WahanaNews.co I Warga Perdagangan mengeluhkan banyaknya
debu di kota yang berjulukan "sanpantao" itu.
Baca Juga:
Permintaan Global Meningkat, HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Awal 2026 Kompak Menguat
Sumber debu akibat perbaikan jalan sepanjang 1 Km yang di
siram dengan sirtu lalu diratakan dengan greder dan dipadatkan dengan bomax
beberapa waktu lalu.
Jon pemilik usaha pingir jalan di simpang kampung jawa meminta agar dilakukukan penyiraman.
Baca Juga:
Satu Importir Taiwan Borong 1,5 Juta Sabun Batang UMKM Indonesia Sepanjang 2025
"Bang tolong lah disampaikan sama camat agar ada penyiraman.
Kondisi debunya berdampak bagi kita yang punya usaha disimpang ini. Debunya ngeri
kali, kalau setiap lewat kendaraan pasti berterbangan kemana-mana. Memang jalan
sudah dieperbaiki kita berterimakshi tapi timbul lagi masalah debu disini camat
harus ambil solusi," pintanya.
Indah (26) salah satu warga juga mengeluh.
"Kalau begeni terus warga perdagangan bisa kenak
penyakit iritasi mata, batuk, bersin, rhinitis alergi, serangan asma bagi
penderita gangguan pernapasan, penyakit pernapasan obstruktif kronis (PPOK)
atau emfisema, sejumlah kecil debu bisa memblokir pernapasan dan membuat gejala
mereka memburuk," katanya.
Pantauan WahanaNews.co dilapangan terliat, setiap kendaraan
yang lewat membuat debu berterbangan kemana-mana sehingga membuat para pedagang
kewalahan mengatasinya dan menimbulkan membuat kerugian bagi mereka yang
memiliki usaha sepanjang jalan.
Hingga berita ini diturunkan, camat bandar belum
bisa diminta keterangannya. (tum)