Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah ASEAN U-19 Boy’s Championship 2026 atau Piala AFF U-19 2026.
Keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang menyiapkan tiga stadion di Sumatera Utara dinilai menjadi momentum strategis untuk mempercepat pembangunan kawasan Metropolitan Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) sekaligus mendorong pemerataan event internasional di luar Pulau Jawa.
Baca Juga:
Kekerasan pada Wasit di Indonesia Makin Brutal, Yoshimi Ogawa: Wasit Juga Manusia!
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai langkah PSSI tersebut bukan sekadar agenda olahraga, tetapi juga peluang besar bagi Sumatera Utara untuk meningkatkan daya saing wilayah.
“Penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah Piala AFF U-19 2026 merupakan langkah yang sangat positif. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang bagaimana sebuah daerah memanfaatkan momentum internasional untuk mempercepat pembangunan kawasan metropolitan,” ujar Tohom, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, ajang internasional seperti Piala AFF U-19 dapat menjadi katalisator bagi pembangunan infrastruktur olahraga, transportasi, hingga penguatan sektor ekonomi lokal.
Baca Juga:
PSSI Dorong Jurnalis Sepak Bola Perkuat Literasi Publik Lewat Pemberitaan Berkualitas
Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan wisatawan diyakini akan memicu aktivitas ekonomi baru yang berdampak langsung pada masyarakat.
PSSI sendiri telah menetapkan tiga stadion sebagai opsi venue pertandingan, yakni Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan, dan Stadion Mini Pancing.
Selain itu, federasi juga menyiapkan lima lapangan latihan guna mendukung kesiapan para kontestan selama turnamen berlangsung pada 1–14 Juni 2026.
Tohom menilai kesiapan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa Sumatera Utara semakin siap menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga nasional.
Ia juga menilai kebijakan PSSI yang mendorong pemerataan penyelenggaraan event internasional merupakan langkah visioner dalam pengembangan sepak bola nasional.
“Selama ini event besar cenderung terpusat di Pulau Jawa. Ketika Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah, ini menunjukkan adanya perubahan paradigma pembangunan olahraga yang lebih inklusif dan merata,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran turnamen internasional ini juga selaras dengan upaya pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas wilayah serta mempercepat pembangunan kawasan strategis di luar Jawa.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa event olahraga internasional seperti Piala AFF U-19 dapat menjadi pemicu percepatan integrasi kawasan Metropolitan Mebidang sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Indonesia.
“Momentum ini harus dimanfaatkan secara strategis. Infrastruktur, transportasi, hingga tata kota di kawasan Mebidang harus dipersiapkan dengan visi jangka panjang agar manfaatnya tidak hanya dirasakan saat turnamen berlangsung, tetapi juga untuk pembangunan wilayah ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, jika dikelola secara serius, penyelenggaraan Piala AFF U-19 2026 dapat memperkuat citra Sumatera Utara sebagai destinasi olahraga internasional sekaligus meningkatkan investasi di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri olahraga.
Tohom pun berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, PSSI, dan berbagai pemangku kepentingan dapat memastikan penyelenggaraan turnamen berjalan sukses serta memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan daerah.
“Event ini harus menjadi titik tolak untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih kuat sekaligus mempercepat transformasi kawasan metropolitan Mebidang sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera,” katanya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]