Sebagai solusi darurat bagi desa yang aksesnya masih terputus, PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiagakan Program 1.000 Genset. Hal ini dilakukan agar aktivitas esensial masyarakat tidak lumpuh total meski jaringan permanen masih dalam proses perbaikan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, merinci bahwa hambatan fisik di lapangan mencakup 171 titik longsor dan 14 jembatan rusak. Kondisi ini membuat mobilisasi alat berat dan material tiang listrik menjadi sangat menantang.
Baca Juga:
Sistem Kelistrikan Aceh Normal, PLN Fokus Pastikan Listrik Aman Sampai ke Konsumen
"Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah untuk pembukaan akses jalan. Di Aceh Tengah sendiri, masih ada 36 desa yang sedang kami upayakan pemulihannya, diikuti Bener Meriah dengan 13 desa," jelas Eddi.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi petugas PLN yang bekerja di medan berat. Menurutnya, bantuan genset dari Kementerian ESDM sangat krusial bagi warga di tengah masa sulit ini.
Baca Juga:
Jadi Tantangan Besar, PLN Ungkap Kerusakan Kelistrikan Aceh Lebih Masif Dibanding Tsunami 2004
"Kami melihat sendiri bagaimana petugas PLN menerjang titik longsor demi membawa material. Bantuan genset darurat ini sangat menolong masyarakat kami tetap mendapatkan penerangan sementara perbaikan permanen berlangsung," tutup Haili.
[Redaktur:Dedi]