Tim lapangan fokus melakukan pengamanan instalasi dan mempercepat perbaikan infrastruktur listrik yang rusak akibat banjir, longsor, dan pohon tumbang di wilayah seperti Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Karo, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kepulauan Nias.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut Surya Sahputra Sitepu menyatakan bahwa proses pemulihan dilakukan bertahap di titik yang telah dinyatakan aman dari genangan air, arus banjir, material longsor, dan potensi bencana lanjutan.
Baca Juga:
Enam Tokoh Senior PDI Perjuangan Terima Penghargaan "Leit Star"
Surya menambahkan bahwa setiap pekerjaan dilakukan dengan prinsip zero accident, memastikan tidak ada aktivitas sebelum benar-benar aman, sembari menegaskan komitmen PLN untuk memulihkan sistem kelistrikan secara menyeluruh.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai bahaya listrik selama cuaca ekstrem, serta segera melapor bila melihat jaringan rusak, peralatan yang terendam air, atau kabel yang turun melalui aplikasi PLN Mobile atau Call Center 123.
Rangkaian bencana hidrometeorologi basah akibat Siklon Tropis Senyar sejak Senin (24/11/2025) membawa hujan sangat lebat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, memicu banjir, banjir bandang, longsor, serta mengganggu transportasi darat dan pelayaran.
Baca Juga:
Google Tegaskan Tak Jual Chromebook, Klaim Hanya Penyedia Lisensi di Tengah Kasus Nadiem
BNPB melaporkan bahwa hingga Kamis (27/11/2025), sembilan kabupaten/kota di Aceh dan sembilan wilayah di Sumut terdampak banjir, serta tiga kabupaten/kota di Sumbar, sementara pemerintah menetapkan status tanggap darurat di Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]