SUMUT.WAHANANEWS.CO – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menggelar aksi sosial berupa donor darah dan mini medical check up (MCU) di Kantor PLN UID Sumatera Utara pada Selasa (11/2).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya K3 yang komprehensif, tidak hanya fokus pada keselamatan operasional, tetapi juga kesehatan pegawai serta kepedulian sosial kepada masyarakat luas.
Baca Juga:
PLN Siapkan Pusat Kendali Distribusi Listrik di World Surf League QS 5000 Nias Pro 2024
Donor Darah Hasilkan 48 Kantong Darah
Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, kegiatan donor darah berhasil menghimpun 48 kantong darah dari pegawai dan tenaga alih daya yang berpartisipasi secara sukarela. Donor darah dipilih sebagai simbol solidaritas kemanusiaan, yang menunjukkan bahwa keselamatan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan diri, tetapi juga kontribusi bagi kehidupan sesama.
Mini MCU untuk Deteksi Dini Kesehatan
Baca Juga:
Gelar Mudik Asyik BUMN 2024, PLN UID Sumatera Utara Siapkan 1000 Kuota Pemudik Gratis
Pada kesempatan yang sama, PLN UID Sumatera Utara juga bekerja sama dengan RS Mitra Medika untuk menyelenggarakan layanan mini MCU. Pemeriksaan yang disediakan meliputi tes kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan sebagai bagian dari implementasi budaya K3 di lingkungan kerja. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyediaan obat herbal sebagai sarana edukasi kesehatan preventif.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 harus dimaknai secara menyeluruh, mencakup keselamatan, kesehatan, dan kepedulian sosial dalam satu ekosistem budaya kerja yang terintegrasi.
“Keselamatan dan kesehatan kerja adalah fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional PLN. Melalui kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan ini, kami ingin menegaskan bahwa budaya K3 bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur, tetapi menjadi gaya hidup yang menumbuhkan kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama. Insan PLN yang sehat dan selamat adalah kunci terjaganya keandalan listrik bagi masyarakat,” ujar Mundhakir.
Ia menambahkan, kesehatan pegawai dan tenaga alih daya merupakan aset penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan. "Budaya K3 yang kuat terbukti dapat meningkatkan produktivitas, menekan risiko kecelakaan kerja, serta memperkuat keberlanjutan organisasi," ucapnya.
Sebagai perusahaan penyedia layanan publik yang menopang aktivitas ekonomi dan sosial di Sumatera Utara, PLN memandang bahwa keandalan pasokan listrik tidak terlepas dari kesiapan sumber daya manusia yang prima. "Oleh karena itu, integrasi antara keselamatan operasional dan kesehatan personal menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sistem kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Melalui momentum Bulan K3 Nasional 2026, PLN UID Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan kerja sekaligus mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari produktivitas dan tanggung jawab sosial perusahaan.
[Redaktur: Dedi]