Dukungan Psikososial vs Penyembuhan Trauma
Menanggapi perspektif masyarakat mengenai kesehatan mental, Nurleli Purnamasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa kegiatan di Desa Medang Ara ini merupakan bentuk dukungan psikososial, bukan proses penyembuhan trauma (trauma healing) secara klinis.
Baca Juga:
Lewat Edukasi dan Kolaborasi, IDAI Serukan Waspada Penyakit Jantung Reumatik Sejak Dini
"Trauma tidak bisa diidentifikasi secara instan dan memerlukan asesmen mendalam. Fokus kami saat ini adalah memberikan rasa aman, motivasi, dan dukungan emosional melalui interaksi yang ramah anak. Kami mengajak mereka menyadari perasaan takut, sedih, atau bingung yang mungkin muncul setelah bencana, namun tetap merasakan kebahagiaan saat bermain," jelas Nurleli.
Sinergi untuk Kemanusiaan
Respons positif mengalir dari para penerima manfaat. Juliati (46), salah satu warga setempat, menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran para relawan.
Baca Juga:
Menteri PPPA Turun Langsung ke SMAN 72 Jakarta, Tekankan Pemulihan Trauma Anak Pascaledakan
"Anak-anak bisa bermain dan didampingi psikolog, kami juga bisa berobat gratis. Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan lebih sering," ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian paket edukasi untuk anak-anak dan sesi dokumentasi bersama. Sinergi antara sektor psikologi, kesehatan, dan komunitas kreatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi kemanusiaan yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat di masa depan.
[Redaktur:Dedi]