“Kesadaran kolektif masyarakat menjadi faktor penting. Jika semua pihak bergerak bersama, Danau Toba tetap bisa menjadi kebanggaan nasional sekaligus sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujar Tohom.
Sebelumnya, Ahli Penginderaan Jauh Satelit IPB University Prof Jonson Lumban Gaol mengungkapkan muka air Danau Toba terus mengalami penurunan sejak Juni 2025 hingga Maret 2026.
Baca Juga:
Dukung Sinergi Imigrasi dan Sumut, MARTABAT Prabowo-Gibran: Danau Toba Harus Jadi Gerbang Global
Penurunan ini berpotensi menyusut hingga dua meter apabila musim kemarau berkepanjangan akibat kombinasi El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif terus terjadi pada 2026.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]