Sumut.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengajak masyarakat tetap tenang dan menjaga suasana kondusif menyusul gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera seperti Medan, Pekanbaru, dan beberapa daerah lainnya.
ALPERKLINAS menilai situasi tersebut harus dipandang sebagai tantangan teknis besar yang sedang direspons serius oleh PT PLN (Persero) melalui pengerahan tim pemulihan di lapangan.
Baca Juga:
PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Indonesia, ALPERKLINAS: Bukti Transisi Energi Tidak Lagi Sekadar Wacana
Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa PLN tidak pernah menginginkan terjadinya pemadaman listrik karena kondisi tersebut juga menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan maupun pelayanan publik secara nasional.
“PLN adalah tulang punggung energi nasional. Ketika terjadi gangguan sistem, seluruh sumber daya teknis mereka langsung bergerak untuk memulihkan keadaan. Jadi masyarakat jangan mudah terpancing emosi lalu menyerang atau mencaci maki PLN di media sosial,” ujar Tohom Purba, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, gangguan sistem kelistrikan berskala besar dapat terjadi di negara mana pun, termasuk negara maju, karena jaringan kelistrikan modern merupakan sistem yang saling terhubung dan sangat kompleks.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Inovasi PLN EPI dalam Pengembangan Sorgum Jadi Terobosan Strategis Menuju NZE
“Yang paling penting bukan mencari siapa yang salah saat ini, tetapi bagaimana seluruh elemen bangsa mendukung percepatan pemulihan agar pasokan listrik kembali stabil dan aktivitas masyarakat bisa normal kembali,” katanya.
Tohom menilai langkah PLN yang langsung melakukan pemeriksaan sistem serta mengerahkan tim teknis ke wilayah terdampak menunjukkan keseriusan perusahaan negara tersebut dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan informasi yang dilakukan PLN melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan Contact Center PLN 123 sebagai bagian dari komunikasi publik yang dinilai penting di tengah situasi gangguan kelistrikan.
“Ke depan, Indonesia membutuhkan sistem energi yang semakin adaptif, cerdas, dan resilien. Momentum ini harus menjadi penguatan untuk modernisasi jaringan kelistrikan nasional agar lebih tangguh menghadapi berbagai potensi gangguan,” ucapnya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan, masyarakat perlu memberi ruang kepada para teknisi PLN yang saat ini bekerja di lapangan siang dan malam demi mempercepat pemulihan sistem.
“Mari kita ciptakan kekondusifan bersama sampai seluruh tenaga yang dikerahkan PLN berhasil memulihkan listrik dan memastikan pasokan kembali stabil. Mereka bekerja bukan hanya untuk perusahaan, tetapi untuk menjaga denyut ekonomi dan kehidupan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas sektor ketenagalistrikan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional karena berkaitan langsung dengan industri, pelayanan publik, komunikasi digital, hingga aktivitas rumah tangga masyarakat.
Sebelumnya, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan PLN saat ini tengah melakukan pemeriksaan atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi pada sejumlah wilayah di Sumatera.
PLN juga telah menerjunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan pada sistem kelistrikan yang terdampak dan terus melakukan upaya pemulihan secara bertahap.
Gregorius mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu informasi resmi yang akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile maupun layanan Contact Center PLN 123.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]