“Konektivitas informasi harus sejalan dengan konektivitas fisik. Kalau transportasi, atraksi, dan layanan wisata dibenahi, maka komunikasinya juga harus terpadu. Sinergi seperti ini merupakan model kolaborasi modern yang akan mempercepat kebangkitan Toba,” tegasnya.
Tohom juga menyoroti bahwa kegiatan temu pers BPODT menunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dua arah. Tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menerima masukan jurnalis terkait pola komunikasi, transparansi data, dan akses informasi publik.
Baca Juga:
DPR Minta Bali Jadi Prioritas Anggaran, Kontribusi Devisa Capai 44 Persen
“Ini langkah maju. Publik akan lebih percaya jika komunikasi dilakukan terbuka, responsif, dan terjadwal. BPODT sudah berada di jalur yang benar,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini sebaiknya menjadi budaya kerja, bukan sekadar agenda tahunan.
“Danau Toba sedang bergerak menuju posisi sebagai destinasi bertaraf global. Untuk mencapai itu, konsistensi komunikasi, kesiapan fasilitas, dan penguatan peran media lokal harus berjalan beriringan,” pungkas Tohom.
Baca Juga:
Skor 50 dari DPR Tak Dipermasalahkan Menpar Widyanti
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]