Sumut.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyatakan dukungan terhadap komitmen pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam merealisasikan proyek strategis nasional pembangunan jaringan pipa gas bumi Dumai–Sei Mangkei (Dusem).
Proyek sepanjang 541 kilometer yang ditargetkan selesai pada akhir 2027 itu dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi di berbagai wilayah.
Baca Juga:
Dari Sustainability Report hingga TJSL, ALPERKLINAS Apresiasi Capaian PLN EPI di PRIA 2026
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan pembangunan pipa gas Dusem merupakan strategi besar yang akan memperkuat fondasi energi nasional dalam jangka panjang.
“Pembangunan jaringan pipa gas Dumai–Sei Mangkei bukan sekadar proyek infrastruktur energi biasa. Ini adalah bagian dari desain besar kemandirian energi nasional yang akan memperkuat integrasi jaringan gas bumi dari wilayah barat hingga kawasan industri di Pulau Jawa,” ujar Tohom, Kamis (5/3/20260.
Menurutnya, proyek tersebut akan menjadi penghubung penting yang menyatukan jaringan distribusi gas nasional sehingga pasokan energi dapat mengalir lebih efisien dari sumber produksi menuju pusat-pusat industri.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai Revitalisasi ORF Muara Karang Perkuat Ketahanan Energi Aglomerasi Jabodetabekjur
“Ketika jaringan pipa gas terintegrasi dari Aceh hingga Jawa Timur, maka kita akan memiliki sistem distribusi energi yang jauh lebih efisien, stabil, dan kompetitif. Ini sangat penting untuk menurunkan biaya energi industri dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia,” jelasnya.
Ia menilai keberadaan pipa gas Dusem juga akan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak yang selama ini menjadi salah satu beban besar dalam struktur subsidi energi nasional.
“Gas bumi adalah energi transisi yang lebih bersih dan lebih ekonomis. Dengan distribusi gas yang semakin luas, industri akan memiliki alternatif energi yang lebih stabil dan ramah lingkungan. Ini akan berdampak langsung pada efisiensi produksi dan pertumbuhan industri nasional,” katanya.
Tohom juga menyoroti potensi besar proyek ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera yang selama ini memiliki sumber daya energi melimpah namun belum sepenuhnya terhubung dengan pusat-pusat konsumsi.
“Ketika gas dari Sumatera dapat disalurkan secara optimal ke kawasan industri, maka akan muncul pusat-pusat ekonomi baru. Industri petrokimia, manufaktur, hingga sektor hilir energi akan berkembang pesat dan menciptakan banyak lapangan kerja,” ungkapnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa proyek pipa gas Dusem memiliki dimensi strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi antarwilayah di Indonesia.
“Dalam perspektif pengembangan kawasan aglomerasi ekonomi, jaringan energi adalah tulang punggung pembangunan. Pipa gas Dusem akan menciptakan konektivitas energi yang mendorong terbentuknya klaster-klaster industri baru, terutama di Sumatera yang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan proyek tersebut akan memberikan sinyal positif bagi investor internasional bahwa Indonesia serius membangun infrastruktur energi modern yang terintegrasi.
“Investor selalu melihat dua hal utama: kepastian energi dan kepastian infrastruktur. Ketika jaringan gas nasional semakin kuat, maka kepercayaan investor terhadap Indonesia akan meningkat signifikan,” lanjutnya.
Tohom juga menilai langkah pemerintah yang menyiapkan dukungan anggaran melalui APBN menunjukkan keseriusan dalam memastikan proyek tersebut berjalan sesuai target.
“Komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian investasi sangat penting agar proyek strategis seperti ini tidak terhambat. Dengan dukungan regulasi, pendanaan, dan koordinasi yang kuat, proyek ini berpotensi menjadi tonggak baru dalam sejarah pembangunan infrastruktur energi Indonesia,” tutupnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]