuti dan koordinasikan dengan Unit Ekonomi dan Unit Tipidter Polresta Deli Serdang,&quot; tegas AKP Jonni H Damanik, beberapa waktu lalu.Masyarakat berharap, koordinasi dan tindak lanjut yang disampaikan Kapolsek Tanjung Morawa bukan sekadar janji di atas kertas. Hal ini diperlukan langkah tegas, pemeriksaan mendalam, hingga pengungkapan jaringan di balik praktik ini agar penyaluran Pertalite benar&#45;benar tepat sasaran dan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Ketiadaan tindakan nyata dikhawatirkan akan membuat para pelaku semakin berani dan menganggap bahwa pelanggaran terhadap aturan penyaluran BBM ini adalah hal yang biasa dan bebas dari sanksi hukum.Kini, mata publik tertuju pada langkah konkret Polsek Tanjung Morawa dan Polresta Deli Serdang. Apakah pelangsiran Pertalite di SPBU Bandar Labuhan ini akan segera diberantas, atau justru terus berlanjut karena lemahnya pengawasan di lapangan?]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> Praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga masih berlangsung secara masif dan terorganisir. Modus operandi yang digunakan pun dinilai semakin memprihatinkan karena memanfaatkan sepeda motor hingga becak motor untuk mengangkut BBM subsidi tersebut ke tempat penampungan ilegal.<br><br>Fenomena ini menjadi sorotan tajam publik setelah beredar luas di media sosial dan mengundang kritik keras, mengingat Pertalite merupakan barang bersubsidi yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat umum dan pengguna kendaraan kecil, bukan untuk diperdagangkan kembali diduga secara ilegal demi keuntungan pribadi.<br><br>Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, terlihat jelas aktivitas yang sangat mencurigakan. Puluhan pengendara sepeda motor dengan jenis besar seperti Honda Thunder, Honda Verza, dan sejumlah jenis motor lainnya, serta pengemudi becak motor, terlihat sangat gesit dan berulang kali bolak-balik mengambil pasokan Pertalite di SPBU tersebut. Alih-alih digunakan untuk kebutuhan pribadi, BBM yang dibeli dalam jumlah besar itu langsung dibawa ke lokasi penampungan yang tidak diketahui izin usahanya, yang diduga kuat akan dijual kembali dengan harga lebih tinggi.<br><br>Praktik ini dinilai sangat merugikan keuangan negara dan sekaligus mencekik masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan akses BBM bersubsidi karena stok habis diserok oleh para pelangsir. Publik pun mempertanyakan penegakan hukum di lapangan, mengapa praktik yang terang-terangan terjadi ini dibiarkan berlangsung lama tanpa ada tindakan tegas yang berarti.<br><br>Merespons kegelisahan dan laporan masyarakat yang terus bergema, Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik, akhirnya buka suara. Saat dikonfirmasi terkait maraknya pelangsiran yang telah menjadi berita viral ini, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.<br><br>"Terima kasih informasinya Pak, kami tindaklanjuti dan koordinasikan dengan Unit Ekonomi dan Unit Tipidter Polresta Deli Serdang," tegas AKP Jonni H Damanik, beberapa waktu lalu.<br><br>Masyarakat berharap, koordinasi dan tindak lanjut yang disampaikan Kapolsek Tanjung Morawa bukan sekadar janji di atas kertas. Hal ini diperlukan langkah tegas, pemeriksaan mendalam, hingga pengungkapan jaringan di balik praktik ini agar penyaluran Pertalite benar-benar tepat sasaran dan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Ketiadaan tindakan nyata dikhawatirkan akan membuat para pelaku semakin berani dan menganggap bahwa pelanggaran terhadap aturan penyaluran BBM ini adalah hal yang biasa dan bebas dari sanksi hukum.<br><br>Kini, mata publik tertuju pada langkah konkret Polsek Tanjung Morawa dan Polresta Deli Serdang. Apakah pelangsiran Pertalite di SPBU Bandar Labuhan ini akan segera diberantas, atau justru terus berlanjut karena lemahnya pengawasan di lapangan?</p><p><strong>[REDAKTUR: DEDI]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/marak-pelangsiran-pertalite-di-spbu-bandar-labuhan-tanjung-morawa-kapolsek-kami-akan-tindaklanjuti-dan-koordinasi_5B0LKFJOvz.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>GM PLN UID Sumut Ajak Mahasiswa UMSU Bangun Karier Berdampak untuk Masa Depan Bangsa</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/gm&#45;pln&#45;uid&#45;sumut&#45;ajak&#45;mahasiswa&#45;umsu&#45;bangun&#45;karier&#45;berdampak&#45;untuk&#45;masa&#45;depan&#45;bangsa&#45;9dte4K161J/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/gm&#45;pln&#45;uid&#45;sumut&#45;ajak&#45;mahasiswa&#45;umsu&#45;bangun&#45;karier&#45;berdampak&#45;untuk&#45;masa&#45;depan&#45;bangsa&#45;9dte4K161J/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 22 May 2026 15:57:47 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir Salman, menggelar kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan mengusung tema “Dari Lulus Cepat ke Hidup Bermakna: Membangun Karier, Karya, dan Kontribusi”. