KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons upaya penataan destinasi wisata di kawasan Danau Toba sebagai langkah positif, namun menilai masih banyak spot wisata yang perlu dibenahi secara menyeluruh, khususnya dalam aspek pengelolaan sampah, pengawasan kawasan, serta strategi promosi yang lebih modern dan terintegrasi.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa pembenahan kawasan wisata idealnya tidak dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis sistem yang berkelanjutan.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Sebut Kunjungan Wisata ke Lebak Banten Berdampak Positif Terhadap Peningkatan Kawasan KEK Tanjung Lesung
"Penataan seperti di Bukit Singgolom adalah langkah awal yang baik, tetapi kita membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Kawasan Danau Toba ini adalah wajah pariwisata Indonesia di mata dunia, sehingga pengelolaan sampah, tata ruang, dan promosi harus naik kelas," ujar Tohom, Jumat (3/4/2026).
Ia menyoroti persoalan klasik yang masih terjadi di berbagai destinasi wisata, yakni rendahnya kesadaran pengunjung serta belum optimalnya sistem pengawasan di lapangan.
"Masalah sampah bukan sekadar perilaku individu, tetapi soal sistem. Harus ada pengawasan yang konsisten, regulasi yang tegas, serta edukasi yang berkelanjutan. Jika ini tidak dibenahi, maka daya saing destinasi akan stagnan," katanya.
Baca Juga:
Kemlu Gencarkan Promosi BBTF 2026 ke 132 Negara, Bidik Puluhan Buyer Global
Menurut Tohom, penguatan promosi juga menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya tarik wisata Danau Toba di tengah persaingan global.
"Kita tidak bisa lagi mengandalkan promosi konvensional. Harus ada digitalisasi pariwisata, storytelling yang kuat, serta kolaborasi dengan berbagai platform global agar Danau Toba semakin dikenal dan diminati wisatawan mancanegara," jelasnya.
Ia juga menyebutkan pentingnya peran masyarakat lokal dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata.