SUMUT.WAHANANEWS.CO – Polrestabes Medan melakukan tindakan tegas terhadap jaringan narkotika dan perjudian dalam operasi terpadu yang digelar di kawasan Sibolangit, Deli Serdang, pada Selasa (20/1/2026). Operasi skala besar ini dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, dengan melibatkan personel gabungan dari Dit Samapta hingga Sat Brimob Polda Sumut.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan 21 orang terduga pelaku yang beroperasi di dua titik rawan yang telah dipetakan sebelumnya, yakni kawasan Bumi Perkemahan Pramuka dan area sekitar Hotel Lotus Sibolangit.
Baca Juga:
Polsek Medan Baru Amankan Seorang Terduga Pelaku Curanmor
Sistem Pengamanan Berlapis dan Senjata Tajam
Di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, tim gabungan mengamankan 10 orang tersangka. Petugas juga menemukan fakta mengejutkan di lapangan, di mana lokasi tersebut telah dilengkapi dengan sistem pengamanan berlapis dan portal untuk menghalangi masuknya aparat. Selain mengamankan pelaku, polisi turut menyita puluhan senjata tajam yang diduga disiapkan untuk melakukan perlawanan.
Sementara itu, tim kedua yang menyisir area sekitar Hotel Lotus berhasil meringkus 11 orang lainnya. Penindakan ini merupakan respons atas laporan masyarakat dan hasil pengembangan intelijen terkait maraknya aktivitas ilegal di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Warga Lapor Ada Judi, Polsek Delitua Turun ke Lapangan dan Hasilnya?
Komitmen Kapolrestabes Medan
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari visi misi kemanusiaan untuk memberantas peredaran gelap narkoba dan perjudian di wilayah hukum Polrestabes Medan.
"Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan narkoba dan perjudian untuk bersembunyi. Operasi ini adalah langkah berkelanjutan untuk mempersempit ruang gerak jaringan kriminal demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)," ujar Kombes Jean Calvijn.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada para pelaku yang masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). "Kalian boleh berlari, tetapi pasti tertangkap. Tidak ada tempat aman untuk bersembunyi di wilayah ini," tegasnya.
Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Operasi serupa dipastikan akan terus dilakukan secara rutin di lokasi-lokasi rawan lainnya guna memastikan Sumatera Utara bersih dari praktik narkotika dan perjudian.
[Redaktur: Dedi]