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi strategis antara PLN dan dunia pendidikan, bertujuan menyiapkan generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan bangsa.Dalam pemaparan yang dihadiri mahasiswa dari berbagai fakultas tersebut, Mundhakir Salman menekankan bahwa orientasi pendidikan tidak boleh berhenti hanya pada kelulusan atau sekadar mendapatkan pekerjaan. Lebih dari itu, mahasiswa dituntut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kompetensi dan karakter yang dibangun selama menempuh pendidikan.“Jangan hanya mengejar pekerjaan yang baik, tetapi jadilah orang baik dalam setiap pekerjaan. Ketika karakter, kompetensi, dan integritas berjalan beriringan, karier tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga jalan pengabdian dan kebermanfaatan bagi sesama,” ujar Mundhakir Salman.Ia juga menjelaskan bahwa arus transformasi digital dan percepatan transisi energi menuju energi bersih kini membuka peluang luas bagi generasi muda untuk berkarya. Indonesia diketahui memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, sehingga kehadiran talenta muda yang inovatif dan adaptif menjadi kebutuhan mendesak untuk mengelola kekayaan alam tersebut demi kemajuan negeri.Pada kesempatan tersebut, Mundhakir juga berbagi pengalaman nyata mengenai betapa krusialnya peran listrik dalam kehidupan masyarakat, salah satunya saat mendukung pasokan listrik di fasilitas kesehatan. Ia mencontohkan situasi di mana keandalan listrik sangat menunjang keselamatan pasien yang membutuhkan perawatan berkelanjutan, seperti pasien cuci darah.“Ada pasien yang harus menjalani cuci darah dan sangat bergantung pada pasokan listrik yang andal. Momen seperti itu semakin menguatkan komitmen PLN untuk menjaga keandalan layanan, karena kami sadar listrik memiliki peran vital dalam menunjang kehidupan dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.Selain fokus pada peningkatan kualitas layanan kelistrikan, PLN juga konsisten menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui program Light Up The Dream (LUTD). Program ini berupa penyambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera, yang sepenuhnya bersumber dari donasi sukarela pegawai PLN. Hingga saat ini, inisiatif mulia tersebut telah membawa manfaat bagi 44.108 pelanggan di seluruh Indonesia yang kini telah menikmati akses listrik.Sementara itu, Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan kontribusi PLN UID Sumatera Utara di lingkungan kampus. Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci utama dalam mempersiapkan mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja dan menghadapi perubahan global yang dinamis.“Kehadiran PLN memberikan motivasi besar bagi mahasiswa UMSU untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengasah kemampuan, dan mempersiapkan langkah terbaik menyongsong masa depan,” tegas Rudianto.Kuliah umum ini ditutup dengan sesi penyerahan cenderamata kepada GM PLN UID Sumatera Utara, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dan ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan.Melalui kegiatan ini, PLN UID Sumatera Utara kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi. Tujuannya jelas: menciptakan generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan mendukung masa depan energi berkelanjutan di Indonesia.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO –</strong> General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir Salman, menggelar kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan mengusung tema “Dari Lulus Cepat ke Hidup Bermakna: Membangun Karier, Karya, dan Kontribusi”. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi strategis antara PLN dan dunia pendidikan, bertujuan menyiapkan generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap menjawab tantangan masa depan bangsa.<br><br>Dalam pemaparan yang dihadiri mahasiswa dari berbagai fakultas tersebut, Mundhakir Salman menekankan bahwa orientasi pendidikan tidak boleh berhenti hanya pada kelulusan atau sekadar mendapatkan pekerjaan. Lebih dari itu, mahasiswa dituntut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kompetensi dan karakter yang dibangun selama menempuh pendidikan.<br><br>“Jangan hanya mengejar pekerjaan yang baik, tetapi jadilah orang baik dalam setiap pekerjaan. Ketika karakter, kompetensi, dan integritas berjalan beriringan, karier tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga jalan pengabdian dan kebermanfaatan bagi sesama,” ujar Mundhakir Salman.<br><br>Ia juga menjelaskan bahwa arus transformasi digital dan percepatan transisi energi menuju energi bersih kini membuka peluang luas bagi generasi muda untuk berkarya. Indonesia diketahui memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, sehingga kehadiran talenta muda yang inovatif dan adaptif menjadi kebutuhan mendesak untuk mengelola kekayaan alam tersebut demi kemajuan negeri.<br><br>Pada kesempatan tersebut, Mundhakir juga berbagi pengalaman nyata mengenai betapa krusialnya peran listrik dalam kehidupan masyarakat, salah satunya saat mendukung pasokan listrik di fasilitas kesehatan. Ia mencontohkan situasi di mana keandalan listrik sangat menunjang keselamatan pasien yang membutuhkan perawatan berkelanjutan, seperti pasien cuci darah.<br><br>“Ada pasien yang harus menjalani cuci darah dan sangat bergantung pada pasokan listrik yang andal. Momen seperti itu semakin menguatkan komitmen PLN untuk menjaga keandalan layanan, karena kami sadar listrik memiliki peran vital dalam menunjang kehidupan dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.<br><br>Selain fokus pada peningkatan kualitas layanan kelistrikan, PLN juga konsisten menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui program Light Up The Dream (LUTD). Program ini berupa penyambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera, yang sepenuhnya bersumber dari donasi sukarela pegawai PLN. Hingga saat ini, inisiatif mulia tersebut telah membawa manfaat bagi 44.108 pelanggan di seluruh Indonesia yang kini telah menikmati akses listrik.<br><br>Sementara itu, Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan kontribusi PLN UID Sumatera Utara di lingkungan kampus. Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci utama dalam mempersiapkan mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja dan menghadapi perubahan global yang dinamis.<br><br>“Kehadiran PLN memberikan motivasi besar bagi mahasiswa UMSU untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengasah kemampuan, dan mempersiapkan langkah terbaik menyongsong masa depan,” tegas Rudianto.<br><br>Kuliah umum ini ditutup dengan sesi penyerahan cenderamata kepada GM PLN UID Sumatera Utara, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dan ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan.<br><br>Melalui kegiatan ini, PLN UID Sumatera Utara kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi. Tujuannya jelas: menciptakan generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan mendukung masa depan energi berkelanjutan di Indonesia.</p><p><strong>[Redaktur:Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/gm-pln-uid-sumut-ajak-mahasiswa-umsu-bangun-karier-berdampak-untuk-masa-depan-bangsa_hK2A2BmOn9.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>SPBU Bandar Labuhan Tanjung Morawa Diduga Selewengkan Pertalite Subsidi ke Mafia BBM</title>
                <link>https://sumut.wahananews.co/utama/spbu&#45;bandar&#45;labuhan&#45;tanjung&#45;morawa&#45;diduga&#45;selewengkan&#45;pertalite&#45;subsidi&#45;ke&#45;mafia&#45;bbm&#45;88zw21ugtW/0</link>
                <comments>https://sumut.wahananews.co/utama/spbu&#45;bandar&#45;labuhan&#45;tanjung&#45;morawa&#45;diduga&#45;selewengkan&#45;pertalite&#45;subsidi&#45;ke&#45;mafia&#45;bbm&#45;88zw21ugtW/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 19 May 2026 16:08:31 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Hadi Kurniawan]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[SUMUT.WAHANANEWS.CO – SPBU dengan kode 14.2031142 yang berlokasi di kawasan Bandar Labuhan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga kuat terlibat dalam praktik penyelewengan BBM bersubsidi. Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, ribuan liter Pertalite diduga dialirkan ke jaringan mafia BBM dengan memanfaatkan sepeda motor dan becak bermotor (Betor), pada Senin pagi, 18 Mei 2026.Pantauan langsung di lokasi menunjukkan aktivitas yang mencurigakan. Belasan kendaraan, di antaranya sepeda motor jenis Honda Verza dan Suzuki Thunder yang dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar, serta sejumlah Betor, terlihat keluar&#45;masuk area SPBU. Kendaraan&#45;kendaraan tersebut diketahui tidak mengangkut bahan bakar untuk kebutuhan pribadi, melainkan melangsir Pertalite dalam jumlah banyak ke sejumlah gudang penampungan yang berjarak tidak jauh dari lokasi pengisian.Berdasarkan pengamatan, ada setidaknya empat titik gudang yang menjadi tujuan pengumpulan BBM hasil langsiran. Kendaraan tersebut terlihat berpencar ke lokasi yang berbeda hanya dalam hitungan menit setelah meninggalkan SPBU.