Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menilai lonjakan aktivitas transportasi air di kawasan Danau Toba selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 sebagai indikator penting bahwa arah pembangunan pariwisata nasional berbasis konektivitas mulai menunjukkan hasil nyata.
Ramainya pergerakan kapal dan penumpang dinilai bukan sekadar fenomena musiman, melainkan refleksi meningkatnya kepercayaan wisatawan terhadap akses, layanan, dan keselamatan transportasi di destinasi strategis nasional tersebut.
Baca Juga:
Tarkam Kemenpora 2025 di Toba, Ajang Sportifitas dan Persaudaraan Antar Kampung
MARTABAT memandang tingginya mobilitas wisatawan melalui jalur perairan Danau Toba sebagai sinyal positif bahwa konektivitas antardermaga, kesiapan armada, serta pengelolaan transportasi wisata telah menjadi faktor penentu dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa data ribuan trip kapal dan puluhan ribu penumpang selama periode Nataru mencerminkan perubahan pola wisata masyarakat yang semakin mengutamakan aksesibilitas dan pengalaman perjalanan.
“Ramainya transportasi air di Danau Toba adalah sinyal kuat bahwa pariwisata berbasis konektivitas mulai bekerja. Wisatawan datang bukan hanya karena keindahan alam, tetapi karena kemudahan bergerak, rasa aman, dan kepastian layanan,” ujar Tohom, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga:
Menuju Toba World Class Destination, MARTABAT Prabowo-Gibran Puji Inovasi Pesawat Amfibi
Menurut Tohom, keberhasilan pengelolaan transportasi air selama masa puncak liburan menunjukkan bahwa Danau Toba semakin siap bertransformasi menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.
Ia mengungkapkan bahwa konektivitas perairan memiliki peran strategis dalam menghubungkan pusat-pusat wisata, pelaku UMKM, hingga masyarakat lokal di sekitar dermaga.
“Ketika transportasi air tertata, efek ekonominya langsung dirasakan rakyat. Pedagang, pelaku wisata, hingga masyarakat sekitar dermaga ikut bergerak. Ini esensi pembangunan yang berpihak pada ekonomi rakyat,” jelasnya.