Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran memberikan respons positif terhadap wajah baru Pelabuhan Penyeberangan Ajibata sebagai gerbang utama menuju kawasan Danau Toba.
Revitalisasi pelabuhan yang memadukan fungsi transportasi, estetika modern, dan identitas budaya Batak Toba dinilai sebagai contoh konkret pembangunan infrastruktur yang selaras dengan visi besar pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai Ramainya Transportasi Air Danau Toba sebagai Sinyal Kuat Pariwisata Berbasis Konektivitas
Namun demikian, MARTABAT menegaskan bahwa capaian fisik tersebut harus diiringi tata kelola kawasan Otorita Danau Toba yang lebih terintegrasi, berkeadilan, dan berpihak pada masyarakat lokal.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menilai Pelabuhan Ajibata bukan hanya fasilitas penyeberangan, melainkan simbol perubahan paradigma pembangunan di kawasan Danau Toba.
“Ajibata hari ini menunjukkan bahwa negara mampu membangun infrastruktur modern tanpa memutus akar budaya. Ini pesan penting bahwa pembangunan tidak harus seragam dan kering identitas,” ujar Tohom, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga:
Tarkam Kemenpora 2025 di Toba, Ajang Sportifitas dan Persaudaraan Antar Kampung
Menurut Tohom, pendekatan budaya yang terlihat dari desain bangunan, penggunaan ornamen gorga, hingga penataan ruang publik di Ajibata seharusnya menjadi standar dalam seluruh pengembangan kawasan Danau Toba.
Ia menilai keberhasilan Ajibata harus dibaca sebagai pintu masuk untuk membenahi persoalan yang lebih luas di wilayah otorita.
“Kalau satu titik bisa ditata dengan kesadaran konteks seperti ini, maka kawasan lainnya juga seharusnya bisa. Tinggal kemauan dan konsistensi kebijakan Otorita Danau Toba,” tegasnya.