SUMUT.WAHANANEWS.CO – Kabar membanggakan datang dari Nagari Paninjawan, Kecamatan X Koto Di Atas. Tiga penggiat literasi dari Taman Ilmu H Abdoel Moeis dan Hj Syamsiar yakni Esi Andriani Marthin, Kiki Maria, dan Zul Ihsan, berhasil lolos sebagai peserta Program Pelita-6 Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Dompet Dhuafa – program nasional bergengsi yang berfokus pada penguatan ekosistem literasi di seluruh Indonesia.
Keberhasilan ini bukan hanya capaian individu, melainkan simbol semangat kolektif masyarakat Nagari Paninjawan yang ingin maju melalui literasi. Ketiganya akan berkolaborasi dengan stakeholder mulai dari tingkat nagari, kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Solok untuk membangun kawasan literasi terintegrasi.
Baca Juga:
Membangun Pendidikan Kontekstual di Kabupaten Lanny Jaya
Sebagai Ketua Tim Pelita TBM tersebut, Esi Andriani Marthin menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari dukungan banyak pihak di kampung, kecamatan, serta Bunda Literasi Kabupaten Solok.
"Wali Nagari, Pak Camat, Pak Bupati Solok beserta Bunda Literasi Kabupaten Solok serta banyak pihak lainnya yang ingin kampung kami maju dari berbagai aspek. Kami memilih salah satunya melalui literasi, sehingga program ini menjadi momentum baik untuk menciptakan kawasan ekosistem literasi integratif," ujar Esi pada Jumat (27/03/2026) melalui pesan WhatsApp.
Proses seleksi Program SLI Pelita-6 berlangsung sangat ketat dan berskala nasional. Peserta berasal dari berbagai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di seluruh Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua. Dari ratusan peserta, dilakukan seleksi berkas hingga terpilih 25 TBM terbaik, kemudian melalui tahap wawancara menjadi 8 TBM, dan akhirnya diseleksi kembali menjadi 5 TBM terbaik.
"Kami sangat bersyukur menjadi TBM terpilih di antara yang terbaik. Semua ini berkat dukungan dan doa masyarakat kampung kami," tambahnya.
Para peserta terpilih akan mengikuti pembekalan dan pengembangan di Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Bogor pada pertengahan April 2026. Kegiatan tersebut akan memberikan strategi, metode, serta perencanaan program untuk membangun ekosistem literasi berkelanjutan di daerah masing-masing.
Baca Juga:
Bupati Simalungun Kunjungi Penggiat UMKM Asal Simalungun, Keripik Bos Q
Ke depan, tim dari Nagari Paninjawan berkomitmen merancang program yang menjadikan literasi sebagai fondasi pembangunan masyarakat – tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga ekonomi, budaya, dan sosial.
"Kami tetap memohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar bisa berbakti pada Paninjawan dan Kabupaten Solok secara umum," pungkas Esi.
Daftar TBM Lolos Program Pelita SLI Angkatan 6:
1. TBM Sanggar Anak Tumbuh, Kabupaten Bantul, Yogyakarta
2. TBM Taman Ilmu H Abdoel Moeis dan Hj Syamsiar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat
3. TBM Bale Baca Cijayanti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4. TBM Rumah Baca Anak Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
5. TBM Rumah Kreatif Sahabat Nusantara, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
[Redaktur:Dedi]