SUMUT.WAHANANEWS.CO - Personel Brimob Batalyon C Polda Sumatera Utara menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada hari Sabtu, personel melaksanakan dua kegiatan utama yaitu pengawasan normalisasi sungai serta membantu pembangunan hunian sementara (Huntara) di Desa Garoga dan Desa Aek Ngadol, sebagai bagian dari Operasi Aman Nusa II.
Normalisasi Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir
Baca Juga:
Pemulihan Pascabanjir Tapanuli Selatan Fokus pada Huntara, Huntap, dan Normalisasi Sungai
Di Desa Garoga, personel Brimob melakukan pengawasan proses normalisasi sungai dengan menggunakan dua unit alat berat. Kegiatan ini difokuskan pada pendalaman alur sungai dan pembuatan perapian tanah di sepanjang bantaran sungai. Tujuan utama dari normalisasi sungai di Tapanuli Selatan adalah mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keamanan lingkungan bagi masyarakat setempat.
Bantu Pembangunan Huntara Bersama Masyarakat
Selain menangani sungai, personel juga terlibat langsung dalam pembangunan Huntara di Desa Garoga. Kehadiran Brimob tidak hanya berperan sebagai pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial dengan bergotong royong bersama masyarakat. Proses pembangunan menggunakan peralatan manual seperti cangkul, sekop, kapak, dan beko sorong.
Baca Juga:
Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles Silaturahmi ke Kementerian ATR/BPN Bahas Program Perumahan Layak Huni
Danton Penugasan Operasi Aman Nusa II, Ipda Leonardo Marbun, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat. "Brimob tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat bangkit kembali. Harapannya, pembangunan Huntara dan normalisasi sungai ini dapat memberikan rasa aman dan mempercepat pemulihan aktivitas warga," tutupnya. Sabtu [28/2/2026).
[REDAKTUR: DEDI]