WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Toba menertibkan keramba di kawasan Danau Toba dengan tetap menyediakan jalan bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghasilannya.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, “Menjaga Danau Toba tidak boleh berakhir dengan hilangnya mata pencaharian masyarakat, sehingga pemulihan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi warga harus dirancang sebagai satu kebijakan yang berjalan bersama”.
Baca Juga:
Di Balik Indahnya Air Terjun Sitapigagan, Ada Mitos yang Bikin Wisatawan Penasaran
Menurut Tohom, pendekatan Pemkab Toba yang mengarahkan pemilik keramba menuju budidaya perikanan darat merupakan pilihan konstruktif karena masyarakat tidak hanya diminta menghentikan aktivitas lama, tetapi juga diperkenalkan dengan alternatif usaha.
Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Toba, terdapat 585 keramba milik masyarakat di wilayah tersebut dan sekitar 63 persen di antaranya telah ditertibkan hingga 10 Agustus 2026.
Pemerintah daerah masih memproses penertiban terhadap 37 persen keramba yang tersisa dengan target kawasan Danau Toba di wilayah Kabupaten Toba nantinya terbebas dari keramba.
Baca Juga:
Opera Batak Perlu Diselamatkan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Danau Toba Layak Punya Pusat Seni Dunia
“Angka 63 persen menunjukkan proses sudah berjalan cukup jauh, tetapi pekerjaan terpenting berikutnya adalah memastikan masyarakat yang terdampak memiliki pilihan ekonomi yang realistis dan berkelanjutan,” ujar Tohom.
Ia menilai sosialisasi kepada pemilik keramba perlu dibarengi pendampingan sehingga perubahan pola budidaya tidak menimbulkan tekanan ekonomi baru bagi keluarga yang selama ini bergantung pada Danau Toba.
Pemkab Toba sendiri mendorong masyarakat mengembangkan budidaya ikan di area persawahan maupun menggunakan sistem perikanan yang lebih modern sebagai alternatif dari keramba di perairan danau.