SUMUT.WAHANANEWS.CO – Pelantikan Prof. Sumper Mulia Harahap sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan periode 2026–2030 mendapatkan apresiasi luas, salah satunya dari organisasi kepemudaan dan intelektual Nahdlatul Ulama (NU) di Sumatera Utara, yaitu Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumut dan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Tapanuli Selatan.
Harapan ISNU Sumut untuk Kemajuan Pendidikan Islam
Baca Juga:
Minggu Perpisahan: Pendeta Ronal Sihombing Ucap Selamat Tinggal kepada Jemaat HKI Hariara Silaban
Ucapan selamat disampaikan Wakil Ketua ISNU Sumatera Utara, Rahmat Timbul Halomoan Lubis. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa kemajuan bagi dunia pendidikan Islam, khususnya di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (juga dikenal sebagai UIN Syahada).
"Semoga pelantikan ini memberikan manfaat besar bagi organisasi Islam, umat, dan peradaban. UIN bukan sekadar tempat belajar ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan akhlak dan lahirnya para pengambil keputusan," ujar Rahmat Timbul dalam keterangannya kepada wartawan pada Selasa (10/3/2026).
Pelantikan yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Jakarta dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Rahmat Timbul juga mengungkapkan harapan agar rektor baru tetap istiqamah dalam memajukan perguruan tinggi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas kontribusi akademik bagi masyarakat.
Baca Juga:
Peduli Keselamatan Pemudik, Personel Operasi Ketupat Toba 2024 di Tapteng Tutupi Lobang Jalan
ISNU Kota Padangsidimpuan Apresiasi Rekam Jejak Kepemimpinan
Senada dengan itu, Ketua ISNU Kota Padangsidimpuan Ibnul Choir Siregar menilai Prof. Sumper Mulia Harahap memiliki kapasitas kepemimpinan yang tepat untuk membawa kemajuan kampus. Menurutnya, rekam jejak selama memimpin Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal menjadi bukti kemampuannya dalam mengembangkan institusi pendidikan dan mencetak mahasiswa yang mampu bersaing secara nasional maupun internasional.
"Beliau dinilai berhasil memimpin STAIN Mandailing Natal selama empat tahun dan mampu melahirkan mahasiswa yang siap bersaing di berbagai level," katanya.