“Kalau kerambanya berkurang tetapi masyarakat kehilangan pendapatan, kebijakannya belum selesai, sedangkan kalau danau semakin bersih dan masyarakat mendapatkan sumber ekonomi baru yang produktif, barulah transformasinya memberikan manfaat ganda,” katanya.
MARTABAT Prabowo-Gibran memandang pola kebijakan tersebut sejalan dengan pembangunan yang menempatkan kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan rakyat sebagai dua kepentingan yang perlu dipertemukan.
Baca Juga:
Di Balik Indahnya Air Terjun Sitapigagan, Ada Mitos yang Bikin Wisatawan Penasaran
Tohom berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memperluas dukungan bagi masyarakat melalui bantuan sarana budidaya, teknologi perikanan, pembiayaan usaha, pelatihan, serta akses pemasaran.
Menurutnya, Danau Toba mempunyai nilai strategis bukan hanya bagi Sumatera Utara, tetapi juga bagi citra Indonesia sebagai negara yang memiliki destinasi wisata alam kelas dunia.
“Target akhirnya bukan hanya Danau Toba tanpa keramba, melainkan Danau Toba yang semakin bersih, pariwisatanya semakin kuat, dan masyarakat di sekitarnya semakin sejahtera,” pungkas Tohom.
Baca Juga:
Opera Batak Perlu Diselamatkan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Danau Toba Layak Punya Pusat Seni Dunia
[Redaktur: Sandy]