WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menilai dukungan luas masyarakat Kabupaten Dairi terhadap persetujuan AMDAL PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai sinyal kuat lahirnya optimisme baru bagi percepatan investasi, pembukaan lapangan kerja, penguatan ekonomi daerah, dan pemerataan pembangunan di Sumatera Utara.
"Ketika mayoritas masyarakat adat, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan warga lingkar tambang memberikan dukungan, itu menunjukkan bahwa investasi ini dipandang sebagai harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dairi," ujar Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga:
Hina Program MBG dan Flexing, ASN Kementerian PU Dipaksa Pulang dari London
Menurut Tohom, proses persetujuan AMDAL yang dilakukan pemerintah telah melalui tahapan yang transparan dan partisipatif sehingga layak dihormati oleh semua pihak.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam sosialisasi mengenai dampak lingkungan, sistem pengelolaan tailing, hingga program pemberdayaan masyarakat merupakan indikator bahwa pembangunan tambang ini diarahkan untuk berjalan secara akuntabel.
"Ini adalah soal bagaimana sumber daya alam dikelola secara modern untuk menghasilkan nilai tambah, kesempatan kerja, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal," katanya.
Baca Juga:
40 Hari Sebelum Terbakar Lokasi Gudang BBM Ilegal PT ASR Sudah Diinfokan Wartawan ke Polisi, Apakah Ini Pembiaran Dari Polda Jambi ?
Tohom menilai perubahan sistem pengelolaan tailing yang tidak lagi mengandalkan bendungan besar, melainkan memasukkan kembali tailing ke dalam lubang tambang, menunjukkan adanya kemajuan teknologi yang lebih adaptif terhadap tuntutan perlindungan lingkungan.
Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan bahwa investasi dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan apabila diawasi secara konsisten.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa Kabupaten Dairi memiliki peluang besar menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik berbagai aktivitas usaha turunan, mulai dari jasa, perdagangan, transportasi, hingga pengembangan usaha mikro dan koperasi.
"Efek berganda dari investasi seperti ini sangat besar, karena satu proyek strategis dapat menggerakkan seluruh ekosistem ekonomi masyarakat di sekitarnya," ujarnya.
Ia menilai dukungan masyarakat terhadap PT DPM mencerminkan kedewasaan publik dalam memandang investasi sebagai instrumen pembangunan yang harus dikawal, bukan ditolak tanpa dasar yang komprehensif.
"Menolak investasi yang telah memenuhi prosedur justru dapat membuat daerah kehilangan momentum untuk tumbuh dan bersaing," kata Tohom.
Menurut dia, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pengawasan aktif agar seluruh komitmen perusahaan di bidang lingkungan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi benar-benar dilaksanakan.
Tohom meyakini kehadiran PT DPM dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, selama operasional perusahaan tetap berada dalam koridor hukum dan prinsip pertambangan berkelanjutan.
"Visi besar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah menghadirkan pembangunan yang inklusif, produktif, dan berpihak kepada rakyat. Investasi yang bertanggung jawab seperti ini harus menjadi bagian dari agenda besar tersebut," tuturnya.
Ia berharap PT DPM dapat segera merealisasikan investasinya sehingga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dairi meningkat, lapangan kerja terbuka luas, dan kesejahteraan masyarakat semakin kuat.
[Redaktur: Sandy]