WahanaNews.co | Sejumlah orang yang mengaku sebagai dukun mendeklarasikan
Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) yang digelar di salah satu ruangan di Desa
Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (3/2/2021).
Alasan mereka membentuk organisasi
tersebut, karena selama ini profesi dukun tidak diketahui banyak orang.
Baca Juga:
PKK MB FKIP UNJA 2025 Dijadiikan Sebagai Sarana Pengkaderan Salah Satu OKP, Aliansi Mahasiswa Cerdas Desak Pihak Fakultas Tindak Tegas Pelanggaran BEM FKIP
Bahkan sangat lekat dengan kesendirian
dan pengasingan diri, sehingga kini mereka mengubah gaya hidup individualistis itu menjadi
lebih komunal dan modern.
Hal tersebut juga terdorong oleh
kondisi dan keadaan praktik perdukunan mulai rusak, akibat praktik dukun-dukun palsu atau abal-abal yang kerap menipu banyak orang.
Dengan pembetukan organisasi dukun
tersebut, semua anggotanya akan terdata identitas dan keahliannya, sehingga
diharapkan tidak ada lagi dukun abal-abal yang berujung pada penipuan dan
merugikan masyarakat.
Baca Juga:
Siap Angkat Kembali Panjinya, PMKRI Cabang Nias Gelar MPAB-MABIM Setelah Sekian Tahun Vakum
Deklarasi Perdunu itu juga mengagendakan event
yang cukup menarik dan mengagetkan, yakni Festival Santet, yang akan digelar pada bulan Syuro atau Agustus mendatang.
Festival Santet tersebut sengaja digelar sebagai media edukasi masyarakat,
agar bisa mengenal tentang santet di Banyuwangi, Jawa Timur, sehingga
masyarakat bisa mengetahui ciri-ciri seseorang terkena santet atau sihir.
Menurut Ketua Perdunu, Gus Abdul Fatah Hasan, selama ini santet dikenal
sebagai praktik yang membuat orang celaka hingga kehilangan nyawa.