SUMUT.WAHANANEWS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara telah melaksanakan penandatanganan Commercial Operation Date (COD) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sei Wampu 1. Pembangkit berkapasitas 2 x 4,5 MW yang dikembangkan oleh PT Aek Simonggo Energy ini ditandatangani pada Selasa (3/2/2026) di Medan, menandakan kesiapannya beroperasi secara komersial dan terintegrasi ke sistem kelistrikan wilayah Sumatera Utara.
PLTM Sei Wampu 1 Perkuat Bauran Energi Baru Terbarukan
Baca Juga:
PLN Siapkan Pusat Kendali Distribusi Listrik di World Surf League QS 5000 Nias Pro 2024
Berlokasi di Desa Kuta Gajah, Kabupaten Langkat, PLTM Sei Wampu 1 menjadi bagian penting dalam memperkuat kehadiran energi baru terbarukan (EBT) di Sumatera Utara. Kegiatan ini juga menjadi wujud dukungan PLN dalam meningkatkan bauran energi bersih sekaligus menjamin keandalan pasokan listrik regional secara berkelanjutan.
Penandatanganan COD ini mencerminkan komitmen konsisten PLN dalam mendorong transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Pemanfaatan energi air sebagai sumber pembangkitan rendah emisi diharapkan dapat berkontribusi langsung pada pengurangan emisi karbon sektor ketenagalistrikan, sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal dengan cara yang bertanggung jawab.
Berbagai Pihak Hadiri Acara Penandatanganan
Baca Juga:
PLTU Bengkayang Meraih Penghargaan Performa Terbaik Foder Free 2023
Acara dihadiri oleh General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir, Senior Manager Perencanaan Efi Ziarman, serta Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum Efron Lumban Gaol. Turut menghadiri juga Dewan Komisaris dan Direksi PT Aek Simonggo Energy yaitu Hendry Wigin (Komisaris), Nelson Sihotang (Presiden Direktur), James William Gillard, Betesda Situmorang, dan Anthony Rohan. Selain itu, dari jajaran pemegang saham dan direksi PT Pembangunan Lestari Indah Tbk hadir Jaegopal Hutapea, Nicholas Spassky Hutapea, Animan Hutapea, Tambak Onggo, dan Linda Sari.
Mundhakir menegaskan bahwa beroperasinya PLTM Sei Wampu 1 merupakan langkah strategis untuk mempercepat agenda transisi energi sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan daerah.
"PLTM Sei Wampu 1 menjadi bukti komitmen PLN dalam memperluas pemanfaatan energi bersih yang bersumber dari potensi lokal. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam menurunkan emisi karbon sektor ketenagalistrikan, meningkatkan bauran EBT, serta mendukung target Net Zero Emission 2060," ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan pembangkit EBT seperti PLTM berperan penting dalam membangun sistem kelistrikan yang lebih tangguh, efisien, dan berwawasan lingkungan, sekaligus mendorong keberlanjutan ekonomi daerah.
"Kolaborasi dengan pengembang menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem energi yang bersih, andal, dan inklusif bagi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Nelson Sihotang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelesaian pembangunan PLTM Sei Wampu 1, khususnya kepada PLN.
"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PLN serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung dan mengawal proses pembangunan pembangkit ini hingga tuntas. Berkat sinergi dan kolaborasi yang baik, hari ini PLTM Sei Wampu 1 dapat resmi menandatangani COD dan beroperasi secara komersial," ujarnya.
Dengan ditandatanganinya COD PLTM Sei Wampu 1, PLN UID Sumatera Utara optimistis kontribusi energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan regional akan terus meningkat, sejalan dengan kebijakan energi nasional dan komitmen Indonesia menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
[Redaktur:Dedi]