Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif kajian Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenai peluang pengembangan Danau Toba menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, “Kajian ini harus dilihat sebagai momentum untuk membawa Danau Toba naik kelas dari destinasi wisata unggulan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang manfaatnya menyebar luas kepada masyarakat.”
Baca Juga:
KEK Mekar Putih Kalsel Dibidik Beroperasi Mulai 2027, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Mesin Ekonomi Baru
Menurut Tohom, Danau Toba memiliki modal besar berupa kekayaan alam, budaya, sejarah, serta posisi strategis yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi berkelas internasional.
Ia menilai status KEK dapat menjadi instrumen untuk mempercepat masuknya investasi sekaligus memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perdagangan, dan jasa di kawasan Danau Toba.
“Kalau Danau Toba nantinya menjadi KEK, ukurannya jangan hanya berapa investasi yang masuk, tetapi berapa banyak lapangan kerja tercipta dan berapa besar ekonomi masyarakat lokal ikut tumbuh,” ujar Tohom, Minggu (9/8/2026).
Baca Juga:
Investasi KEK Tembus Rp32 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kepercayaan Investor Harus Berbuah Lapangan Kerja
Menurutnya, masyarakat di sekitar Danau Toba harus ditempatkan sebagai bagian utama dari ekosistem ekonomi yang dibangun agar tidak hanya menjadi penonton ketika investasi semakin berkembang.
Pelaku UMKM lokal juga perlu disiapkan untuk masuk ke rantai ekonomi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, kerajinan, perdagangan, hingga berbagai layanan pendukung pariwisata.
MARTABAT Prabowo-Gibran juga memandang upaya memperbanyak paket wisata seperti yang didorong BI Sumatera Utara menjadi langkah penting untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan.