Selain itu, Indonesia harus meningkatkan kualitas SDM pekerja/buruh terkait kecakapan digital.
Hal ini termasuk pemanfaatan bonus demografi untuk Indonesia Unggul 2045. Caranya dengan upskilling dan reskilling bagi pekerja dan buruh.
Baca Juga:
PLN Siaga Penuh Kawal HUT ke-81 RI, 45 Ribu Personel Dikerahkan di 2.275 Titik
"Kecakapan digital pekerja wajib. Dalam visi misi Ganjar-Mahfud memiliki komitmen jelas pada digitalisasi yang berlaku di semua aspek kehidupan," lanjutnya.
Arnod, yang juga bagian dari Tim Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional, mengatakan Ganjar-Mahfud lebih memahami persoalan ketenagakerjaan dan memiliki pemetaan serta solusi yang lebih jelas.
Contohnya, ia menyebut masalah utama ketenagakerjaan di Indonesia adalah struktur tenaga kerja Indonesia mayoritas atau 56,33 persen adalah lulusan SMP ke bawah, kemudian 31,34% lulusan SMA, dan hanya 12,32% lulusan perguruan tinggi.
Baca Juga:
Satgas IKN Berantas Tambang Ilegal, MARTABAT Prabowo-Gibran: Tata Kelola Kawasan Harus Tegas dan Visioner
[Redaktur : Andri F Simorangkir]