Sumut.WAHANANEWS.CO - Cuaca ekstrem yang memicu banjir besar dan longsor di Sumatera Utara (Sumut) serta Aceh sejak Senin malam (24/11/2025) kembali menguji ketahanan infrastruktur kelistrikan dan kesiapan operasi PT PLN (Persero) yang kini bekerja di medan penuh risiko untuk menjaga pasokan energi tetap hidup.
Sementara di Aceh, PLN menghadapi kerusakan lima tower SUTT 150 kV di Kabupaten Bireuen, dengan empat tower roboh dan satu rusak.
Baca Juga:
Jaringan Seluler Mati Total di Sibolga-Tapteng, PLN Kerja Maraton Pulihkan Listrik di Wilayah Banjir
Lima tower SUTT 150 kV di Aceh terdampak banjir bandang pada Rabu (26/11/2025) yang memutus aliran listrik di berbagai wilayah dan memaksa PLN mengerahkan tim gabungan dari Sumut, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah untuk membangun lima tower emergency dalam waktu sesingkat mungkin.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan material pendukung juga sedang dimobilisasi dari Palembang, Lampung, Jambi, Pekanbaru, dan Padang.
"Semua upaya ini untuk memulihkan sistem yang terputus. Mohon doa dari semuanya agar seluruh proses berjalan lancar," tuturnya.
Baca Juga:
Dugaan Predatorisme di Pesantren: LBH PUI Minta Pengadilan Berpihak pada Korban
Kerusakan lima tower tersebut berdampak pada pasokan listrik di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil.
Di Sumatera Utara, bencana hidrometeorologi melanda selama tiga hari berturut-turut sejak Senin (24/11/2025) yang menimbulkan 86 kejadian bencana di 11 kabupaten/kota dan menghambat pemulihan kelistrikan karena akses ke titik gangguan banyak yang tertutup longsor maupun banjir.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem tersebut memicu tanah longsor sebanyak 59 kejadian, banjir 21 kejadian, pohon tumbang empat kejadian, serta dua kejadian puting beliung.