SUMUT.WAHANANEWS.CO – PT PLN (Persero) terus bergerak cepat dan mengerahkan segala sumber daya untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara. Langkah ini diambil pasca terjadinya kerusakan parah pada infrastruktur transmisi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (4/6) lalu.
Berdasarkan data yang tercatat, sebanyak 9 menara transmisi roboh total dan 3 lainnya mengalami kerusakan berat akibat hujan lebat serta angin kencang. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus dan intensif agar pasokan listrik bagi masyarakat Sumut dapat segera kembali normal.
Baca Juga:
Hercules dan Maruarar Adu Argumen di Tanah Abang, Ini Lokasinya
Sebagai langkah strategis percepatan perbaikan, PLN mendatangkan 4 set Tower Emergency (TE) atau menara darurat yang dikirimkan dari berbagai wilayah di Indonesia. Rinciannya meliputi 1 set dari Aceh, 1 set dari Sumatera Selatan, dan 2 set lagi dikirimkan langsung dari Jakarta.
Demi mempersingkat waktu pengiriman, dua unit Tower Emergency yang berasal dari Jakarta diangkut menggunakan pesawat Hercules. Peralatan tersebut telah tiba di wilayah Sumatera Utara hari ini, guna segera dimobilisasi ke lokasi kerusakan dan mendukung pekerjaan tim teknis di lapangan.
Baca Juga:
Sutiyoso Sudah Maafkan Hercules: Kita Punya Sejarah 'Berdarah'
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera, Yenti Elfina, menjelaskan bahwa mobilisasi peralatan dan tenaga kerja lintas wilayah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan jaringan yang terdampak.
“Kami bergerak sangat cepat dengan mengerahkan personel lintas unit serta seluruh sumber daya yang dibutuhkan. Hari ini pesawat Hercules pengangkut dua set Tower Emergency dari Jakarta sudah mendarat di Sumut. Dukungan peralatan ini sangat krusial agar pembangunan menara darurat dan pemulihan jalur transmisi bisa segera terlaksana,” ujar Yenti Elfina.