Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran mendukung gagasan pembangunan opera house di kawasan Danau Toba sebagai pusat pertunjukan, pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, dan penguatan daya tarik pariwisata Sumatera Utara.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, “Danau Toba membutuhkan ruang pertunjukan berkelas yang mampu mempertemukan seniman, pelaku UMKM, wisatawan, dan masyarakat dalam satu ekosistem budaya yang produktif.”
Baca Juga:
KEK Kura Kura Bali Buka Pasar Global bagi IKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: Model Pemberdayaan yang Perlu Diperluas
Menurut Tohom, pembangunan opera house dapat menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan Opera Batak sekaligus memberi ruang regenerasi bagi para seniman muda.
“Opera Batak bukan hanya hiburan, tetapi juga media untuk mewariskan sejarah, nilai kehidupan, bahasa, musik, dan identitas masyarakat Batak kepada generasi berikutnya,” katanya, Senin (13/7/2026).
Ia menilai keberadaan gedung pertunjukan permanen akan membuat kegiatan seni budaya di Danau Toba dapat diselenggarakan secara terjadwal dan tidak bergantung pada acara seremonial.
Baca Juga:
Transportasi Publik Rp8 Saat HUT RI, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bisa Jadi Model Kolaborasi Jabodetabekjur
“Para pelaku seni membutuhkan kepastian panggung agar mereka dapat berkarya, meningkatkan kualitas pertunjukan, dan memperoleh penghasilan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Gagasan pembangunan opera house sebelumnya disampaikan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom saat menghadiri Pagelaran Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta di Gedung Serba Guna Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (12/7/2026).
Pagelaran yang diprakarsai Persatuan Artis Batak Indonesia tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya bersama pemerintah daerah, pelaku seni, dan masyarakat.