"Kami siap menyiapkan kurator bagi pelaku kriya, desainer busana, hingga industri kreatif lainnya. Tujuannya agar produk lokal Medan memiliki identitas kuat, kualitas premium, dan daya saing tinggi," tambahnya.
Selain sektor kerajinan, Wali Kota juga menyoroti potensi kuliner Medan. Ia berharap IWAPI aktif mempromosikan Medan sebagai kota kuliner unggulan nasional guna mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca Juga:
Digitalisasi dan HUT ke-51 IWAPI
Plt Ketua DPC IWAPI Medan, Liana Dwi Sri Hastuti, melaporkan bahwa saat ini terdapat sekitar 300 anggota aktif yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Secara total, IWAPI membina 700 pelaku UMKM di 21 kecamatan di Kota Medan.
Liana juga memaparkan rencana peringatan HUT ke-51 IWAPI yang akan digelar pada 10 Februari 2026 mendatang. Acara tersebut akan dirangkai dengan Rapat Kerja Cabang dan berbagai kegiatan inovatif.
"Kami akan menggelar lomba coding sebagai bagian dari upaya penguatan digitalisasi UMKM. Rencananya kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan bersejarah Warenhuis," ungkap Liana.
Turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah pejabat Pemko Medan, di antaranya Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan Citra Effendi Capah, Kepala Bappeda Ferry Ichsan, serta jajaran pengurus inti DPC IWAPI Medan.
[Redaktur:Dedi]