“Otorita Toba perlu memastikan bahwa pembangunan tidak menumpuk di titik-titik tertentu saja. Aglomerasi kawasan harus berjalan adil, terencana, dan transparan,” kata Tohom.
MARTABAT Prabowo–Gibran, lanjut Tohom, mendorong agar ke depan pembangunan Danau Toba selaras dengan visi kepemimpinan nasional yang kuat, berdaulat, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai Ramainya Transportasi Air Danau Toba sebagai Sinyal Kuat Pariwisata Berbasis Konektivitas
Revitalisasi Ajibata dinilai sebagai langkah awal yang baik, tetapi harus diikuti reformasi tata kelola kawasan otorita secara menyeluruh.
“Ajibata adalah etalase. Tapi substansi sesungguhnya ada pada bagaimana Otorita Danau Toba mengelola ruang hidup, budaya, dan masa depan masyarakatnya,” pungkasnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]