SUMUT.WAHANANEWS.CO – Sebanyak ratusan umat Buddha yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Utara berkumpul untuk merayakan peringatan Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhisme (TB) Tahun 2026. Perayaan sakral ini dilaksanakan di kawasan Candi Bahal I, Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, pada Minggu (24/5/2026).
Guna menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan seluruh rangkaian acara keagamaan tersebut, pihak kepolisian menerjunkan personel dari Polres Tapanuli Selatan untuk melakukan pengamanan ketat di lokasi. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pintu masuk kawasan candi hingga ke titik-titik pusat aktivitas umat yang sedang beribadah.
Baca Juga:
Polda Sumbar Siapkan 81 Posko Pengamanan, Mudik Lebaran 2026 Dipastikan Lebih Aman
Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim, menjelaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian merupakan bentuk pelayanan publik dan tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan jauh dari gangguan.
"Kami hadir di lokasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah. Ini adalah tugas kami dalam menjaga ketertiban umum," ujar AKP Abdul Hakim di sela-sela pemantauan.
Menurut keterangannya, personel kepolisian telah bersiaga penuh sejak pagi hari. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, mulai dari gangguan keamanan hingga mengatur kepadatan arus pengunjung yang memadati kawasan situs bersejarah tersebut.
Baca Juga:
Nusantara Baru, Indonesia Maju: Labura Rayakan HUT RI ke-79
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan pendekatan yang humanis dan santun. Hal ini dilakukan agar keberadaan petugas tidak mengganggu kekhusyukan serta ketenangan umat Buddha yang mengikuti seluruh rangkaian prosesi ibadah.
"Pengamanan kami lakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Kami ingin keamanan terjaga, namun kekhusyukan ibadah umat tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh terganggu," tegasnya.
Selain bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, petugas kepolisian juga turut membantu melancarkan arus masuk peserta serta memantau setiap aktivitas yang berlangsung di sekitar kawasan candi. Tujuannya agar situasi lingkungan tetap aman, tertib, dan terkendali sepanjang acara berlangsung.
Dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak kali ini, Bhante Bhadrasagara Sthavira menyampaikan pesan mendalam terkait makna peringatan Waisak. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai cinta kasih, kedamaian, serta keseimbangan batin dalam menjalani kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
AKP Abdul Hakim juga menilai bahwa perayaan Waisak di Candi Bahal I ini memiliki makna yang sangat luas. Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi momentum berharga untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara.
"Kami melihat kegiatan ini bukan hanya sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga momentum yang sangat baik untuk memperkuat kebersamaan dan toleransi antarwarga. Hal ini sangat positif bagi kerukunan kita semua," tambahnya.
Berjalan hingga selesai, seluruh rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 TB di Candi Bahal I berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama yang baik dari panitia penyelenggara, seluruh umat Buddha, masyarakat sekitar, serta dukungan pemerintah daerah yang turut andil menjaga kondusivitas selama acara berlangsung.
[Redaktur:Hadi Kurniawan]