“Harganya tidak mahal, Ulos buatan mesin harganya Rp150 ribu, sedangkan untuk yang tenun tangan harganya lebih mahal, Rp180 ribu. Ini bisa dipakai laki-laki dan perempuan juga,” pungkas dia.
Sebelumnya stakeholder Manajemen Panitia Nasional F1H2O Danau Toba, Gresita Siahaan, mengatakan pihaknya telah meminta pemerintah daerah setempat untuk mengkurasi jumlah UMKM yang berada di sisi luar venue utama, agar penataannya bisa rapi dan menarik. "jadi di dalam venue utama ada 20 UMKM, kemudian untuk di luar, kami sudah berkoordinasi dengan pemkab untuk mengkoordinasikan kepada para pelaku usaha,” ujar Gresitea.
Baca Juga:
Allo Bank Festival 2026 Umumkan CORTIS sebagai Bintang Utama, COER Antusias
Panitia juga meminta agar pemda mengarahkan para pelaku usaha yang memiliki kafe atau tempat makan di sekitar lokasi balapan untuk berkreasi menawarkan paket wisatanya, baik berupa penjualan makanan dan minuman sekaligus tempat untuk menonton perlombaan jet air tersebut.
"Silakan pemilik kafe membuat package bundling (pengelompokan paket), jadi sambil makan dan minum bisa juga menonton bagi konsumen atau wisatawan," ujar dia.
Baca Juga:
Kabar Gembira! LANY Siap Gelar Konser di Jakarta pada Oktober 2026
[Redaktur : Andri F Simorangkir]