WahanaNews.co I Wakil Ketua Laskar Maung Bodas (LMB) DPC
Kab. Bogor dan warga masyarakat Bogor Timur (Botim), geram karena tidak adanya
tanggapan dari Bupati Kab. Bogor Ade Yasin, terkait dana hibah dari Pemerintah Daerah
DKI Jakarta yang diberikan kepada warga Botim melalui Pemkab Bogor.
Baca Juga:
Kenang Peran Besar Ade Yasin dalam Program Samisade, Plt Bupati Bogor Sampaikan Hal Ini
Diketahui, sejak tahun 2015 Pemda Kab. Bogor mengajukan proposal
ke Pemda DKI Jakarta setiap tahun anggaran sebagai konpensasi atas perlintasan
truk sampah milik Pemda DKI Jakarta yang melewati Botim menuju Tempat
Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar
Gebang.
"Setiap tahun Pemkab. Bogor diberikan dana hibah oleh Pemda
DKI Jakarta sebagai konpensasi. Tapi dari dana hibah tersebut tidak ada yang
dialokasikan untuk pembangunan yang menyentuh warga masyarakat Botim," kata
Agus Rahya, Minggu (7/2).
Baca Juga:
Divonis 4 Tahun, Hak Politik Ade Yasin Dicabut Lima Tahun
Rahya menjelaskan, dasar Pemda DKI Jakarta memberikan dana hibah
tersebut adalah konpensasi atas bau busuk dan kemacetan akibat truk-truk sampah
milik Pemda DKI Jakarta. Berdampak langsung dan dirasakan setiap hari terutama warga
Desa Nagrak Kec. Gunung Putri, Desa Cileungsi, Desa Cileungsi Kidul, Desa
Pasirangin dan Desa Limusnunggal Kec. Cileungsi.
Dia meminta agar dana hibah yang diterima Pemkab. Bogor, diaudit
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Prov. Jawa Barat.
"Saya mohon BPK agar segera melakukan audit dana hibah dari
Pemda DKI Jakarta, karena diduga ada penyalahgunaan pengalokasian dana tersebut,"
ujarnya.
Sebelumnya, Laskar Maung Bodas salah satu organisasi masyarakat
yang tergabung dalam aksi tahun 2015 bersama warga masyarakat Kec. Gunung Putri
dan Kec. Cileungsi yang melakukan penghadangan terhadap truk-truk sampah milik Pemda
DKI Jakarta. Mereka menghadang truk sampah yang melintasi wilayah Kec. Gunung
Putri dan wilayah Kec. Cileungsi menuju TPST Bantar Gebang tepat di fly over
Cileungsi.
Setelah terjadi kesepakatan, antara masyarakat dan perwakilan
Pemda DKI Jakarta selanjutnya blokade jalan dibuka.
Yahya mengancam akan melakukan hal yang sama dalam waktu
dekat, bila Bupati Bogor tidak menanggapi tuntutan warga Botim. Pihaknya akan
melakukan aksi, menghadang kembali truk-truk sampah milik DKI Jakarta dan
menyuruh putar balik. (tum)