Bertahan mahalnya harga karet di pasar internasional dampak
kekurangan pasokan dari negara produsen di tengah permintaan yang cenderung
meningkat meski masih ada pandemi COVID-19.
Baca Juga:
Sopir Truk Galon Diduga Penyebab Tabrakan di Sibolangit Ditahan Polisi
Kekurangan pasokan itu sebagai dampak produksi karet alam
yang berkurang karena faktor cuaca, ditambah adanya gangguan pengiriman akibat
kekurangan kontainer. Kurangnya kontainer itu sebagai dampak banyaknya
pengiriman/ekspor setelah sebelumnya terganggu akibat pandemi COVID-19.
"Kalau pun ada penurunan harga diprediksi bertahan di
angka 1,70 an dolar AS per kg," ujar Edy.
Baca Juga:
MPLS 2026 di SDN 091621 Kecamatan Bandar Berjalan Kondusif, Fokus Adaptasi dan Karakter Siswa
Ada pun menyangkut volume ekspor, menurut Edy, pada Agustus,
ekspor diperkirakan lebih tinggi dari Juli.