&quot;Sudah biasa terjadi di sini, lancar tanpa hambatan. Ada banyak gudang di sekitar sini, ada yang di samping kanan&#45;kiri, masuk gang dekat kebun pisang, juga ada di lorong dekat SPBU. Kondisinya aman saja. Ada belasan kendaraan yang beroperasi, beraktivitas dari pagi sampai sore,&quot; ungkap Cok, warga sekitar yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, kepada tim awak media.Setelah melakukan investigasi di lapangan, awak media berusaha mengonfirmasi hal ini kepada pengelola SPBU. Namun, Melva yang mengaku operator berdalih pihak yang bertanggung jawab atau pengawas tidak berada di tempat saat itu.&quot;Pengawasnya tidak ada, biasanya jam segini pergi, baru kembali sekitar jam 4 sore. Saya masih baru bekerja di sini. Kalau pengawasnya bernama Pak Bobi, staf dari Pertamina. Saat ini SPBU ini juga sedang dalam tahap rehabilitasi dan perbaikan,&quot; jelas Melva, salah satu operator yang bertugas di lokasi.Perlu diketahui, praktik penyelewengan BBM bersubsidi, penimbunan, maupun penjualan di luar ketentuan hukum merupakan tindak pidana. Hal ini diatur dalam Pasal 55 Undang&#45;Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang telah diperbarui melalui Undang&#45;Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Pelaku, baik oknum pengelola SPBU maupun pihak yang terlibat dalam penyaluran ilegal, terancam hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda mencapai Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Reskrim Polres Deli Serdang belum memberikan tanggapan atau keterangan resmi terkait dugaan penyelewengan ini saat dihubungin via WhatsApp.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMUT.WAHANANEWS.CO – </strong>SPBU dengan kode 14.2031142 yang berlokasi di kawasan Bandar Labuhan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga kuat terlibat dalam praktik penyelewengan BBM bersubsidi. Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, ribuan liter Pertalite diduga dialirkan ke jaringan mafia BBM dengan memanfaatkan sepeda motor dan becak bermotor (Betor), pada Senin pagi, 18 Mei 2026.<br><br>Pantauan langsung di lokasi menunjukkan aktivitas yang mencurigakan. Belasan kendaraan, di antaranya sepeda motor jenis Honda Verza dan Suzuki Thunder yang dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar, serta sejumlah Betor, terlihat keluar-masuk area SPBU. Kendaraan-kendaraan tersebut diketahui tidak mengangkut bahan bakar untuk kebutuhan pribadi, melainkan melangsir Pertalite dalam jumlah banyak ke sejumlah gudang penampungan yang berjarak tidak jauh dari lokasi pengisian.<br><br>Berdasarkan pengamatan, ada setidaknya empat titik gudang yang menjadi tujuan pengumpulan BBM hasil langsiran. Kendaraan tersebut terlihat berpencar ke lokasi yang berbeda hanya dalam hitungan menit setelah meninggalkan SPBU.<br><br>"Sudah biasa terjadi di sini, lancar tanpa hambatan. Ada banyak gudang di sekitar sini, ada yang di samping kanan-kiri, masuk gang dekat kebun pisang, juga ada di lorong dekat SPBU. Kondisinya aman saja. Ada belasan kendaraan yang beroperasi, beraktivitas dari pagi sampai sore," ungkap Cok, warga sekitar yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, kepada tim awak media.<br><br>Setelah melakukan investigasi di lapangan, awak media berusaha mengonfirmasi hal ini kepada pengelola SPBU. Namun, Melva yang mengaku operator berdalih pihak yang bertanggung jawab atau pengawas tidak berada di tempat saat itu.<br><br>"Pengawasnya tidak ada, biasanya jam segini pergi, baru kembali sekitar jam 4 sore. Saya masih baru bekerja di sini. Kalau pengawasnya bernama Pak Bobi, staf dari Pertamina. Saat ini SPBU ini juga sedang dalam tahap rehabilitasi dan perbaikan," jelas Melva, salah satu operator yang bertugas di lokasi.<br><br>Perlu diketahui, praktik penyelewengan BBM bersubsidi, penimbunan, maupun penjualan di luar ketentuan hukum merupakan tindak pidana. Hal ini diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Pelaku, baik oknum pengelola SPBU maupun pihak yang terlibat dalam penyaluran ilegal, terancam hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda mencapai Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Reskrim Polres Deli Serdang belum memberikan tanggapan atau keterangan resmi terkait dugaan penyelewengan ini saat dihubungin via WhatsApp.</p><p><strong>[Redaktur: Dedi]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/spbu-bandar-labuhan-tanjung-morawa-diduga-selewengkan-pertalite-subsidi-ke-mafia-bbm_jPo7p4Gbk5.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
    </channel>

</rss>
<!-- RSS GENERATOR CREATED BY GHIVARRA SR -->