Sumut.WAHANANEWS.CO - Bencana alam besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera memutus akses jalan, melumpuhkan jaringan komunikasi, dan merobohkan infrastruktur kelistrikan sehingga PLN harus menempuh cara ekstrem untuk mempercepat pemulihan sistem, Minggu (30/11/2025).
Gardu listrik yang tumbang akibat longsor membuat pasokan energi di berbagai titik padam serentak sehingga tim PLN langsung bergerak ke lokasi meskipun rute utama menuju daerah terdampak tidak lagi bisa dilalui kendaraan.
Baca Juga:
PLN Gercep Pulihkan Bertahap Listrik di Sumatera Meski Akses Banyak Terputus
Dalam kondisi jalan terputus dan lereng longsor yang membelah akses utama, tim PLN memilih berjalan kaki dari Tarutung menuju Sibolga dengan jarak hampir 64 kilometer demi bisa memperbaiki gardu induk dan menyambungkan sistem listrik yang terputus.
Aksi luar biasa tersebut terekam dalam video yang beredar luas dan dibagikan melalui platform Thread pada Sabtu (29/11/2025) oleh pengguna @satyawinnie yang menggambarkan betapa beratnya medan yang harus ditembus petugas PLN saat menjalankan tugas pemulihan.
"Info terbaru yang aku dapatkan, karena parahnya titik longsor yang kalian bisa tonton di video ini, tim PLN memutuskan berjalan kaki dari Tarutung ke Sibolga untuk segera bisa memperbaiki gardu induk listrik, perjalanan akan memakan waktu seharian berjalan kaki dan semoga mereka semua sehat selamat sampai tujuan, terima kasih kawan-kawan PLN," tulisnya.
Baca Juga:
Untuk Mendapatkan Solusi Kelistrikan Mudah dan Cepat, PLN Sumedang Ajak Masyarakat Gunakan Aplikasi PLN Mobile
Upaya serupa juga terjadi di wilayah lain seperti Padang Sidempuan di mana petugas PLN harus menggunakan helikopter untuk mengakses daerah yang benar-benar terisolasi, sebagaimana disampaikan oleh pengguna Thread @novalia_dish33 pada Sabtu (29/11/2025).
"Bang dari Sidimpuan ini infonya bang, pakai heli mereka, aku orang Sidimpuan btw," ungkapnya.
Respons publik terhadap perjuangan ekstrem tim PLN ini mengalir deras di media sosial dan menjadi percakapan luas karena banyak warganet yang menyoroti kerasnya medan, terbatasnya akses, dan besarnya dedikasi petugas lapangan dalam memastikan warga kembali mendapatkan listrik.