Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran meminta pemerintah pusat bergerak cepat menghadapi ancaman penyusutan muka air Danau Toba yang dinilai dapat berdampak luas terhadap sektor perikanan budi daya dan lingkungan hidup.
MARTABAT Prabowo-Gibran juga mendorong pemerintah daerah bersama pengelola kawasan otorita Danau Toba memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi krisis ekologis di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Dukung Sinergi Imigrasi dan Sumut, MARTABAT Prabowo-Gibran: Danau Toba Harus Jadi Gerbang Global
Organisasi relawan nasional itu menilai penyusutan muka air danau dapat memengaruhi sektor pariwisata serta stabilitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas di sekitar Danau Toba.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan penurunan muka air Danau Toba tidak boleh dipandang sebagai persoalan musiman biasa, melainkan sinyal serius yang harus direspons melalui langkah mitigasi terpadu berbasis sains dan teknologi.
“Danau Toba adalah aset strategis nasional dan wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Jika ancaman ekologinya diabaikan, dampaknya tidak hanya dirasakan nelayan KJA, tetapi juga masyarakat, pelaku wisata, hingga keberlangsungan ekonomi kawasan,” kata Tohom Purba, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Sinkronisasi Master Plan Danau Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Transformasi Pariwisata
Menurut Tohom, potensi penurunan muka air hingga dua meter sebagaimana diperingatkan para ahli harus menjadi momentum mempercepat tata kelola kawasan otorita Danau Toba yang lebih modern dan adaptif terhadap perubahan iklim global.
“Perubahan iklim sekarang bergerak lebih agresif. Negara harus hadir dengan sistem monitoring berbasis satelit, peringatan dini cuaca ekstrem, hingga pemetaan kualitas air secara real time agar masyarakat tidak selalu terlambat menghadapi bencana ekologis,” ujarnya.
Ia menilai ancaman kematian massal ikan di keramba jaring apung dapat memukul rantai ekonomi masyarakat sekitar danau apabila tidak diantisipasi sejak dini.