SUMUT.WAHANANEWS.CO - Masyarakat di Indonesia, termasuk di Medan, dapat mengetahui kWh meter rusak melalui beberapa cara yang mudah dilakukan sendiri, baik dari pengamatan langsung pada alat ukur listrik, perubahan pada tagihan dan pola penggunaan listrik, hingga tanda-tanda yang muncul pada sistem kelistrikan rumah tangga. Berikut penjelasannya:
1. Melalui Pengamatan Langsung pada kWh Meter
Baca Juga:
Meteran Listrik di Rumahmu Milik PLN, Jangan Lakukan Hal Ini
Pengecekan langsung pada meteran listrik adalah cara paling cepat untuk mendeteksi kerusakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Tampilan layar: Jika layar tidak menyala, berkedip tidak teratur, angka tidak jelas, atau muncul pesan error seperti "Periksa" atau ikon tangan (pada meter PLN), ini bisa jadi tanda meter rusak.
- Kondisi fisik: Cek apakah ada kerusakan pada casing, pecahnya kaca pelindung, adanya karat atau korosi pada bagian logam, serta bunyi tidak normal seperti dengungan atau gesekan yang tidak biasa.
- Uji saat perangkat dimatikan: Matikan dan cabut seluruh perangkat listrik di rumah, termasuk yang dalam mode standby. Jika angka pada meter kWh masih bergerak atau indikator tetap menyala, kemungkinan meter rusak atau terjadi kebocoran arus.
2. Melalui Perubahan Tagihan dan Penggunaan Listrik
Baca Juga:
PLN Minta Warga Tak Pindahkan Meteran Listrik Sendiri
Perubahan yang tidak masuk akal pada tagihan listrik juga bisa menjadi indikasi meteran rusak:
- Tagihan melonjak drastis: Jika biaya listrik naik sangat tinggi tanpa ada penambahan perangkat baru atau perubahan kebiasaan penggunaan, ada kemungkinan masalah pada meter.
- Perbandingan dengan periode sebelumnya: Bandingkan tagihan bulan ini dengan data 2-3 bulan sebelumnya pada kondisi penggunaan yang sama. Jika perbedaan signifikan tanpa alasan jelas, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
- Hitung konsumsi sendiri: Hitung perkiraan penggunaan dengan rumus: (Daya perangkat dalam watt × Lama penggunaan dalam jam) ÷ 1000 = konsumsi dalam kWh. Jika hasilnya jauh berbeda dengan pembacaan meter, meter kemungkinan rusak.
3. Melalui Tanda pada Sistem Kelistrikan Rumah
Kerusakan pada kWh meter juga bisa memengaruhi kinerja sistem kelistrikan secara keseluruhan:
- MCB sering trip: Sakelar MCB yang sering mati sendiri tanpa alasan jelas bisa terkait dengan kerusakan meter atau masalah instalasi yang berkaitan dengannya.
- Perangkat listrik tidak stabil: Beberapa alat elektronik mungkin bekerja tidak normal, seperti lampu redup, kulkas tidak dingin optimal, atau perangkat cepat rusak akibat aliran daya yang tidak sesuai.
Jika menduga kWh meter rusak, sebaiknya segera hubungi teknisi dari PLN atau tenaga ahli kelistrikan untuk pemeriksaan lebih akurat dan penanganan yang tepat.
[Redaktur:Dedi]