SUMUT.WAHAMANEWS.CO.MEDAN -- Membaca Spektrum Kisah karya Lindung Silaban serasa diajak menelusuri lorong-lorong kehidupan yang penuh warna. Berdasarkan pengalaman penulis sebagai pendidik, buku ini menghadirkan potret nyata interaksi dengan anak-anak, terutama anak berkebutuhan khusus (ABK), sekaligus menyentuh sisi kemanusiaan yang sering luput dari perhatian kita.
Diterbitkan Pustaka Mediaguru pada Februari 2025 dan disunting oleh Khususiatul Ubudiyah, buku ini tidak hanya bercerita tentang pengalaman mengajar. Sesuai judulnya, Spektrum Kisah menyajikan “spektrum” emosi yang luas: kebahagiaan sederhana, harapan, hingga pergulatan batin yang sering tidak terucap. Lindung Silaban berhasil menghadirkan berbagai perspektif dalam menghadapi tantangan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar lingkungan pendidikan.
Baca Juga:
Pendidikan Inklusif Training of Trainer (TOT) Bagi Anak - Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Fakfak
Salah satu keunggulan buku ini terletak pada kekuatan emosionalnya. Bahasa yang sederhana membuat pesan moral tersampaikan dengan lembut, tanpa kesan menggurui. Kisah-kisah ini mampu memotivasi guru, orang tua, maupun masyarakat umum untuk lebih bersabar, empatik, dan menghargai potensi unik setiap anak. Keberagaman tema juga membuat buku ini tidak monoton; pembaca dapat merasakan haru, bahagia, refleksi, bahkan sedikit sedih dalam satu pengalaman membaca yang padat makna.
Meski hanya memiliki 72 halaman, Spektrum Kisah berhasil memberikan pengalaman emosional yang kaya. Buku ini menegaskan bahwa setiap anak, terlepas dari keterbatasan fisik maupun kebutuhan khusus, adalah anugerah dengan kisah berharga yang layak didengar.
Spektrum Kisah buah gagasan Lindung Silaban bukan sekadar kumpulan pengalaman mengajar; ia adalah undangan untuk menumbuhkan empati, memahami keberagaman, dan menghargai potensi dalam setiap anak. Buku ini sangat direkomendasikan bagi guru, orang tua, dan masyarakat yang ingin menyelami warna-warni kehidupan anak-anak istimewa. (*)
Baca Juga:
Mengenal Suster Yohana Eko, Penjaga Secercah Harapan Anak Berkebutuhan Khusus di Tanimbar Maluku
[Redaktur: Hadi Kurniawan]