WahanaNews-Sumut | Pupuk sawit yang berada di belakang gudang Perkebunan PTPN IV Unit Gunung Bayu, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, diduga dibuang dengan cara diendapkan begitu saja.
Dalam hal ini Manajemen PTPN IV Unit Gunung Bayu, diduga lalai dalam melakukan pengawasan dan perawatan terhadap areal tanaman produksi di kebun Unit Gunung Bayu tersebut.
Baca Juga:
PKS Sei Mangkei Konsestensi dalam menjalanknan Sistem Roundtable Sistenanable Palm Oil ( RSPO) dan Perketat Mutu TBS Pemasok Pihak 3 dari Segala Lini
Menurut penuturan dari salah satu mantan karyawan di Unit Gunung Bayu, dan meminta namanya untuk tidak dipublikasi, kepada WahanaNews-Sumut, Jumat (3/12/2021), mengatakan banyak sekali areal tanaman pohon sawit dengan kondisi pokok Kelapa Sawit hidup berdampingan bersama dengan benalu dan daun-daunya habis dimakan hama.
"Kondisi ini sangat memprihatinkan, hampir seluruh Adf (afdeling) di Perkebunan PTPN IV Gunung Bayu ditumbuhi benalu yang tumbuh rindang di batang Kelapa Sawit, hal ini menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan biaya perawatan di areal perkebunan tersebut oleh pihak Manajemen," ungkapnya karyawan yang baru saja dikeluarkan degan dugaan dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri saat berada di lokasi areal perkebunan PTPN IV Unit Gunung Bayu.
Parahnya lagi, banyak pupuk yang menumpuk dibelakang gudang, "lebih anehnya lagi pak, pupuk terbuangan dibelakang gudang, gak tau apa sebab adanya penimbunan pupuk hingga perbulan-bulan dibelakang gudang, ada apa???," pungkasnya.
Baca Juga:
Kronologi Lengkap: Jaket Ojol Rp300 Ribu Jadi Alat 'Viral' Tiga WNA di Bali
Terpisah Manger Muhammad Erwin Juliawan Nasution PTPN IV Unit Gunung Bayu saat dikonfirmasi melalui pesan via WahtsApp mengenai persoalan banyak diduga dibiarkan terbuang di belakang gudang Perkebunan PTPN IV Unit Gunung Bayu. Namun pesan konfirmasi tersebut tidak ditanggapi walaupun pesan sudah dibaca dan bukti tanda baca ceklis dua sudah berwarna biru.
Mengenai persoalan itu Direktur LSM LRR RI Sumut Rudi Rajali Samosir, ST, MM, menuturkan kurangnya pengawasan dari kantor Pusat PTPN IV Medan, terhadap kinerja dari Manajemen Kebun Unit Gunung Bayu. Jika hal itu dibiarkan sudah pasti akan berpengaruh kepada peningkatan produksi tanaman Kelapa Sawit yang berada di Unit Gunung Bayu, sementara ada anggaran yang dikucurkan untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan, namun perawatan dan pemeliharaan diduga tidak urung dilakukan.
"Berharap Direktur PTPN IV Medan Sucipto Prayitno beserta jajaran agar mengevaluasi kinerja dari manajer kebun PTPN IV Unit Gunung Bayu yang saat ini di jabat oleh Erwin Nasition, diduga juga Menajer sebelumnya tidak maksimal dalam memelihara aset perusahaan maupun peningkatan dan pencapaian hasil produksi," tegasnya.