Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran merespons positif pengajuan pembangunan rumah sakit baru senilai Rp513 miliar di Kabupaten Dairi.
MARTABAT menilai, pembangunan rumah sakit tersebut bukan sekadar proyek sektor kesehatan, melainkan bagian penting dari penguatan ekosistem Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kardaiba yang mencakup wilayah Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat di Sumatera Utara.
Baca Juga:
Naik Kelas Rawat untuk Peserta BPJS Kini Bisa, Tapi Ada Biaya Tambahan yang Harus Dibayar
Menurut MARTABAT, KEK tidak akan berdaya saing bila hanya bertumpu pada industri dan investasi, tanpa ditopang layanan publik dasar yang kuat, terutama kesehatan.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit modern di Dairi harus diposisikan sebagai infrastruktur strategis kawasan, bukan sekadar fasilitas daerah.
“KEK Kardaiba membutuhkan jaminan layanan kesehatan yang cepat, lengkap, dan berkualitas. Investor, tenaga kerja, dan masyarakat lokal hanya akan tumbuh optimal jika negara hadir memastikan keselamatan dan kualitas hidup warganya,” ujar Tohom, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga:
Kemenkes Tegur Keras RS yang Gunakan Alat Kesehatan Tak Layak, Ombudsman Aceh Turun Tangan
Tohom menilai, kondisi geografis Dairi yang didominasi perbukitan dan pegunungan membuat kehadiran rumah sakit rujukan regional menjadi kebutuhan mendesak.
Ketergantungan rujukan ke Medan dengan jarak tempuh berjam-jam dinilainya tidak sejalan dengan semangat Transformasi Layanan Kesehatan Nasional dan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
“PHTC Presiden Prabowo harus dimaknai sebagai keberpihakan nyata pada wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal secara akses, bukan hanya pada kota besar,” tegasnya.