WahanaNews-Sumut | Hujan yang mengguyur Desa Aek Nauli 1, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada hari Kamis, 3 Maret 2022 kemarin, menyebabkan air sungai di desa Aek Nauli 1 Sipahutar meluap karena tidak sanggup menampung volume air hujan.
Akibatnya, tanggul sungai dan irigasi di dekat area persawahan milik
penduduk jebol dan menyenangi areal persawahan milik warga yang telah masuk masa tunggu panen pasca penanaman padi.
Baca Juga:
Sidang Sengketa tanah milik Mhd Danim di pengadilan negri simalungun menjadi sorotan, Beli Tanah Namun Tidak Bisa Di Kuasai
Selain banjir, areal sawah masyarakat tertimbun material lumpur serta akar kayu yang terbawa arus sungai yang meluluh lantakkan lahan persawahan.
Menurut D. Panjaitan warga Desa Aek Nauli 1 mengatakan hampir semua areal persawahan terendam Banjir dan lumpur terutama di areal persawahan di Soadong, Parruhaman, Parbodatan, Aek Lobu, Danautikko, Sibara, Sittuang dan lainnya terancam gagal panen.
"Kami sangat berharap Pemerintah segera melihat kondisi bencana yang melanda desa kami ini dan melakukan upaya penanggulangan agar kami tidak terancam gagal panen," pungkasnya. [rum]