"Jumlah korban mencapai 72 orang, dengan 24 meninggal dunia, 37 luka ringan, enam luka berat, dan lima dalam pencarian," ujarnya, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Sebelas kabupaten/kota terdampak meliputi Mandailing Natal, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Sergai, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Nias, Tapanuli Selatan, Humbahas, Padang Sidempuan, dan Sibolga sehingga proses pemulihan listrik masih berlangsung secara bertahap mengikuti kondisi akses yang berubah setiap saat.
Baca Juga:
Arab Saudi Panik, Blokade Hormuz Bisa Picu Iran Tutup Jalur Laut Merah
Tapanuli Selatan menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi akibat 20 kejadian bencana yang menyebabkan 49 korban termasuk 12 meninggal dunia dan 34 luka ringan serta empat orang masih dalam pencarian.
Di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, debit banjir masih mencapai satu meter di beberapa titik hingga Kamis malam (27/11/2025) yang membuat perbaikan jaringan listrik dilakukan secara terukur demi menjaga keselamatan petugas saat material longsor masih bergerak.
Personel PLN berjibaku di lapangan bersama BPBD, TNI–Polri, dan pemerintah daerah untuk membuka jalur menuju pusat gangguan sehingga proses pemulihan listrik bisa dipercepat meski cuaca masih tidak stabil.
Baca Juga:
Operasi Blokade Dimulai, Trump Ancam Hancurkan Kapal di Selat Hormuz
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]