Menurutnya, penguatan jaringan pipa melalui pembangunan extension KEK Sei Mangkei menunjukkan keseriusan negara dan BUMN energi dalam membaca arah pertumbuhan industri ke depan.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur energi di kawasan ekonomi khusus harus dibarengi dengan tata kelola aglomerasi industri yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Penegakan Hukum Sampah Diperkuat, MARTABAT Prabowo-Gibran: Tata Kelola Wajib Berbenah Total
“KEK sebaiknya bukan hanya pusat produksi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi regional. Gas bumi harus menjadi pemicu tumbuhnya industri turunan, lapangan kerja, dan pemerataan ekonomi di daerah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa langkah Pertagas dan PTGN sejalan dengan visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran dalam membangun kemandirian energi dan memperkuat hilirisasi industri nasional.
Dengan volume transmisi gas yang terus meningkat, Tohom optimistis Indonesia mampu menjadikan energi sebagai pengungkit utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Baca Juga:
Hutang Pemkot Subulussalam menunggak puluhan miliar rupiah,rekanan segel tiga kantor SKPK di Subulussalam.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]