Sumut.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif rencana Pemerintah Kabupaten Simalungun membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Perdagangan, Kecamatan Bandar yang berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Langkah ini dinilai sebagai strategi konkret dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.
Baca Juga:
Soal KEK Ganja Medis di RI, Begini Respons Menko Airlangga
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa pembangunan BLK di sekitar kawasan industri merupakan kebijakan yang tepat sasaran.
“Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan tenaga kerja yang adaptif, terampil, dan siap masuk ke ekosistem industri modern,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Menurut Tohom, kedekatan lokasi BLK dengan KEK Sei Mangkei menjadi keunggulan tersendiri karena dapat mempercepat link and match antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
Baca Juga:
Waspada ! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit dan Dapur yang sedang viral Bertebaran : Klik Sekali, Saldo Rekening Bisa Habis!
“Dengan pendekatan ini, lulusan tidak lagi harus mencari kerja ke luar daerah. Industri yang datang justru menyerap tenaga kerja lokal yang sudah disiapkan secara spesifik,” katanya.
Ia juga menilai bahwa kehadiran BLK akan memperkuat daya tarik investasi di tengah tantangan global yang memengaruhi biaya produksi.
“Di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi global, investor mencari kepastian. Salah satu faktor utama adalah ketersediaan tenaga kerja yang kompeten. Ini yang dijawab oleh rencana Pemkab Simalungun,” jelasnya.
Tohom menambahkan, keberadaan KEK Sei Mangkei harus benar-benar menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jangan sampai kawasan industri hanya menjadi enclave ekonomi. Harus ada efek berganda bagi masyarakat sekitar, terutama dalam bentuk lapangan kerja dan peningkatan pendapatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan BLK di kawasan strategis seperti ini sejalan dengan konsep pengembangan wilayah berbasis aglomerasi ekonomi.
“Kawasan industri, pusat pelatihan, dan permukiman harus terintegrasi. Jika ini berjalan baik, maka akan tercipta ekosistem ekonomi yang efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan pelaku industri agar rencana ini tidak berhenti pada tahap wacana.
“Harus ada roadmap yang jelas, kurikulum pelatihan yang berbasis kebutuhan industri, dan komitmen penyerapan tenaga kerja. Ini yang akan menentukan keberhasilan program,” katanya.
Rencana pembangunan BLK ini sebelumnya disampaikan Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga dalam pertemuan dengan administrator KEK Sei Mangkei dan PT Kawasan Industri Nusantara (Kinra).
Diharapkan, sinergi tersebut mampu mempercepat pertumbuhan kawasan sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah dan nasional.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]