SUMUT.WAHANANEWS.CO – Biro psikologi Discoverme menginisiasi kolaborasi kemanusiaan bersama Academy Barbershop Medan Hairstyle dan Rumah Sakit Marta Friska dalam aksi sosial lintas sektor. Kegiatan ini difokuskan untuk memberikan dukungan psikososial dan layanan kesehatan gratis bagi warga Desa Medang Ara, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis (15/1/2026).
Aksi kolaboratif ini mencakup tiga layanan utama: pendampingan psikologis bagi anak-anak oleh tim psikolog Discoverme, pemeriksaan medis dan pengobatan gratis oleh tim dokter RS Marta Friska, serta layanan potong rambut gratis oleh Academy Barbershop Medan Hairstyle.
Baca Juga:
Lewat Edukasi dan Kolaborasi, IDAI Serukan Waspada Penyakit Jantung Reumatik Sejak Dini
Sejak pagi hari, antusiasme masyarakat terlihat memenuhi lokasi kegiatan. Puluhan anak terlibat dalam sesi pemulihan psikologis yang dikemas melalui permainan edukatif, aktivitas menggambar, dan pendampingan emosional. Di sisi lain, warga dewasa memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi medis secara cuma-cuma serta mendapatkan layanan pangkas rambut profesional.
Fokus pada Edukasi dan Regulasi Emosi
Samantha, Owner sekaligus penginisiasi kegiatan dari Discoverme, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respon atas terganggunya fasilitas pendidikan dan kondisi mental anak-anak di wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang.
Baca Juga:
Menteri PPPA Turun Langsung ke SMAN 72 Jakarta, Tekankan Pemulihan Trauma Anak Pascaledakan
"Kami ingin memberikan semangat sekaligus edukasi kepada anak-anak. Fokus kami adalah membantu mereka mengenali emosi. Penting bagi mereka untuk memahami bahwa emosi bukan sekadar marah atau senang," ujar Samantha.
Lebih lanjut, tim Discoverme juga mengajarkan teknik regulasi emosi sederhana seperti deep breathing (teknik tarik napas dalam). Metode ini bertujuan agar anak-anak lebih mindful, sadar akan situasi sekitar, sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan konsentrasi meningkat.
"Program ini dirancang secara adaptif oleh tim psikolog anak kami agar para penyintas bencana mampu mengekspresikan serta mengelola emosi mereka sebagai bagian penting dari proses pemulihan pascabencana," tambahnya.
Dukungan Psikososial vs Penyembuhan Trauma
Menanggapi perspektif masyarakat mengenai kesehatan mental, Nurleli Purnamasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa kegiatan di Desa Medang Ara ini merupakan bentuk dukungan psikososial, bukan proses penyembuhan trauma (trauma healing) secara klinis.
"Trauma tidak bisa diidentifikasi secara instan dan memerlukan asesmen mendalam. Fokus kami saat ini adalah memberikan rasa aman, motivasi, dan dukungan emosional melalui interaksi yang ramah anak. Kami mengajak mereka menyadari perasaan takut, sedih, atau bingung yang mungkin muncul setelah bencana, namun tetap merasakan kebahagiaan saat bermain," jelas Nurleli.
Sinergi untuk Kemanusiaan
Respons positif mengalir dari para penerima manfaat. Juliati (46), salah satu warga setempat, menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran para relawan.
"Anak-anak bisa bermain dan didampingi psikolog, kami juga bisa berobat gratis. Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan lebih sering," ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian paket edukasi untuk anak-anak dan sesi dokumentasi bersama. Sinergi antara sektor psikologi, kesehatan, dan komunitas kreatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi kemanusiaan yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat di masa depan.
[Redaktur:Dedi]