Sambung Rosmawati menjelaskan bahwa sampai 5 tahun ini yang dikatakan pejabat dari dinas terkait iming-iming belaka.
Dimana tidak ada bantuan kesejahteraan yang disalurkan untuk Kirana.
Baca Juga:
Kasus Korupsi Pengadaan Software, Kadis Kominfo Sumut Jadi Tersangka
Kalau pun ada bantuan yang di berikan, itu dari Bayangkari Polsek Labuhan sebanyak Rp 1 juta selama setahun, lain dari itu apa pun tidak ada.
"Saya mendengar janji dari Pemerintah bahwa anak ini (Kinara) akan menjadi tanggung jawab pemerintah seperti Dinas Sosial. Namun sejak kejadian hingga sekarang tidak ada sama sekali bantuan yang disalurkan. Jangankan BLT, PKH, KIP. Untuk melihat ke adaan anak ini saja mereka tidak mau," ucapnya.
Bebernya lagi, saat Ini Kinara bersekolah di salah satu Sekolah Dasar, namun dirinya harus membayar uang kebutuhan untuk belajar dan kelengkapan sekolah.
Baca Juga:
Afner Harahap Laporkan Oknum TNI yang Berzina dengan Isterinya ke Kodam Bukit Barisan
"Atas ini semua kami kerabatnya Kirana yang sekarang sudah berusia 9 tahun mengharap Pemerintah benar benar menepati janji yang katanya Kinara menjadi anak Pemerintah. Kami juga mengharap untuk para dermawan agar sedikit membantu menjadi tembusan ke pemerintah yang sampai saat ini diam seakan buta dengan ke adaan anak ini," imbuhnya.
Dalam penelusuran media, saat ini Kinara dalam ke adaan tidak stabil antara bentar sehat dan sakit akibat bekas Operasi 5 tahun lalu. [rum]