SUMUT.WAHANANEWS.CO – Realisasi program Asta Cita pemberantasan korupsi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terus dinantikan masyarakat. Salah satu agenda penting yang hingga kini masih sebatas wacana adalah pembangunan penjara khusus koruptor, padahal penindakan terhadap pelaku tindak pidana korupsi terus berjalan.
Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) menyoroti hal ini dan meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera mengalokasikan anggaran demi mewujudkan fasilitas tersebut.
Baca Juga:
KPK Tangkap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam OTT, Sita Dokumen dan Uang Tunai
"Menteri Purbaya harusnya segera menyiapkan anggaran untuk pembangunan penjara khusus koruptor ini. Agar Asta Cita pemberantasan korupsi Presiden Prabowo dapat berjalan dengan baik dan maksimal," ungkap Ketua DPW FABEM Sumut, Rinno Hadinata, di Medan, Jumat (3/4/2026).
Menurut Rinno, upaya pemberantasan korupsi saat ini sudah berjalan baik di berbagai instansi, mulai dari Kejaksaan RI, KPK, hingga tingkat daerah. Namun, untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo saat rapat kabinet pada April 2025 lalu, diperlukan keseriusan dari sisi pendanaan.
Ia menilai, Menteri Keuangan harus segera berkoordinasi dengan Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Adrianto. Pasalnya, secara administrasi dan dokumen perencanaan dinilai sudah lengkap, hanya tinggal menunggu kepastian anggaran dari Kementerian Keuangan.
Baca Juga:
Survei Indikator: 70,7 Persen Dukung Ekspose Uang Sitaan Rp6,6 Triliun
"Informasinya dokumen pembangunan sudah ada dan lengkap dari Kementerian Imipas, hanya tinggal persoalan anggarannya yang belum ada dari Kemenkeu. Makanya kita dorong Menkeu Purbaya untuk segera mengalokasikannya," jelas Rinno.
Lebih jauh, Rinno menekankan bahwa praktik korupsi yang masih terjadi di berbagai lini, mulai dari tingkat desa, kepala daerah, hingga kementerian, berpotensi mengganggu stabilitas dan pertahanan negara dari dalam. Oleh karena itu, kehadiran penjara khusus menjadi penting untuk memberikan efek jera.
"Poin utamanya, Menkeu Purbaya harus bergerak cepat mendukung Asta Cita pemberantasan korupsi Presiden Prabowo Subianto yang sudah masuk tahun kedua kepemimpinannya," tambahnya.
Rinno juga menyatakan keyakinannya terhadap komitmen Menkeu Purbaya dalam pemberantasan korupsi. Ia berharap pada tahun ini pembangunan bisa segera terealisasi.
"Kita yakin Menkeu Purbaya berkarakter antikorupsi. Initinya, tahun ini kita dorong dan doakan pembangunan penjara khusus koruptor bisa terlaksana. Soal lokasi, baik di Nusakambangan atau pulau lainnya di wilayah NKRI, kami serahkan sepenuhnya kepada Presiden dan Menteri Imipas, kami pasti mendukung," tegas Rinno menutup pembicaraan.
[Redaktur:Dedi]