Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ke Bona Pasogit, khususnya karena kegiatan tersebut membawa pesan sosial, budaya, dan pembangunan yang relevan dengan masa depan kawasan Danau Toba.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan kunjungan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ke Desa Hutabulu Mejan, Kabupaten Toba, menjadi simbol kuat bahwa pembangunan nasional harus tetap berpijak pada akar budaya dan kebutuhan nyata masyarakat.
Baca Juga:
LRT Jabodebek Tambah Frekuensi Perjalanan Pagi, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bagian dari Visi Aglomerasi Modern
“Kehadiran Jenderal Maruli di Bona Pasogit bukan hanya kunjungan tokoh nasional ke kampung halaman, tetapi juga pesan moral bahwa pembangunan harus menyentuh air bersih, rumah layak, rumah ibadah, pendidikan, budaya, dan martabat masyarakat,” ujar Tohom, Rabu (10/6/2026).
Menurut Tohom, rangkaian kegiatan yang meliputi ziarah leluhur, peresmian sumur bor, penyerahan bantuan sosial, dukungan rumah tidak layak huni, serta pembangunan rumah ibadah menunjukkan model kepemimpinan yang menghubungkan nilai budaya dengan kerja nyata.
“Bona Pasogit tidak boleh dipandang hanya sebagai ruang nostalgia, tetapi harus menjadi pusat inspirasi pembangunan manusia, ekonomi, pariwisata, dan kebudayaan Batak yang terhubung dengan agenda besar kawasan Danau Toba,” katanya.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong Presiden Prabowo Tunjuk Menteri Eksekutor dan Komunikator Seperti "Luhutnya Pak Jokowi"
Tohom menilai program penyediaan air bersih yang dibawa TNI AD sangat strategis karena air menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penopang kegiatan ekonomi, pertanian, dan pariwisata.
“Sumur bor di desa-desa kawasan Danau Toba adalah infrastruktur kecil yang dampaknya besar, karena dari air bersih masyarakat bisa lebih sehat, petani bisa lebih produktif, dan kawasan wisata bisa lebih siap menerima pertumbuhan kunjungan,” ucapnya.
Ia berpandangan bahwa kawasan otorita Danau Toba perlu terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan komunitas adat.
“Danau Toba sebagai kawasan strategis nasional membutuhkan orkestrasi pembangunan yang rapi, mulai dari infrastruktur dasar, konektivitas, air bersih, sanitasi, UMKM, budaya, hingga kualitas sumber daya manusia,” ujar Tohom.
Menurutnya, kunjungan KASAD Maruli Simanjuntak juga memberi inspirasi bagi generasi muda Batak untuk percaya bahwa pendidikan, disiplin, dan kerja keras dapat membawa anak daerah menembus posisi penting di tingkat nasional.
“Jenderal Maruli adalah contoh bahwa orang Batak bisa berkiprah besar di republik ini tanpa kehilangan akar budaya, hormat kepada leluhur, dan kepedulian kepada kampung halaman,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan kawasan Danau Toba harus dilihat sebagai satu kesatuan aglomerasi sosial, budaya, ekonomi, dan pariwisata yang melibatkan kabupaten-kabupaten di sekitarnya.
“Danau Toba tidak bisa dibangun secara terpisah-pisah, karena Toba, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Dairi, Karo, Simalungun, dan wilayah sekitarnya harus bergerak dalam satu napas pembangunan kawasan,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan kawasan otorita Danau Toba tidak hanya diukur dari bertambahnya destinasi wisata, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat lokal.
“Pariwisata Danau Toba akan kuat jika masyarakatnya ikut naik kelas, desanya tertata, air bersih tersedia, rumah warga lebih layak, budaya hidup, dan anak-anak mudanya memiliki masa depan,” ucapnya.
Tohom berharap semangat yang dibawa KASAD melalui kegiatan sosial dan budaya di Bona Pasogit dapat menjadi pemantik kolaborasi yang lebih luas untuk mempercepat pembangunan kawasan Danau Toba.
“MARTABAT Prabowo-Gibran melihat kegiatan ini sebagai bagian dari semangat besar pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menghadirkan negara secara nyata, terutama di daerah yang memiliki nilai strategis bagi kebudayaan dan masa depan ekonomi nasional,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di kawasan Danau Toba untuk menjadikan budaya Batak sebagai kekuatan pembangunan, bukan hanya simbol seremonial.
“Budaya Batak memiliki nilai pendidikan, kerja keras, gotong royong, hormat kepada leluhur, dan tanggung jawab sosial, sehingga nilai-nilai itu harus diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan gerakan pembangunan yang berdampak langsung,” ujar Tohom.
Dalam kunjungan tersebut, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak hadir di Desa Hutabulu Mejan, Kabupaten Toba, Selasa (9/6/2026), bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak serta sejumlah kepala daerah dan tokoh masyarakat dari kawasan Danau Toba.
Kegiatan itu diawali dengan ziarah ke Tambak Simanjuntak Sitolu Sada Ina, makam leluhur marga Simanjuntak Oppu Sobosihon Boru Sihotang.
Pada kesempatan tersebut, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan pentingnya menjaga nilai budaya Batak, terutama semangat menuntut ilmu, kerja keras, dan pewarisan nilai kepada generasi muda.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan apresiasi atas perhatian KASAD kepada masyarakat Bona Pasogit melalui program sumur bor dan berbagai bantuan sosial yang dinilai menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum Punguan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, Muktar Simanjuntak, menyebut kehadiran KASAD menjadi kebanggaan bagi seluruh pomparan Simanjuntak dan diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]