SUMUT.WAHANANEWS.CO - Semangat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan untuk naik kelas mulai terlihat nyata, seiring dorongan program prioritas Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di bidang ekonomi yang menitikberatkan pada penguatan UMKM melalui pelatihan dan digitalisasi.
Kisah Adel: Usaha Camilan Pisang dari Rumah hingga Siap Naik Kelas
Baca Juga:
Apel Perdana Pasca-Libur Idulfitri 1447 H Digelar di Dinas Kominfo Kota Medan
Adela Zahra Aulia atau yang akrab disapa Adel, pelaku UMKM muda yang merintis usaha camilan berbahan dasar pisang bernama "Dilola Snack" sejak masa pandemi Covid-19, menjadi salah satu contoh inspiratif. Usahanya bermula dari penjualan sederhana di rumah, dengan memanfaatkan media online untuk menjangkau pembeli.
"Saya awalnya jualan dari rumah saja, mulai dari masa Covid. Promosi ke teman-teman, pelan-pelan belajar bisnis, dibantu juga sama kakak," ujar Adel saat ditemui pada kegiatan Pelatihan UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota Medan yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan bekerja sama dengan platform marketplace Lazada di Hotel Karibia Boutique, Jalan Timor, Jumat (27/3/2026).
Di usia 17 tahun, Adel memilih berwirausaha sebagai jalan untuk mandiri dan berkembang. Ia melihat masih banyak anak seusianya yang ragu memulai usaha.
Baca Juga:
Wali Kota Medan Salurkan Zakat ASN kepada 948 Mustahik Jelang Idulfitri 1447 H
"Motivasi saya, dari muda kita sudah mulai usaha, supaya ke depan bisa lebih sukses. Jangan cuma diam di rumah," kata Adel.
Usaha Adel terus berkembang meski produksinya masih menyesuaikan permintaan pasar, berkisar antara 100 hingga 200 bungkus per periode.
Pelatihan Digital Bersama Lazada Berikan Wawasan Baru
Adel menyambut positif pelatihan strategi digital yang digelar Pemko Medan bersama Lazada. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru sekaligus motivasi untuk mengembangkan bisnis lebih serius.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kita jadi belajar bagaimana mengembangkan bisnis supaya lebih baik lagi," ungkapnya.
Ia juga termotivasi dengan tantangan yang disampaikan Wali Kota Medan agar pelaku UMKM berani naik kelas. Baginya, proses tersebut harus dijalani secara bertahap namun dengan tekad yang kuat.
"Termotivasi sekali. UMKM itu memang tidak langsung besar, tapi pelan-pelan bisa naik kelas," ujar Adel.
Harapan Ke Depan: Ekspansi Produksi dan Pemasaran Digital
Ke depan, Adel berharap usahanya bisa berkembang lebih luas, baik dari segi produksi maupun pemasaran, terutama melalui platform digital. Ia juga mengajak generasi muda untuk berani memulai usaha sejak dini dan tidak takut mencoba.
"Walaupun masih muda, harus tetap berjuang. Jangan hanya diam di rumah," imbuhnya.
Kisah Adel menjadi gambaran nyata bagaimana pelaku UMKM di Kota Medan mulai bangkit dan siap bertransformasi. Dengan dukungan pelatihan digital serta program berkelanjutan dari Pemko Medan, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi daerah.
[Redaktur: Dedi]