SUMUT.WAHANANEWS.CO – Sebuah kasus dugaan kelalaian administrasi terungkap di RA Subulul Huda Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Salah satu orang tua murid, Ardinan Reshandi, mengeluhkan ijazah anaknya belum diterima meskipun sudah lebih dari 6 bulan sejak kelulusan. Kondisi ini menjadi pertanyaan besar mengapa pihak sekolah tidak dapat menyelesaikan proses pemberian dokumen penting tersebut dengan tepat waktu.
Sebagai orang tua, Ardinan menyatakan telah memenuhi seluruh kewajiban, mulai dari pembayaran biaya pendidikan hingga mengikuti proses belajar mengajar sesuai ketentuan sekolah. Namun, upaya berulang kali meminta ijazah kepada Kepala Sekolah Yusniwati hanya menghasilkan janji tak pasti.
Baca Juga:
Libur Akhir Semester Segera Dimulai, Kadisdik Sumedang Imbau Orang Tua Waspadai Cuaca
"Saya selalu mempertanyakan ijazah anak saya setiap bertemu dengan kepala sekolah, namun selalu mendapatkan jawaban 'nanti kita kabari'," ujar Ardinan dengan nada kesal, menirukan ucapan Yusniwati. Bahkan setelah mendatangi rumah kepala sekolah secara langsung, ia hanya kembali menerima janji serupa.
"Saat saya datang ke rumahnya, ia menyebut ada beberapa siswa dengan masalah pemberkasan. Saya bertanya, jika memang ada masalah, mengapa tidak ditemukan sejak awal? Dan mengapa siswa dengan pemberkasan yang tidak bermasalah juga belum mendapatkan ijazah? Kami sangat membutuhkan dokumen ini sebagai tanda bahwa anak kami pernah TK," jelasnya.
Ketika dikonfirmasi, Yusniwati mengakui kesalahan darinya dan menjelaskan bahwa permasalahan muncul karena terdapat tiga siswa dengan Kartu Keluarga (KK) berfungsi ganda di sekolah lain.
Baca Juga:
18 Sekolah Terendam Banjir di Subulussalam, Belajar Tatap Muka Sementara Dihentikan
"Sekarang data sudah diperbaiki, tinggal ngeprint melalui admin Departemen Agama (DEPAG). Saya akan menemui admin DEPAG pada Senin (27/1/2026)," ujarnya Minggu (25/1/2026) lalu.
Namun hingga Selasa (27/1/2026), Yusniwati menyampaikan bahwa dirinya belum sempat datang ke Pakam untuk mengurusnya dan meminta kesabaran.
"ia.sudah di sampaikan tinggal ibu yg belm sempat ke pakam. coba sabar dulu ya," pungkasnya, Selasa (27/1/2026).